SuaraBandungBarat.id- Ratusan warga di Kampung Cijengkol, RW 05 Desa Wangunsari, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengalami keracunan massal pada Minggu (26/2/2023) lalu.
Kejadian tersebut terjadi diduga usai warga mengonsumsi makanan hajatan yang dikonsumsi warga setempat di kawasan tersebut.
“Dugaannya dari makanan dalam sajian acara hajatan warga. Kita juga sudah ambil sampel makanan untuk uji laboratorium,” kata Kadinkes KBB, Hernawan Widjayanto saat dihubungi, Rabu (1/3/2023).
Ia menambahkan, ratusan warga tersebut mengalami sejumlah gejala medis seperti muntah, mual, muntah dan pusing hingga lemas.
“Ada yang dirujuk ke RSUD Lembang, ada yang dirawat di rumah sakit Advent dan di Desa Wangunsari,” jelasnya.
Sementara itu, Dirut RSUD Lembang, Dr A. Octorudy mengatakan, pasien korban keracunan tersebut mayoritas merupakan anak-anak dan lansia usia 60-65 tahun.
“Kondisinya saat ini semua sudah mulai membaik dan tinggal pemulihan karena kebanyakan mengeluhkan salit perut, mual-mual, dan diare sehingga mengalami dehidrasi. Jadi banyak yang mengalami dehidrasi sehingga sekarang sedang diberikan tambahan cairan untuk rehidrasi (pemulihan)," katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya berupaya maksimal untuk memberikan pelayanan medis kepada para korban yang mengalami keracunan tersebut dengan menyediakan pelayanan di IGD dengan sembilan bed dari total bed pasien keseluruhan 102.
"Di sini masih bisa ditangani, justru kami mengimbau daripada dirujuk ke rumah sakit di Kota Bandung lebih baik ke RSUD Lembang karena biayanya semua ditanggung," katanya.
Berdasarkan data Dinkes KBB jumlah warga yang mengalami keracunan massalk tersebut berjumlah 217 orang, 11 orang diantaranya menjalani perawatan di sejumlah tempat di RSUD Lembang 7, rumah sakit Advent 1, RS Salamaun 2 dan Puskesmas Jayagiri 1. (*)