Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.409,654
LQ45 640,294
Srikehati 312,025
JII 387,404
USD/IDR 17.908

Purbaya Bantah Tudingan Menkes soal Pemerintah Tak Punya Uang Biayai Penerima BPJS Kesehatan

Dicky Prastya

Senin, 09 Februari 2026 | 15:10 WIB
Purbaya Bantah Tudingan Menkes soal Pemerintah Tak Punya Uang Biayai Penerima BPJS Kesehatan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam Rapat Konsultasi Pimpinan Komisi DPR RI dengan Pemerintah terkait Jaminan Sosial yang disiarkan virtual, Senin (9/2/2026). [Screenshot YouTube]
baca 10 detik
  • Menkeu Purbaya alokasikan dana iuran PBI JKN 2026 sebesar Rp56,4 triliun, sebagian besar sudah di DIPA Kemenkes.
  • Sebanyak Rp10 triliun dana cadangan tersedia, namun memerlukan kebijakan jelas dari Kementerian Kesehatan untuk pencairan.
  • Pemerintah menjamin ketersediaan kas negara meskipun Menkes mengklaim pencairan anggaran program BPJS Kesehatan lambat.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan Pemerintah memiliki cukup anggaran untuk membiayai Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JKN) BPJS Kesehatan.

Menkeu Purbaya menyatakan kalau Kemenkeu sudah mengalokasikan anggaran iuran untuk PBI JKN tahun 2026 sebesar Rp 56,4 triliun yang sudah masuk dalam DIPA Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Jadi kita sudah alokasikan iuran untuk PBI JKN tahun 2026 itu sebesar Rp 56,4 triliun, yang Rp 46,4 triliun sudah masuk dalam DIPA Kementerian Kesehatan dan sudah siap digunakan," kata Purbaya saat Rapat Konsultasi Pimpinan Komisi DPR RI dengan Pemerintah terkait Jaminan Sosial yang disiarkan virtual, Senin (9/2/2026).

Sementara Rp 10 triliun sisanya juga sudah ada dalam DIPA Kemenkes. Hanya saja Purbaya mengakui kalau anggaran itu masih diblokir karena belum ada dasar kebijakan penggunaan.

Kendati begitu Bendahara Negara memastikan anggaran bisa disalurkan apabila Kemenkes sudah mengeluarkan dasar aturan untuk kebijakan tersebut.

"Jadi tergantung Kementerian Kesehatan maunya apa, maunya diapain. Ke kita belum clear, mau dipakai dia untuk pembiayaan PBI, atau menaikkan modal iuran, terserah. Tapi sampai sekarang belum putus (diputuskan). Begitu keluar besok saya bayar," timpal Purbaya.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin (tangkap layar)
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin (tangkap layar)

Tak hanya itu, ia mengatakan kalau Pemerintah sudah menyiapkan alokasi bantuan PBI JKN yang masih dicadangkan dalam pos Bendahara Umum Negara (BUN) sebesar Rp 10 triliun.

Apabila pihak BPJS Kesehatan merasa anggarannya kurang, Purbaya menyarankan untuk meminta tambahan dana ke Kemenkes.

"Mau dipakai apa? Jadi kalau Anda (BPJS Kesehatan) kurang, cepat-cepat minta Kementerian Kesehatan. Biar dibereskan kebijakannya mau diapain. Saya keluarkan secepatnya. Uangnya ada," imbuhnya.

baca juga

Purbaya juga menyinggung soal tudingan Menkes Budi Gunadi Sadikin yang mengklaim pencairan anggaran lambat karena Kemenkeu tidak punya uang. Ia memastikan Pemerintah masih memiliki kas negara.

"Jadi tadi Menteri Kesehatan klaim katanya uangnya lambat gara-gara mereka curiga saya enggak punya uang. Uang saya banyak. Tahun lalu saja Rp 270 triliun cash. Ya bisa dipakai itu. Tapi di luar anggaran ya. Jadi kalau dalam cash, isi cash, enggak ada masalah. Anda minta saya kasih," timpal dia.

Lebih lanjut Purbaya mewanti-wanti pelaksana program BPJS Kesehatan agar membereskan masalah dengan lebih jelas. Ia memastikan Pemerintah mendukung program kesehatan.

"Kami siap mendukung program ini dengan sepenuh hati, asal clear. Jangan sampai saya bayar terus enggak jelas uangnya dipakai apa," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Sentil Dirut BPJS Kesehatan Imbas Gaduh PBI JKN: Image Jelek, Pemerintah Rugi

Purbaya Sentil Dirut BPJS Kesehatan Imbas Gaduh PBI JKN: Image Jelek, Pemerintah Rugi

Bisnis | Senin, 09 Februari 2026 | 14:42 WIB

Status BPJS Kesehatan 11 Juta Warga Diklaim Aktif Otomatis Pekan Depan

Status BPJS Kesehatan 11 Juta Warga Diklaim Aktif Otomatis Pekan Depan

Bisnis | Senin, 09 Februari 2026 | 14:17 WIB

Purbaya Ungkap Biang Kerok Penonaktifan PBI BPJS Kesehatan yang Diprotes Warga

Purbaya Ungkap Biang Kerok Penonaktifan PBI BPJS Kesehatan yang Diprotes Warga

Bisnis | Senin, 09 Februari 2026 | 14:11 WIB

Geger Data BPJS-PBI Februari 2026, Menkeu: Jangan Bikin Kejutan yang Merugikan

Geger Data BPJS-PBI Februari 2026, Menkeu: Jangan Bikin Kejutan yang Merugikan

News | Senin, 09 Februari 2026 | 14:02 WIB

Cara Mengecek Apakah BPJS PBI Masih Aktif atau Tidak Agar Tetap Bisa Berobat

Cara Mengecek Apakah BPJS PBI Masih Aktif atau Tidak Agar Tetap Bisa Berobat

Lifestyle | Senin, 09 Februari 2026 | 13:49 WIB

Kemensos Temukan Puluhan Juta Warga Miskin Belum Terlindungi PBI JKN

Kemensos Temukan Puluhan Juta Warga Miskin Belum Terlindungi PBI JKN

News | Senin, 09 Februari 2026 | 13:46 WIB

Terkini

Polda Metro Dalami Legalitas Ekskul Menembak Terkait 995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel

Polda Metro Dalami Legalitas Ekskul Menembak Terkait 995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 14:51 WIB

Mengaku Pencinta K-Pop, tapi Gagap saat Berhadapan dengan Kebudayaan Sendiri

Mengaku Pencinta K-Pop, tapi Gagap saat Berhadapan dengan Kebudayaan Sendiri

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 14:51 WIB

3 Bedak Padat untuk Usia 40-an: Bisa Samarkan Kerutan Halus, Makeup Jadi Mulus

3 Bedak Padat untuk Usia 40-an: Bisa Samarkan Kerutan Halus, Makeup Jadi Mulus

Lifestyle | Senin, 10 Agustus 2026 | 14:49 WIB

Pajak EGR Dinilai Bikin Transaksi Emas Elektronik Seret, Airlangga Turun Tangan

Pajak EGR Dinilai Bikin Transaksi Emas Elektronik Seret, Airlangga Turun Tangan

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 14:48 WIB

Polisi Klaim 995 Pistol di Ruang Kerja Eks Ketua Yayasan Sekolah Jaksel Bukan Senpi

Polisi Klaim 995 Pistol di Ruang Kerja Eks Ketua Yayasan Sekolah Jaksel Bukan Senpi

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 14:46 WIB

Kalau Standarnya Cuma "Daripada Dikorupsi", Semua Program Terlihat Bagus

Kalau Standarnya Cuma "Daripada Dikorupsi", Semua Program Terlihat Bagus

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 14:45 WIB

Bursa Kripto CFX10 Melesat, Bitcoin dan Ethereum Naik

Bursa Kripto CFX10 Melesat, Bitcoin dan Ethereum Naik

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 14:44 WIB

Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan

Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan

Sulsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 14:44 WIB

Kala Lapar Bertemu Deadline Kerjaan Tanpa Ampun, Lahirlah Kutukan 'Hangry'

Kala Lapar Bertemu Deadline Kerjaan Tanpa Ampun, Lahirlah Kutukan 'Hangry'

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 14:39 WIB

Pemerintah Ubah Sebutan Pemulung Jadi 'Pemilah Sampah', Bakal Jadi Profesi Terlindungi

Pemerintah Ubah Sebutan Pemulung Jadi 'Pemilah Sampah', Bakal Jadi Profesi Terlindungi

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 14:38 WIB

×