SuaraBandungBarat.id- Lahan persawahan di Kampung Sirnagalih RW 20, Desa Ciptaharja, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat tersapu banjir bandang pada Minggu (19/3/2023) malam.
Akibatnya para petani di kawasan tersebut terancam gagal panen dan harus merugi lantaran 2 hektar sawah milik warga hancur terbawa banjir bandang.
Seorang petani Entin Rostini (50) merasa terpukul dengan peristiwa yang dialaminya tersebut. Selain sawah, kolam ikan miliknya pun hancur terbawa banjir bandang.
"Padi dan ikan emas yang siap panen habis semua disapu banjir. Padi tinggal sepekan lagi panen, kalau ikan nanti Lebaran dijual. Semuanya habis dalam semalam," katanya, Senin (20/3/2023).
Ia menambahkan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 23.00 WIB usai hujan deras menerjang kawasan tersebut dalam waktu yang cukup lama.
"Hujan itu, mengakibatkan tanggul penahan air sungai jebol dan masuk ke lahan pertanian. Tak cuma tanggul sungai, dua tanggul jalan menuju masjid Izharul Huda rusak tak bisa dilalui warga," katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, akibat bencana tersebut dirinya mengalami kerugian jutaan rupiah lantaran kolam ikan dan sawahnya tersebut rusak parah.
"Kemarin modal beli bibit ikan Rp3 juta kalau ongkos produksi sawah Rp2 juta. Sekarang semua yang ditanam gak bisa diandalkan. Paling padi yang yang tersisa gak rusak," tandasnya.
Sementara itu, Ketua RW 20 Abdul Majid menjelaskan, kawasan tersebut memang langganan banjir tiap tahun lantaran tanggul sungai belum dibuat permanen.
"Memang langganan banjir. Ini karena tanggul masih tanah merah belum dibuat tembok penahan tanah (TPT)," katanya.
Ia menegaskan, sebelumnya warga setempat telah melakukan perbaikan tanggul yang jebol secara swadaya oleh masyarakat.
"Kita ingin ada perhatian dari pemerintah, tolong diperhatikan karena dampaknya cukup besar bagi warga. Bisa dibilang ini mata pencaharian. Jadi sangat diperlukan pengerasan tanggul, selama ini hanya menggunakan bambu, jadi jebol lagi," pungkasnya. (*)