SuaraBandungBarat.id - Irjen Karyoto ternyata pernah kerja di divisi ini, beginilah biodata profil Kapolda Metro Jaya yang baru.
Beberapa bawahannya kembali diputasi oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, kali ini menyasar nama-nama pejabat teras di Korps Bhayangkara.
Pati Polri yang baru dimutasi adalah Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran, ia telah ditunjuk oleh Kapolri menjadi Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Polri.
Surat telegram rahasia nomor ST/714/III/KEP//2023 tertanggal 27 Maret 2023 yang ditandatangani langsung oleh Wakapolri, Komjen Gatot Eddy Pramono, memuat informasi tersebut.
“Irjen Pol Dr Mohammad Fadil Imran, SIK, M.Si. NRP 68080522 Kapolda Metro Jaya diangkat dalam jabatan baru sebagai Kabaharkam Polri,” tulis poin kedua telegram tersebut seperti yang dikutip pada Rabu (29/3/2023).
Maka, siapa pengganti Fadil Imran di Polda Metro Jaya? Kapolri memilih Irjen Karyoto yang sebelumnya bertugas sebagai Deputi Penindakan KPK untuk mengisi posisi yang ditinggalkan.
Berikut profil singkat Irjen Karyoto Kapolda Metro Jaya yang baru:
Irjen Karyoto sejak 14 April 2020 menjabat sebagai Deputi Penindakan KPK. Lulusan Akpol 1990 yang berpengalaman di bidang reserse ini lahir pada Oktober 1968.
Pada awal 2021, nama Irjen Karyoto sempat mencuat dan beredar kabar bahwa ia akan dipromosikan menjadi Kabareskrim. Namun, kenyataannya hal itu tidak terjadi.
Sebelum dipindahkan tugas ke komisi antirasuah, Irjen Karyoto pernah menjabat sebagai Direktur Analis Pemutus Jaringan Internasional BNN pada 2016.
Ia juga pernah menjabat sebagai Wakapolda Sulut pada tahun 2018 dan Wakapolda DIY pada tahun 2019. Pada tahun 2010, 2015, dan 2018, Irjen Karyoto pernah bekerja di Bareskrim Polri.
Selama menjabat sebagai Deputi Penindakan KPK, Irjen Karyoto telah menangani sejumlah kasus, termasuk kasus korupsi izin ekspor benih lobster yang melibatkan Menteri KKP, Edhy Prabowo, hingga kasus korupsi Bansos Covid-19.
Selain itu, ia juga terlibat dalam penanganan kasus dugaan korupsi pengadaan tanah PD Sarana Jaya di Munjul Jakarta Timur, yang masih berproses hingga saat ini.
Sumber: Suara.com