Mampu Serap Banyak Karbon, Lahan Gambut Jadi Fokus Penelitian Global Untuk Perkuat Kebijakan

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:45 WIB
Mampu Serap Banyak Karbon, Lahan Gambut Jadi Fokus Penelitian Global Untuk Perkuat Kebijakan
Potret Lahan Gambut (Pexels/ Lauri Poldre)

Suara.com - Dalam upaya mitigasi perubahan iklim, lahan gambut dinilai memiliki peran penting yang kerap luput dari perhatian. Meski hanya mencakup sekitar 3 persen permukaan daratan dunia, ekosistem ini mampu menyimpan karbon dua kali lebih banyak dibandingkan seluruh hutan di dunia.

Namun, keberadaan gambut kini semakin rentan akibat perubahan iklim, alih fungsi lahan, hingga kebakaran hutan. Kondisi tersebut mendorong lahirnya studi global terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Communications Earth & Environment pada April 2026 dengan melibatkan 467 pakar internasional untuk merumuskan berbagai pertanyaan riset terkait lahan gambut.

Konservasi Alam Nusantara berharap penelitian tersebut dapat menjadi dasar penguatan ilmu pengetahuan sekaligus mendorong lahirnya kebijakan perlindungan dan restorasi gambut yang lebih efektif di berbagai negara.

Dilansir dari Pantau Gambut pada 7 Mei 2026, Indonesia sendiri memiliki kawasan gambut tropis terluas di dunia dengan luas mencapai 13,43 juta hektare yang tersebar di Sumatera, Kalimantan, dan Papua.

 

Potret Peneliti Yayasan Konservasi Alam Nusantara di Lahan Gambut Kalimantan Barat  (Dok.pribadi/Yayasan Konservasi Alam Nusantara)
Potret Peneliti Yayasan Konservasi Alam Nusantara di Lahan Gambut Kalimantan Barat (Dok.pribadi/Yayasan Konservasi Alam Nusantara)

Salah satu peneliti yang terlibat dalam studi tersebut, Prof. Gusti Z. Anshari, menilai dunia masih kekurangan pengetahuan mendasar mengenai cara ekosistem gambut merespons perubahan iklim.

“Dunia masih kekurangan pengetahuan mendasar mengenai bagaimana ekosistem gambut merespons perubahan iklim, bagaimana memulihkannya secara efektif, serta bagaimana melindunginya tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat lokal dan masyarakat adat,” ujarnya.

Dalam kondisi sehat dan jenuh air, gambut mampu mengunci karbon selama ribuan tahun. Namun saat mengalami pengeringan akibat aktivitas manusia atau kebakaran, gambut justru berubah menjadi salah satu sumber emisi gas rumah kaca terbesar.

Melalui penelitian global ini, para ilmuwan mencoba memetakan berbagai persoalan gambut, mulai dari aspek ekologi, hidrologi, biogeokimia, hingga ilmu sosial. Penelitian juga akan difokuskan pada pemetaan distribusi gambut global dan pemanfaatan teknologi untuk memperkuat sistem pemantauan gambut di berbagai wilayah dunia.

Konservasi Alam Nusantara menilai hasil penelitian tersebut dapat menjadi pijakan penting dalam menyusun kebijakan perlindungan gambut yang lebih berbasis data dan berkelanjutan di tengah ancaman krisis iklim global.

baca juga

Penulis: Natasha Suhendra

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ubah Sampah Makanan Jadi Aksi Iklim: Jejak Food Cycle Indonesia Tekan Emisi dari Limbah Pangan

Ubah Sampah Makanan Jadi Aksi Iklim: Jejak Food Cycle Indonesia Tekan Emisi dari Limbah Pangan

Lifestyle | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:45 WIB

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:35 WIB

Benarkah Internet Kita Menyumbang Jejak Karbon Tertinggi di Luar Angkasa?

Benarkah Internet Kita Menyumbang Jejak Karbon Tertinggi di Luar Angkasa?

Your Say | Selasa, 05 Mei 2026 | 09:23 WIB

Terkini

7 Trik Bertahan dengan HP Memori 64 GB agar Tidak Gampang Penuh dan Lemot

7 Trik Bertahan dengan HP Memori 64 GB agar Tidak Gampang Penuh dan Lemot

Tekno | Rabu, 12 Agustus 2026 | 13:04 WIB

Cara Menentukan Shade Cushion Sesuai Undertone Kulit Indonesia

Cara Menentukan Shade Cushion Sesuai Undertone Kulit Indonesia

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 13:03 WIB

Menteri LH Sentil World Bank buntut Tarik Dana Iklim 70 Juta USD dari Jambi

Menteri LH Sentil World Bank buntut Tarik Dana Iklim 70 Juta USD dari Jambi

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 13:03 WIB

Promo HUT RI ke-81: Tiket Kereta Diskon 17 Persen, Naik KRL dan LRT Cuma Rp 8

Promo HUT RI ke-81: Tiket Kereta Diskon 17 Persen, Naik KRL dan LRT Cuma Rp 8

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 13:02 WIB

Cara Memaksimalkan Layar Galaxy Z Fold8, Jadi Lebih Optimal

Cara Memaksimalkan Layar Galaxy Z Fold8, Jadi Lebih Optimal

Sumut | Rabu, 12 Agustus 2026 | 13:01 WIB

Desa Wlahar Mendadak Sibuk, TPU Radius 300 Meter Dijaga Aparat saat Ekshumasi Sutrimo

Desa Wlahar Mendadak Sibuk, TPU Radius 300 Meter Dijaga Aparat saat Ekshumasi Sutrimo

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 13:00 WIB

Ulasan Film Tarung Sarung: Legenda Pertarungan Pusaka Para Ksatria Makassar

Ulasan Film Tarung Sarung: Legenda Pertarungan Pusaka Para Ksatria Makassar

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 13:00 WIB

Febrie Adriansyah Bantah Sutrimo Berstatus Karumga, Tugasnya Lebih Sering Menjaga Rumah Kosong

Febrie Adriansyah Bantah Sutrimo Berstatus Karumga, Tugasnya Lebih Sering Menjaga Rumah Kosong

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 12:56 WIB

30 Kata-Kata Ucapan Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia yang Benar untuk HUT Ke-81 RI

30 Kata-Kata Ucapan Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia yang Benar untuk HUT Ke-81 RI

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 12:55 WIB

MBG Diharapkan Bisa Tingkatkan Harga Telur dan Ayam di Tingkat Peternak

MBG Diharapkan Bisa Tingkatkan Harga Telur dan Ayam di Tingkat Peternak

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 12:53 WIB

×