SuaraBandungBarat.id - Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) melakukan sosialisasi terkait Rancangan Undang-Undang Paten & Desain Industri, Undang-Undang KUHP serta layanan Kemenkumham di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung pada Rabu (5/3/2023).
Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Prof. Dr. Edward O.S. Hiariej, S.H.,M.Hum mengatakan jika kegiatan Kumham Goes To Campus ini sesuai dengan arahan Presiden agar dapat berdialog dengan masyarakat, terutama kalangan mahasiswa.
Namun, dalam sosialisasi tersebut terjadi hal menarik sebagaimana kami kutip dalam postingan Instagram @lambenyauinbdg, di mana banyak mahasiswa melakukan aksi dengan membentangkan poster-poster penolakan terhadap beberapa pengesahan UU yang dinilai bertentangan dengan keinginan rakyat kebanyakan.
Dalam postingan tersebut dibubuhkan juga narasi bahwa keterangan bahwa mahasiswa UIN Bandung menolak UU KUHP yang baru.
"Dengan kedatangan Wamenkumham RI, Eddy Hiariej dalam agenda Sosialisasi KUHP ke Kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Aliansi Mahasiswa UIN Bandung dengan tegas (tetap) menolak KUHP baru, penolakan ini secara langsung dilakukan didepan Wamenkumham RI, Eddy Hiariej," tulis akun tersebut.
Selain itu, akun tersebut juga memaparkan tentang aksi demonstrasi yang pernah dilakukan namun ternyata terdapat aksi represif dari pihak keamanan.
"Ingatkah kita semua saat Bandung menjadi lautan api 15 Desember 2022 lalu? 21 bom molotov dan 34 massa aksi yang ditahan menjadi simbol penolakan terhadap KUHP Baru," paparnya.
Diwartakan pula jika aksi membentangkan poster tersebut sebagai bentuk tegas Aliansi Mahasiswa UIN Bandung dalam menolak pengesahan UU KUHP.
"Dengan membentangkan 8 banner penolakan dan meneriakan narasi penolakan secara bergantian di aula Anwar Musaddad UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Aliansi Mahasiswa UIN Bandung menyatakan sekali lagi bahwa kami tetap tegas menolak KUHP Baru," tegas akun tersebut.
Baca Juga: Manchester United vs Brentford: Pulih dari Cedera, Christian Eriksen Bisa Main Lawan Mantan?
Belum ada berita lanjutan dari pihak kementerian hukum dan hak asasi manusia terhadap aksi penolakan oleh segenap mahasiswa UIN Bandung tersebut. (*)
Sumber: Instagram @lambenyauinbdg