- Massa demonstran terlibat bentrokan fisik dengan aparat kepolisian di sekitar Stadion Azteca menjelang rangkaian kegiatan Piala Dunia 2026.
- Demonstran melemparkan batu dan petasan ke arah petugas saat mencoba menembus barikade pengamanan di beberapa akses stadion.
- Aparat antihuru-hara berhasil membubarkan massa dan mengendalikan situasi, meskipun penjagaan ketat tetap dilakukan di area stadion tersebut.
Suara.com - Bentrokan terjadi antara massa pendemo dan aparat kepolisian terjadi di sekitar Stadion Azteca jelang rangkaian kegiatan Piala Dunia 2026.
Insiden ini terjadi saat pengamanan diperketat untuk mengantisipasi lonjakan penonton di area stadion.
Kelompok demonstran dilaporkan mendekati sejumlah titik akses, termasuk Pintu 1, 2, 8, dan 11.
Ketegangan meningkat ketika massa mencoba menembus barikade polisi di beberapa titik, termasuk di Avenida del Imán.
Dalam rekaman yang beredar, terlihat sejumlah orang melempar batu, petasan, hingga pagar besi ke arah petugas Secretaría de Seguridad Ciudadana.
Aparat antihuru-hara kemudian bergerak maju untuk membubarkan massa dan mengamankan perimeter stadion.
Aksi saling dorong dan benturan fisik tak terhindarkan saat polisi berupaya mengendalikan situasi.
Laporan dari Publimetro, juga menyebut adanya serangan petasan terhadap petugas di area Pintu 8.
Di titik lain, aparat tambahan dari kepolisian dikerahkan untuk memperkuat pengamanan dan mencegah massa mencapai akses utama stadion.
Situasi sempat memanas sebelum akhirnya berangsur terkendali.
Aksi tersebut disebut terkait demonstrasi mahasiswa yang berhasil mendekati area stadion meski ada pengamanan ketat.
Sejumlah pihak menuding aparat bertindak berlebihan, sementara laporan resmi menyebut tindakan dilakukan untuk meredam kekerasan.
Hingga kini belum ada informasi resmi terkait jumlah korban luka atau penangkapan.
Aparat masih bersiaga di sekitar stadion untuk mengantisipasi potensi kericuhan lanjutan.