SUARA BANDUNG BARAT- Keluarga Anang Hermansyah dan keluarga Halilintar masih menjadi sorotan publik, terutama tentang hubungan antara Geri Faruk dan Aurel Hermansyah yang merupakan seorang menantu dan mertua.
Kabar terbaru menyebut jika Geni Faruk disindir oleh Aurel Hermansyah dengan sebutan bodoh yang membuat ibunda Atta Halilintar tersebut menangis.
Berita ini disampaikan oleh salah satu video yang diunggah oleh salah satu kanal YouTube Vemi Liar yang berjudul, "Ngeri!! Buntut Katai Aurel Wanita Ceroboh Geni Faruk Menangis saat Di Sindir Aurel Mertua Bodoh?".
Video tersebut dibubuhi dengan memperlihatkan foto Geni Faruk, Aurel, Anang Hermansyah dan Ashanty.
Selain itu terdapat narasi yang mengklaim jika Ashanty mengklarifikasi kondisi janin Aurel. Lebih tepatnya narasi video tersebut berbunyi, "Ashanty Klarifikasi Kondisi Janin Aurel Katai Aurel Wanita Ceroboh Geni Faruk Menangis Aurel Kata Geni Faruk Mertua Tak Punya Hati,".
Sampai berita ini ditulis, video tersebut kurang lebih sudah disaksikan hampir 6.000 kali penayangan. Menandakan bahwa banyak warga beratensi tinggi terhadap video ini.
Meskipun tingkat kebenaran videonya masih diragukan.
Lantas, kami pun melakukan penelusuran terhadap kebenaran klaim video berdurasi 3 menit 45 detik tersebut dan menemukan terdapatnya ketidaksesuaian antara sampul video, isi dan judul video.
Ternyata, video tersebut hanya memperlihatkan beberapa foto Aurel Hermansyah dan sang mertua, Geni Faruk.
Baca Juga: Kepulan Asap Hitam Pekat, Booster 77 Pertamina di Banyuasin Terbakar
Dari awal video, narator hanya menyampaikan perayaan ulang tahun pernikahan anaknya, Atta Halilintar dengan Aurel Hermansyah.
Setelah itu, taburan kejutan romantis yang disampaikan Atta Halilintar kepada sang istri. Dan tidak disebutkan sama sekali bahwa Geni Faruk disindir oleh Aurel Hermansyah.
Maka berdasarkan hasil penelusuran cek fakta ini, dapat kemudian ditarik kesimpulan jika video yang mengklaim Geni Faruk disindir oleh sang menantu hingga menangis adalah berita yang hoaks dan mengandung informasi menyesatkan. (*)