Jika seseorang berada di dalam kondisi pikiran yang menyenangkan, genit, lucu, merangsang, dapat dipercaya, dan penuh cinta, kemudian pasangannya menggelitikinya, maka hal ini dapat mengarah ke arah aktivitas seks yang positif.
Namun apabila seseorang berada di tengah pertengkaran lalu digelitiki pasangan maka akan menimbulkan perasaan jengkel.
Padahal, diberi rangsangan yang sama persis namun pada kondisi emosional yang berbeda sehingga otak menginterpretasikan secara berlawanan.
”Pasangan yang berhasil mempertahankan koneksi seksual yang kuat dalam jangka waktu yang lama bukanlah pasangan yang secara konstan tidak bisa menunggu untuk memasukkan lidah mereka ke dalam mulut satu sama lain, tetapi pasangan yang tahu cara untuk secara bersama-sama membuat sebuah konteks yang memungkinkan otak mereka memiliki akses pada pleasure,” jelas Dr. Emily Nagoski, PhD.
Melakukan aktivitas seksual dengan pasangan lebih mudah ketimbang membicarakan hal tersebut dengan orang yang sama, namun jika ingin memiliki pengalaman erotis yang memuaskan, maka seseorang perlu mengenal dirinya dan pasangannya dengan baik.
Apa yang berlaku untuk dirinya dan hal-hal yang berlaku untuk pasangannya dalam seksualitas perlu dikomunikasikan secara terbuka.(*)
Sumber: YouTube Big Think