SUARA BANDUNG BARAT - Bandung menjadi salah satu kota yang sering dijadikan tempat wisata bersama dengan kota-kota lainnya yang menjadi favorit. Di kota ini, terdapat banyak universitas, museum, tempat wisata, kemacaten yang begitu memuakan hingga tentunya makanan dan orang-orangnya yang dikenal ramah serta jenaka.
Bahkan banyak yang menyebut, Bandung tidaklah ngangeninnya dengan Jogja. Tak heran, jika penulis sekaligus musisi Pidi Baiq menyebut bahwa Bandung bukan cuma masalah geografis saja, jauh lebih dari itu ia melibatkan perasaan.
Setiap tempat tentu mempunyai kesannya tersendiri, menetap atau pun hanya bersinggah, ia akan tetap menyimpan kenangan dan kerinduannya tersendiri. Tak heran jika banyak kemudian musisi yang membuatkan lagu tentang Bandung.
Berikut adalah 3 rekomendasi lagu yang menceritakan Bandung.
1. Dan Bandung - Pidi Baiq
Jika kamu rindu terhadap kota kembang ini, barangkali lagu dari Pidi Baiq bisa menjadi salah satu untuk sedikit meredakan rindu yang menguap itu.
Gak afdal rasanya jika rindu Bandung tetapi nggak mendengarkan lagu dari Imam besar The Panas Dalam tersebut.
Berikut adalah lirik lagu Dan Bandung - Pidi Baiq :
Dan Bandung
Bagiku bukan cuma
Urusan wilayah
Belaka
Lebih jauh dari itu
Melibatkan perasaan
Yang bersamaku
Ketika sunyi
Dan Bandung
Bagiku bukan cuma
Masalah geografis
Lebih jauh dari itu
Melibatkan perasaan
Yang bersamaku
Ketika sunyi
Mungkin saja
Ada tempat
Yang lainnya
Ketika 'ku berada di sana
(Di sana ku berada)
Akan tetapi
Perasaanku sepenuhnya
Ada di Bandung
Yang bersamaku
Ketika itu
Yang bersamaku
Ketika rindu
Yang bersamaku
Ketika sunyi
2. Aku Enggan ke Bandung Bila Kau Tak Ada - Adhitia Sofyan
Lagu indie yang dikemas begitu sendu ini diciptakan oleh Adhitia Sofyan, penyanyi yang khas dengan suaranya yang syahdu dan menenangkan.
Menceritakan tentang seseorang yang tidak mau pergi ke Bandung karena memiliki kenangan selain itu juga karena orang yang dicintainya sedang tidak berada di sana.
Berikut adalah lirik lagu dari Adhitia Sofyan :
Aku enggan ke Bandung bila kau tak ada
Untuk apa aku menyiksa diri sendiri?
Aku enggan ke Bandung bila kau tak ada
Untuk apa aku membunuh diri sendiri?
Setiap sudut menyimpan namamu
Detak-detik menggambar wajahmu
Akankah waktu mengulangnya lagi?
Kutunggu saat kau pulang kembali
Aku enggan ke Bandung bila kau tak ada
(Ku enggan ke Bandung, enggan ke Bandung)
Untuk apa aku menyiksa diri sendiri?
(Ku enggan ke Bandung, enggan ke Bandung)
Aku enggan ke Bandung bila kau tak ada
(Ku enggan ke Bandung, enggan ke Bandung)
Untuk apa aku membunuh diri sendiri?
(Ku enggan ke Bandung, enggan ke Bandung)
Setiap sudut menyimpan namamu
Detak-detik menggambar wajahmu
Akankah waktu mengulangnya lagi?
Kutunggu saat kau pulang kembali
Aku enggan ke Bandung bila kau tak ada
(Ku enggan ke Bandung, enggan ke Bandung)
Untuk apa aku menyiksa diri sendiri?
(Ku enggan ke Bandung, enggan ke Bandung)
Aku enggan ke Bandung bila kau tak ada
(Ku enggan ke Bandung, enggan ke Bandung)
Untuk apa aku membunuh diri sendiri?
(Ku enggan ke Bandung, enggan ke Bandung)
Setiap sudut menyimpan namamu
Detak-detik menggambar wajahmu
Akankah waktu mengulangnya lagi?
Kutunggu saat kau pulang kembali.
3. Bandung - Doel Sumbang
Bagi kamu yang senang dengan lagu-lagu lawas, lagu dari Doel Sumbang penyanyi sekaligus musisi asal Bandung ini telah mengabadikan dirinya melalui karyanya.
Berikut adalah lirik lagu Bandung dari Doel Sumbang :
Ari imut-imut Bandung
Kota diriung ku gunung
Dikantun montel katineung
Paanggang muntang kamelang
Ari layung-layung Bandung
Kahibaran seneu gunung
Mangsa tandang makalangan
Najeurkeun kamerdekaan
Ari duyun-duyun Bandung
Dibelaan heurin ku tangtung
Bongan dilak-dilak bentang
marakbak lampu baranang
Ari pamor-pamor Bandung
Nembus wates gunung-gunung
Sumirat maratan jagat
Katelah kota sahabat
Bandung dilingkung gunung
Bandung sumirat maratan jagat.
Nah, itu saja yang dapat admin sampaikan tentang 3 rekomendasi lagu yang menceritakan tentang Bandung, tentunya setiap karya mempunyai latar dan maknya sendiri sebagai penikmat kita juga mempunyai kewenangan untuk menginterprestasikan dan memaknainya sendiri-sendiri. (*)