SuaraBandungBarat.Id – Tidak lama lagi umat muslim merayakan hari kemenangannya, setelah selama satu bulan penuh menahan rasa lapar dan haus ketika Ramadhan dengan melaksanakan Idul Fitri, termasuk takbiran. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika melakukan takbiran. Inilah beberapa kekeliruan yang biasa terjadi pada saat takbir dikumandangkan, diantaranya :
1. Bertakbir dengan Sangat Keras
Bertakbir dengan sangat keras, sangat tidak dianjurkan karena dapat mengganggu orang lain.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Muslim (yang baik) adalah muslim yang tidak mengganggu muslim lainnya dengan lisan dan tangannya,” (Muttafaqun ‘alaih).
Seharusnya ketika saat bertakbir, harus meniatkan ibadahnya dan ikhlas berharap pahala dari Allah SWT.
Maka dari itu bertakbirlah dengan khusyuk, dan menghayati setiap lafadz yang dibaca. Sehingga tidak mengganggu orang lain.
2. Begadang untuk Takbiran dan Melalaikan Sholat Subuh Berjamaah
Diriwayatkan dari Abu Barzah, beliau berkata,
Baca Juga: Tata Cara dan Lafadz Takbiran Idul Fitri 1444 H Sesuai Sunnah
“Rasullullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menyukai tidur sebelum Shalat ‘Isya dan ngobrol-ngobrol setelahnya,” (HR. Al-Bukhari).
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak suka begadang setelah shalat ‘Isya karena beliau sangat ingin melaksanakan shalat malam dan khawatir jika sampai luput dari shalat Subuh berjamaah,” Ibnu Baththal menjelaskan.
3. Melakukan Takbir Berjamaah dengan Cara Dikomando
Takbiran yang sesuai sunnah dilakukan cara sendiri-sendiri dan tidak di komando.
Sebagaimana disebutkan dalam riwayat Anas bin Malik radhiyallahu ta'ala ‘anhu bahwasanya para sahabat ketika bersama Nabi SAW pada saat takbir, ada yang sedang membaca “Allahu Akbar”, ada yang sedang membaca “Laa ilaaha illallah”, dan satu sama lain tidak saling menyalahkan. (Musnad Al-Imam Asy-Syafi’i, 909).
Berikut beberapa kekeliruan yang terjadi pada saat takbir, semoga bisa diterapkan saat nanti Hari Raya Idul Fitri tiba. Semoga bermanfaat. (*)