SuaraBandungBarat.id - Benarkah Presidon Joko Widodo alias Jokowi menangis saat melihat Sha Wang dioperasi? cek faktanya di sini.
Seperti diketahui, Sha Wang merupakan anak penyandang disabilitas keturunan Taiwan yang dibawa Siti Aisah ke Indonesia.
Sha Wang merupakan anak dari mantan majikan Siti Aisah ketika menjadi tenaga kerja wanita (TKW) yang memutuskan untuk mengurusnya.
Siti membawa Sha Wang ke kampung halamannya di Desa Kamojing, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Disebutkan juga keluarga Sha Wang telah menyetujuinya karena memang anak tersebut tidak bisa lepas dari pengasuhnya.
Banyak orang merasa simpati dengan kisah yang dialami Sha Wang hingga dirinya dibawa Siti ke Indonesia.
Hingga baru-baru ini muncul video yang mengklaim bahwa Presiden Jokowi juga sempat menjenguk Sha Wang di rumah sakit.
Disebutkan jika Presiden Jokowi menangis melihat kondisi Sha Wang yang harus dioperasi dalam keadaan kritis.
Informasi tersebut diunggah oleh pemilik kanal Youtube ASIK GOSIB dalam sebuah video berjudul 'Usai Dilarikan Ke RS, Sha Wang Mendadak Di Operasi, Dan Tangis Haru Presiden Jokowi Dan Siti Petcah'.
Baca Juga: Diogo Jota: Liverpool Akan Berjuang untuk Gelar Musim Depan
"LIVE: DETIK-DETIK SHA WANG KRITIS SAAT DIOPERASI.!!," keterangan yang tertulis dalam thumbnail video tersebut.
"SUASANA TANGIS HARU PRESIDEN JOKOWI DAN SITI PETCAH TAK TERBENDUNG SAAT MELIHAT SHA WANG MENDADAK DI OPERASI DENGAN KEADAAN KRITIS," keterangan lanjutannya.
Namun setelah ditonton, dalam video tersebut tidak ada informasi dan bukti yang akurat tentang kebenaran bahwa Presiden Jokowi menangis melihat Sha Wang yang mendadak dioperasi dengan keadaan kritis.
Dengan demikian, video tersebut dapat dikategorikan ke dalam informasi bohong atau hoaks alias tidak benar.
Disclaimer: Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta bandungbarat.suara.com (Suara Network Jabar) mitra suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].(*)