SUARABANDUNGBARAT - Pulau Jawa, Indonesia, dikenal dengan keindahan gunung-gunungnya yang mempesona.
Namun, tak selamanya cerita pendakian di sana berjalan mulus. Ada kisah yang menggegerkan, tentang pengalaman mencekam seorang pendaki gunung yang harus berhadapan dengan hal-hal mistis dan ganjil.
Mas Cleo, pendaki berpengalaman, yang membagikan cerita horor yang tak terlupakan saat mendaki Gunung Sumbing di Wonosobo, Jawa Tengah.
"Awalnya, saya dan teman saya, Mas Yanto, berniat mendaki Gunung Sumbing hanya berdua. Kami berangkat dengan semangat, namun seiring perjalanan, kami mulai merasakan hal aneh," ungkap Mas Cleo dilansir dari Youtube Malam Mencekam.
Mas Cleo menceritakan kronologi perjalanan mereka yang mendebarkan.
"Kami berangkat dari rumah Mas Yanto, dua orang dengan semangat untuk menaklukkan Gunung Sumbing. Tujuan awal kami adalah untuk sekadar bersenang-senang dan hiburan. Sebelumnya, saya sudah sering mendaki, dan saya berencana ingin mendaki semua gunung di Jawa Tengah," jelas Mas Cleo.
Mas Cleo juga menceritakan bahwa sebelum bergabung dengan komunitas pendaki, dia dan temannya sering berangkat berdua atau bertrio. Namun, rencana mendaki Gunung Sumbing ini memiliki nuansa yang berbeda.
"Kami memilih hari Sabtu untuk mendaki dan memulai perjalanan dari Semarang. Kehadiran kami di Gunung Sumbing hanya berdua dari Semarang, tujuannya lebih pada hiburan daripada prestasi. Saya memang suka mendaki, jadi rencana ini adalah bagian dari hasrat saya untuk mendaki gunung di Jawa Tengah," tutur Mas Cleo.
Mereka berdua pun tiba di Gedung Sumbing dengan semangat yang tinggi. Namun, suasana menjadi mencekam ketika mereka sampai di puncak Gunung Sumbing.
"Kami tiba di sana pada sore hari sebelum maghrib. Kami istirahat sebentar di basecamp, dan saat itu saya melihat sesosok cewek sendirian. Dia duduk di sana seorang diri, dan saya merasa aneh. Kok berani sekali naik sendirian, pikir saya saat itu," ujar Mas Cleo.
Ketika mereka berdua melanjutkan perjalanan, kejadian yang tidak bisa dijelaskan dengan nalar mulai terjadi.
"Setelah Maghrib, kami melanjutkan perjalanan. Tiba-tiba, saya melihat cewek yang tadi tiba-tiba sudah berada di depan kami. Saya heran, kok dia bisa sampai di sana dengan begitu cepat. Saya ceritakan kejadian itu pada teman saya, namun dia tidak melihatnya. Hal itu membuat saya semakin merasa aneh," jelas Mas Cleo.
Kejadian mistis ini membuat mereka bertemu dengan pendaki lain yang sedang istirahat di Pos 4.
Mereka adalah sekelompok mahasiswa dari Bandung yang juga tengah mendaki Gunung Sumbing.
"Kami akhirnya berkenalan dengan mereka dan bergabung bersama. Setelah itu, perjalanan kami bersama menjadi semakin aneh dan menegangkan," ungkap Mas Cleo.
Saat mereka mendekati Pos 5, Mas Cleo merasakan aroma-aroma yang tidak biasa.
"Aroma yang tercium seperti bunga kenanga yang kemudian berubah menjadi bunga semboja. Hal ini membuat saya merasa tidak nyaman," kata Mas Cleo.
Ketika mereka beristirahat di Pos 5, kejadian mencekam berlanjut.
"Mbak Bunga, salah seorang pendaki wanita dari rombongan Bandung, tiba-tiba berhenti. Dia terlihat pucat dan mengatakan ingin pipis. Kami akhirnya mendampinginya mencari tempat buang air kecil, namun hal yang tak terduga terjadi setelah itu," ujar Mas Cleo.
Mbak Bunga, yang sebelumnya terlihat segar, mendadak menghilang. Mereka mencari ke segala penjuru, namun tidak berhasil menemukannya.
"Kami mencari-cari, namun Mbak Bunga tiba-tiba menghilang begitu saja. Keadaan semakin aneh, dan kami merasa ada kekuatan gaib yang ikut campur dalam perjalanan ini," kata Mas Cleo.
Setelah upaya pencarian yang panjang dan sia-sia, akhirnya mereka bertemu dengan pos pendaki lainnya. Mereka melaporkan kejadian yang dialami, termasuk sosok yang tiba-tiba menghilang, kepada pos bawah.
"Pos bawah sudah mengetahui adanya pendaki yang hilang, dan ternyata ada operasi pencarian yang sedang dilakukan. Ini semakin mengonfirmasi bahwa ada sesuatu yang tidak biasa terjadi di Gunung Sumbing," ungkap Mas Cleo.
Mas Cleo dan temannya akhirnya dipulangkan oleh pos bawah, yang memberikan peringatan serius.
"Kami dipulangkan dengan peringatan bahwa kejadian ini bukanlah hal yang biasa. Kami diminta untuk turun segera dan dilarang untuk melanjutkan pendakian. Hal ini membuat saya semakin yakin bahwa ada dunia lain atau alam gaib yang nyata adanya," jelas Mas Cleo.
Mereka pun akhirnya mengambil keputusan bijak untuk tidak melanjutkan pendakian dan turun segera.
"Ini adalah pengalaman yang sangat berkesan dan membuat saya semakin yakin bahwa ada hal-hal di luar nalar manusia yang dapat terjadi di gunung. Kita harus selalu waspada, menghormati alam, dan menghormati aturan-aturan yang ada di gunung," tutup Mas Cleo.(*)