SUARABANDUNGBARAT -Rumah tangga Ari Wibowo dan Inge Anugrah semakin menjadi pusat perhatian publik.
Polemik yang telah sampai ke persidangan kini semakin memanas. Dalam perkembangan terbaru, pihak kuasa hukum Ari Wibowo telah mengungkapkan sebuah foto yang menampilkan Inge Anugrah bersama seorang pria lain.
Namun, pertanyaannya adalah, apakah foto tersebut benar-benar membuktikan dugaan perselingkuhan yang dialamatkan pada Inge Anugrah?
Kuasa hukum dari pihak Inge Anugrah angkat bicara setelah sidang perceraian. Mereka menyatakan bahwa foto yang diperlihatkan tidak dapat membuktikan apa pun terkait dugaan perselingkuhan.
Mereka menekankan bahwa foto tersebut diambil di sebuah tempat makan, tetapi tidak jelas apakah itu di restoran atau tempat lainnya.
"Saya ambil dari sisi manapun kan bisa, orang bisa apa kan jadi. Tapi itu seperti ini lagi makan, tapi kita nggak bisa apa-apa karena memang tidak ada keterangan apapun. Jadi kita hanya lihat bahwa ada foto, tapi tidak ada juga artinya sama sekali karena dari kemarin pembuktian saksi juga tidak menjurus ke pihak ketiga," ungkap kuasa hukum Inge dilansir dari Youtube Hot Shot.
Foto yang menjadi perbincangan tersebut, menurut mereka, hanyalah foto biasa dan belum dapat membuktikan apakah foto itu diedit atau tidak.
Foto tersebut dianggap hanya sebagai alat bukti tambahan, sementara intensitas pertemuan antara Inge Anugrah dengan pria tersebut juga belum membuktikan adanya perselingkuhan yang intens.
"Kalau misalnya intensitas berartikan sering, bisa minggu 1 minggu 5 kali 2 kali kan gitu, tapi ini sama sekali nggak ada membuktikan bahwa keseringan perjumpaan kita ada. Agenda pembuktian itu lebih 4 pertemuan, ya satu pun bukti dari mereka tidak ada yang membuktikan. Hari berbau selingkuh di akhir perkara ini juga tidak pernah membuktikan bahwa tidak ada pihak ketiga," lanjut kuasa hukum.
Baca Juga: Astaga! Inge Anugrah Alami Pecah Pembuluh Darah di Bagian Mata, Beberkan Penyebabnya
Sementara itu, Inge Anugrah sendiri belum memberikan komentar terkait foto tersebut. Kasus ini tetap menjadi perdebatan dan akan terus diikuti oleh publik dalam perkembangan selanjutnya.(*)