Dharma Pongrekun Kritik Respons Pemerintah soal Virus Nipah: Hanya Mengikuti Alarm Global!

Vania Rossa, Lilis Varwati

Selasa, 10 Februari 2026 | 08:51 WIB
Dharma Pongrekun Kritik Respons Pemerintah soal Virus Nipah: Hanya Mengikuti Alarm Global!
Dharma Pongrekun. (Suara.com/Lilis Varwati)
baca 10 detik
  • Dharma Pongrekun mengkritik respons pemerintah Indonesia terhadap isu virus Nipah dinilai lemah secara politik dan moral.
  • Dharma menganggap pemerintah terlalu reaktif mengikuti narasi global tanpa berani membuka ruang untuk menguji kebenaran.
  • Mantan perwira polisi tersebut meyakini isu kesehatan seperti Covid-19 dan Nipah adalah instrumen kekuasaan.

Suara.com - Tokoh politik dan mantan perwira tinggi polisi Dharma Pongrekun mengkritik tata cara pemerintah RI dalam menghadapi isu virus Nipah yang saat ini masih beredar di beberapa negara dan menjadi perhatian global.

Menurutnya, langkah pemerintah Indonesia saat ini tidak berdaulat dan sangat lemah secara politik maupun moral.

“Pemerintah kita lebih terlihat sebagai pengikut alarm global daripada pengambil keputusan yang berdiri di atas kepentingan rakyatnya sendiri,” kata Dharma kepada suara.com, dihubungi Senin (9/2/2026).

Dharma yang dahulu juga menyebut Pandemi Covid-19 sebagai buatan elit global itu kini turut menyatakan kalau virus nipah pun termasuk dalam ‘permainan’ yang sama. Dia tetap meyakini bahwa Covid-19 masih menjadi kejahatan kemanusiaan terbesar abad ini yang dilakukan dengan menggunakan isu kesehatan sebagai alat legitimasi.

“Bukan semata karena virusnya, tetapi karena cara ketakutan diproduksi, kebijakan ekstrem dipaksakan, dan pertanggungjawaban kemudian ditutup rapat,” ujarnya.

Pernyataannya yang dulu sempat dinilai hoaks hingga teori konspirasi, menurutnya kini mulai terbuka ke ruang publik. Salah satunya melalui beredarnya Epstein File yang tertulis di dalamnya kalau pandemi covid-19 telah direncanakan beberapa tahun sebelumnya.

“Fakta bahwa dokumen itu bisa dibuka bukan oleh media, tetapi melalui mekanisme negara, presiden, parlemen, yudikatif, legislatif, dan lembaga investigasi negara adidaya, menunjukkan satu hal penting bahwa kebenaran sering kali ditahan, lalu dibuka hanya ketika sistem itu sendiri mengizinkan,” katanya.

Dari kejadian tersebut, Dharma merasa publik terlalu naif jika masih diminta percaya bahwa tata kelola Covid-19, juga saat ini beredarnya virus nipah, tidak ada kepentingan yang menyertainya,

“Isu kesehatan telah terbukti bisa digunakan sebagai instrumen kekuasaan, dan Covid adalah preseden paling brutalnya. Karena itu, ketika pemerintah Indonesia hari ini kembali merespons isu virus dengan pola lama, cepat, reaktif, mengikuti narasi global, tanpa keberanian membuka ruang tanya, saya melihat potensi pengulangan kejahatan tata kelola yang sama, hanya dengan nama virus yang berbeda,” tuturnya.

baca juga

Menurutnya, kehati-hatian yang sejati bukan berarti ikut panik lebih cepat. Kehati-hatian yang sejati adalah berani menunda kesimpulan, menahan kebijakan, dan membuka ruang uji sampai bukti benar-benar layak dipercaya, bukan sekadar layak diberitakan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dharma Pongrekun Soal Virus Nipah: Setiap Wabah Baru Selalu Datang dengan Kepentingan

Dharma Pongrekun Soal Virus Nipah: Setiap Wabah Baru Selalu Datang dengan Kepentingan

News | Senin, 09 Februari 2026 | 23:22 WIB

Mengenal Virus Nipah (NiV): Bahaya Buah Terkontaminasi dan Cara Mencegah Infeksinya

Mengenal Virus Nipah (NiV): Bahaya Buah Terkontaminasi dan Cara Mencegah Infeksinya

Your Say | Selasa, 03 Februari 2026 | 19:10 WIB

Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan

Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan

News | Senin, 02 Februari 2026 | 20:47 WIB

Terkini

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 21:25 WIB

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Otomotif | Sabtu, 26 September 2026 | 20:54 WIB

Sinopsis 100 Days of Deception: Misi Rahasia di Era Penjajahan Jepang

Sinopsis 100 Days of Deception: Misi Rahasia di Era Penjajahan Jepang

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 20:40 WIB

Buntut Temuan Sel Mewah, Kalapas Cibinong dan 4 Pejabat Resmi Dicopot

Buntut Temuan Sel Mewah, Kalapas Cibinong dan 4 Pejabat Resmi Dicopot

Bogor | Sabtu, 26 September 2026 | 20:18 WIB

Doomscrolling: Antara Kepedulian Sosial dan Rasa Putus Asa yang Mengintai

Doomscrolling: Antara Kepedulian Sosial dan Rasa Putus Asa yang Mengintai

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 20:15 WIB

Evaluasi Problem Ekonomi: AEI Soroti Risiko Fiskal hingga Deforestasi

Evaluasi Problem Ekonomi: AEI Soroti Risiko Fiskal hingga Deforestasi

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 20:10 WIB

Resmi di Indonesia! Redmi Note 17 Pro Max Bawa Baterai Jumbo 10.000 mAh

Resmi di Indonesia! Redmi Note 17 Pro Max Bawa Baterai Jumbo 10.000 mAh

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 20:00 WIB

4 Pore Tightening Toner Atasi Tekstur Kasar dan Bruntusan Kulit Berminyak

4 Pore Tightening Toner Atasi Tekstur Kasar dan Bruntusan Kulit Berminyak

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 19:35 WIB

Demi Penuhi Standar, Kendal Tornado FC Bantu Lampu Stadion Sriwedari Rp 1 Miliar

Demi Penuhi Standar, Kendal Tornado FC Bantu Lampu Stadion Sriwedari Rp 1 Miliar

Surakarta | Sabtu, 26 September 2026 | 19:34 WIB

Dari Kuliner hingga Hiburan, Travel Agent Bandung Mulai Lirik Kawasan Wisata Ini di Ibu Kota

Dari Kuliner hingga Hiburan, Travel Agent Bandung Mulai Lirik Kawasan Wisata Ini di Ibu Kota

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 19:13 WIB

×