SuaraBandungBarat - Banyak pasangan yang ingin memuaskan pasangannya di dalam ranjang. Namun karena berbagai macam faktor mengakibatkan seseorang menjadi susah untuk dapat memuaskan.
Memuaskan pasangan sendiri saat berhubungan intim adalah tujuan mulia, selain dapat mempererat hubungan keluarga dan pernikahan, juga akan membuatnya semakin langgeng.
Dalam usaha melakukan hal itu, kerapkali dilakukan dengan banyak cara, dari yang dinilai lumrah dan jamak sampai pada sesuatu yang dapat dibilang tidak murah.
Banyak laki-laki yang berpikir jika ingin memuaskan seorang perempuan di ranjang adalah dengan memiliki ukuran dan durasi berhubungan badan yang panjang sekaligus lama.
Seorang istri pun, kerapkali berpikiran bahwa dirinya hanya akan puas saat melakukan jima dengan suami ketika Mr. P milik sang suami berukuran panjang dan lumayan besar.
Anggapan lainnya mengatakan bahwa istri hanya akan puas saat berhubungan intim dengan sang suami jika suaminya ganteng atau tampan. Meskipun, ganteng dan tampan adalah relatif. Karena tentunya sang istri akan selalu menganggap suaminya tampan.
Anggapan lain bahkan mengatakan durasi waktu yang lama yang diberikan suami ketika melakukan hubungan badan dengan istrinya akan membuat kepuasan tersendiri bagi sang istri.
Hal ini kemudian dibahas oleh Risman Darmawan dalam salah satu postingan Instagram pribadinya.
Akun @rismandarmawan itu memberikan tips bahwa bukan soal tentang ukuran atau durasi waktu berhubungan badan yang akan memuaskan cewek saat di ranjang.
Baca Juga: INDODAX Short Film Festival 2023 Siapkan Hadiah Sampai Rp 100 Juta, Intip Bocorannya
"Caranya adalah kehebatan cowok di ranjang paling utama bukan ditentukan dari ukuran atau seberapa besar, panjang dan bukan juga dari seberapa gantengnya lo" kata selebgram yang kerap membagikan konten edukasi seks tersebut.
"Tapi, yang paling penting adalah kemampuan lo untuk mendominasi, lo bisa memimpin apa yang lo lakuin, lo pede sama diri lo dan berani apa yang bakal lo lakuin," lanjutnya
"Karena kepuasan tertinggi seorang cewek, terjadi ketika mereka merasa dipimpin, didominasi sekaligus dilindungi" pungkasnya. (*)