SUARA BANDUNG BARAT - Sebagaimana yang diketahui melakukan hubungan seksual dengan seseorang yang memiliki hubungan keluarga atau darah serta gen yang sama akan berakibat fatal jika memiliki keturunan, Dimana sebutan tersebut ialah inses.
Seperti yang diketahui inses merupakan tindakan seksual yang dilakukan ole dua orang yang masih memiliki hubungan darah atau ikatan keluarga.
Sehingga jika hal tersebut terjadi maka berdampak buruk pada keturunannya dan berpotensi besar mengalami kecacatan dan gangguan psikologis.
Sebagaimana dr Boyke menjelaskan bahwa anak hasil hubungan sedarah akan alam hal itu.
"Anak hasil inses juga berpotensi besar mengalami kecacatan dan gangguan psikologis," ungkap dr Boyke.
Sebagaimana dr Boyke ungkapkan bahwa 52 persen anak dari ubungan inses akan alami kecacatan secara genetik.
"Maka jika terjadi kehamilan maka yang dihasilkan anak-anak 'cacat secara genetik, 52 persen," jelasnya.
Dimana inses sendiri merupakan pernikahan yang masih ada kesamaan gen dalam ikatan keluarga.
Sehingga jika dalam hubungan tersebu memiliki keturunan maka akan ada gen-gen yang jelek yang disebut dalam dunia kedokteran gen yang resesif atau gen yang lemah.
"Kalau kita menika dengan orang yang terdekat, gen-gen yang jelek akan keluar bagi seseorang yang melakukan inses." ungkap dr Boyke.
"Dimana dalam dunia kedokteran disebutnya gen yang resesif atau gen yang lemah" jelasnya.(*)