SUARA BANDUNG BARAT - Berhubungan intim bagi pasangan yang telah menikah merupakan hak dan kewajiban.
Namun, adakalanya wanita merasa takut yang diberikan kurang memuaskan.
bandungbarat.suara.com melansir dari laman Instagram pakar neuroparenting skills dr. Aisyah Dahlan, Senin (4/9/2023).
Neuroscience yang digeluti dr. Aisyah Dahlan membeberkan perilaku suami dan istri dari sisi anatomi tubuh dan psikologis.
Seringkali kesalahpahaman terjadi antar pasangan saat berhubungan intim. Sehingga, salah satu pihak merasa kurang puas atau tidak diperdulikan.
Ini kata dr. Aisyah Dahlan bocoran memuaskan suami di ranjang.
Pertama, para wanita diharapkan mengurangi bicara. Dan hanya mengeluarkan huruf vokal untuk menjaga gairah pasangannya.
Kedua, wanita umumnya senang membelai dan mengusap wajah serta punggung.
“Padahal, jenis sentuhan ini memiliki dampak kecil dan pria terkadang tidak menyukainya. Pria lebih suka disentuh pada area intim sesering mungkin,” paparnya.
Kulit laki-laki pada saat mimpi basah pertama kulitnya menebal. Bertujuan untuk perlindungan sebagai seorang pemburu.
“Jadi kalau dia berburu di luar di hutan, gapapa, dia gak rasa. Makanya, pada saat hubungan intim ibu belai bagian intim agar terasa sensasinya karena banyak syarafnya,” jelas dr. Aisyah.
Pria dan wanita harus memberikan sentuhan sensual berdasarkan pada kepentingan masing-masing dan kepekaan kulitnya. Sehingga hubungan suami istri akan semakin erat.(*)