SUARA BANDUNG BARAT - Anak yang lahir pada tahun 2000-an adalah anak i-generation atau generasi internet. Di mana sejak dalam perut telah berdekatan dengan handphone (HP) atau gawai.
Jika jaman dahulu, anak dan remaja mengonsumsi majalah atau koran untuk kebutuh informasi. Kini, hp ada sumber informasi dan eksistensi.
dr. Aisah Dahlan pakar neuroparenting skills, memberikan perbedaan antara kebutuhan dan ketergantungan pada hp.
bandungbarat.suara.com melansir dari kanal YouTube Pecinta dr. Aisah Dahlan, CHt, Jumat (8/9/2023).
“Bedakan antara kebutuhan dan ketergantungan. Kadang-kadang kita salah memberikan label. Karena sering kurang tepat memberikan label, sehingga bisa terjadi betulan,” jelasnya.
Saat ini, kehadiran gawai atau hp memang dibutuhkan. Sementara, game atau permainan seringkali dianggap sebagai ketergantungan.
“Anak-anak memiliki sisi bagian otak bermain, jadi butuh main. Para ahli pedagogi menyepakati, game online yang dimainkan lebih dari 30 jam dalam seminggu itu dinamakan ketergantungan,” papar dr. Aisah Dahlan.
Sedangkan, jika membuka gawai untuk mencari informasi di YouTube, belajar melalui aplikasi online itu tidak dihitung sebagai ketergantungan. Orang tua disarankan untuk membuka mindsetnya.
“Anak-anak sering tertekan karena kita tidak berempati dengan terbuka. Ajak anak diskusi, anak-anak akan mengerti,” katanya.
Baca Juga: Kelamaan Foreplay Bikin Si Joni Jadi Loyo, Kok Bisa?
Pada otak ada bagian yang dinamakan kelenjar pituitari yang berisi hormon bahagia. Otak anak-anak, terutama anak laki-laki yang lebih dominan otak kanannya, diciptakan memang senang bermain. Saat bermain, hormon bahagia akan keluar.
“Udah kerjain tugasnya belum? Pr-nya udah dikerjain belum? Itu batang otak yang ditengah ini, sambungan otak mamalia atau reptil ini langsung tegang. Kenapa tidak tanya, sedang main apa nak? Lagi main game dota bu,” tambahnya.
Buat anak senang dengan pertanyaan awal, baru setelah beberapa pertanyaan alihkan pertanyaan mengenai tugas atau yang lainnya. Karena hormon bahagia sudah mengalir ke seluruh tubuh, maka anak akan dengan cepat mengerjakan tugasnya.(*)