4. Stabilitas Media
Arang adalah media tanam yang stabil dan tidak mudah hancur. Ini berarti Anda tidak perlu sering mengganti media tanam, dan tanaman dapat tumbuh dalam media yang sama selama beberapa musim.
5. Pendaur Ulang yang Berkelanjutan
Menggunakan arang sebagai media tanam adalah cara yang ramah lingkungan untuk mendaur ulang sisa-sisa tanaman atau bahan organik lainnya.
Ini membantu mengurangi limbah dan meningkatkan kesadaran akan lingkungan.
Kekurangan Arang sebagai Media Tanam:
1. Kurangnya Nutrisi
Salah satu kelemahan utama arang adalah kurangnya nutrisi. Arang adalah media tanam yang inert, yang berarti tidak menyediakan nutrisi yang dibutuhkan tanaman.
Anda harus memberikan pupuk tambahan secara teratur untuk memastikan tanaman Anda mendapatkan nutrisi yang cukup.
Baca Juga: Benarkah Tanaman Hias Walisongo Bisa Membawa Keberuntungan? Ternyata...
2. Penyiraman yang Lebih Sering
Karena arang memiliki kemampuan drainase yang sangat baik, air dan nutrisi dapat terbuang lebih cepat.
Ini berarti Anda mungkin perlu menyiram tanaman lebih sering atau memberikan dosis pupuk yang lebih sering dibandingkan dengan media tanam lainnya.
3. Pembuangan Pada Waktu yang Tepat
Seiring waktu, arang dapat menjadi kurang efektif dalam menahan nutrisi dan memerlukan penggantian atau pembaruan media tanam. Hal ini bisa menjadi pekerjaan ekstra yang perlu dilakukan.(*)