Kestabilan Saat Resesi Perlu di Jaga, Mega Proyek IKN Dianggap Penghambat

Suara Bestie | Suara.com

Minggu, 04 Desember 2022 | 13:57 WIB
Kestabilan Saat Resesi Perlu di Jaga, Mega Proyek IKN Dianggap Penghambat
Ilustrasi IKN Nusantara. [WartaEkonomi.co.id]

Mega proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) Nusantara, memang menjadi sorotan. Khususnya, di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini.

Achmad Nur Hidayat, seorang Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik Narasi Institute mengatakan, geopolitik yang tak kondusif lantaran konflik Rusia dan Ukraina menimbulkan inflasi global yang tinggi.

Katanya, ancaman krisis pangan dan energi jadi sorotan. Pembangunan IKN juga dianggap menjadi penghambat dalam menjaga kestabilan saat resesi.

”Khususnya megaproyek IKN hanya akan menjadi penghambat dalam menjaga kestabilan saat resesi ekonomi melanda. Apalagi belum ada investor yang tertarik dengan proyek ini. Tapi entah bagaimana pemerintah masih terus memaksakan diri,” ucapnya, dikutip dari WartaEkonomi.co.id--Jaringan Suara.com, Minggu (04/12/2022).

Ia menilai, pemerintah harus sabar. Terutama untuk menahan diri dengan menangguhkan infrastruktur prioritas yang tak berpengaruh signifikan dengan pemulihan ekonomi.

Bahkan untuk ketahanan pangan dan energi. Ia mengaku hal itu juga mengkhawatirkan.

”Krisis pangan dan energi akan menjadi mimpi buruk bagi masyarakat dunia. Belum lagi badai PHK yang akan semakin menggila yang harus bisa segera diantisipasi dari saat ini karena sudah mulai terjadi,” ujarnya.

Menurutnya, dampak resesi ekonomi ke depan bakal sangat berdampak. Sehingga, prediksi negara-negara yang biasa ekspor pangan bakal menahan diri.

Bahkan, kemungkinan negara-negara tersebut akan menahan komoditasnya buat memenuhi kebutuhan dalam negeri sebagai langkah mengatasi krisis pangan.

”Sehingga Indonesia harus bersiap dengan kemungkinan terjadinya permasalahan impor pangan,” ucapnya.

Ia menilai, dana untuk ketahanan pangan yang dimiliki Pemerintah Indonesia sangat kecil. Pemerintah seharusnya siap mengalokasikan anggaran yang besar untuk mendanai program ketahanan pangan.

”Sayang sekali alokasi anggaran untuk ketahanan pangan ini yang paling kecil. Hal ini beresiko akan ada banyak masyarakat yang akan kelaparan tahun depan,” jelasnya.

Dikabarkan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan alokasi ketahanan pangan Indonesia Rp 104.2 triliun. Lalu, untuk pendidikan senilai Rp 612,2 triliun.

Perlindungan sosial dengan besaran Rp 476 triliun. Bidang energi termasuk subsidi dan kompensasi Rp 341,4 triliun.

Untuk kesehatan, dianggarkan Rp 178,7 triliun. Infrastruktur sebesar Rp 392,1 triliun. Kemudian, pertahanan keamanan TNI-Polri sebesar Rp 316,9 triliun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jepang Diajak untuk Investasi di IKN Nusantara: Masa Depan Indonesia

Jepang Diajak untuk Investasi di IKN Nusantara: Masa Depan Indonesia

Kaltim | Minggu, 04 Desember 2022 | 12:30 WIB

Terkini

Tol Bocimi KM 72 Longsor! Jalur Arah Bogor dan Jakarta Ditutup Sementara

Tol Bocimi KM 72 Longsor! Jalur Arah Bogor dan Jakarta Ditutup Sementara

Jabar | Kamis, 07 Mei 2026 | 00:06 WIB

Identitas Korban Bus ALS di Muratara Mulai Terungkap, Ini Daftar Nama yang Sudah Teridentifikasi

Identitas Korban Bus ALS di Muratara Mulai Terungkap, Ini Daftar Nama yang Sudah Teridentifikasi

Sumsel | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:46 WIB

5 Poin Panas Polemik PSEL Bogor: Mulai dari Ancaman Kesehatan Hingga Tawaran Studi Banding ke China

5 Poin Panas Polemik PSEL Bogor: Mulai dari Ancaman Kesehatan Hingga Tawaran Studi Banding ke China

Bogor | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:41 WIB

Bus ALS yang Terbakar di Muratara Ternyata Bawa Motor dan Tabung Gas Elpiji

Bus ALS yang Terbakar di Muratara Ternyata Bawa Motor dan Tabung Gas Elpiji

Sumsel | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:32 WIB

5 Rekomendasi Brand Sepatu Lokal Terbaik yang Sedang Trend di Tahun 2026, Gaya Kamu Auto Naik Level

5 Rekomendasi Brand Sepatu Lokal Terbaik yang Sedang Trend di Tahun 2026, Gaya Kamu Auto Naik Level

Banten | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:32 WIB

5 Rekomendasi Wisata Karawang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga, Dijamin Seru dan Edukatif

5 Rekomendasi Wisata Karawang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga, Dijamin Seru dan Edukatif

Jabar | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:22 WIB

Sejumlah Kader Nasdem dan Parpol Lain di Kabupaten Sarmi Papua Pindah ke PSI

Sejumlah Kader Nasdem dan Parpol Lain di Kabupaten Sarmi Papua Pindah ke PSI

Sulsel | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:19 WIB

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:13 WIB

Perjalanan Pasutri asal Pati Berubah Mencekam saat Bus ALS Terbakar di Muratara

Perjalanan Pasutri asal Pati Berubah Mencekam saat Bus ALS Terbakar di Muratara

Sumsel | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:12 WIB

4 Rekomendasi Sepeda Gunung United Bike yang Ramah di Kantong Banget, Mulai Rp2 Jutaan

4 Rekomendasi Sepeda Gunung United Bike yang Ramah di Kantong Banget, Mulai Rp2 Jutaan

Bogor | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:11 WIB