Sosok artis Luna Maya selama ini sangat identik dengan Pulau Dewata Bali.
Hal ini karena Luna Maya tinggal di Bali dan lahir di Bali. Namun ternyata Luna Maya adalah keturunan orang Cirebon,
Cirebon adalah daerah di Jawa Barat dengan bahasa identik yang disebut Ngapak.
Dari sinilah kakek Luna Maya berasal. Kakenya bernama Soedjono yang merupakan orang Desa Pegagan, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.
Keturunan Luna Maya ini diketahui dari unggahan Youtube-nya pada 17 Desember 2022 lalu.
Luna Maya mengunjungi tempat asal kakeknya di tengah syuting film Suzana 2 di Pabrik Gula Sindang Laut, Kabupaten Cirebon.
Model yang juga merangkap pengusaha ini menyempatkan diri mengunjungi jejak leluhurnya.
Kakek Luna Maya dikabarkan dimakamkan di Desa Pegagan, Palimanan.
Luna Maya mendapatkan petunjuk di Makam Kroya yang berada di belakang masjid di Desa Pegagan, Palimanan.
Baca Juga: Ayu Dewi Sebut Regi Datau Suami Baik Tak Punya Kekurangan, Luna Maya : Bohong
Luna Maya yang ragu akan lokasi kuburan tersebut pun menelepon tantenya.
“Info dari tanteku, katanya di sini. Tapi tanteku lupa-lupa ingat,” katanya.
Meski tak mengetahui persis, Luna Maya mengatakan bahwa kakeknya meninggal dunia pada tahun 1992. Saat itu usia Luna Maya masih 9 tahun.
Luna Maya tak datang waktu kakeknya meninggal tapi ayahnya datang.
Luna Maya pun mengaku hanya sekali bertemu dengan sang kakek, diperirakan saat dia masih berusia 4 tahun.
Saat bertemu dengan penjaga makam, Luna Maya menjelaskan bahwa kakeknya bernama Sudjono. Meninggal dunia pada 1992.
“Makam Pak Soedjono di mana?” tanya dia.
Sang menjaga makam pun menjelaskan benar ini Makam Kroya, Pegagan. Untuk memastikan, Luna Maya mengeraskan suara HP-nya agar sang tante bisa bicara dengan penjaga makam.
“Kuburannya sebelah kiri jalan,” kata sang tante.
Sang tante juga mengatakan kuburan Sudjono ada di dekat sumur. Setelah dicari-cari akhirnya kuburan itu ditemukan. Pada nisannya tertulis Sudjono. Luna Maya pun dipanggil penjaga makam dan beberapa warga lain.
Terungkap bahwa Soedjono adalah seorang pensiunan TNI. Pangkatnya kapten. Kalau di kepolisian setara dengan ajun komisaris polisi (AKP). Bila menjabat di kesatuan, maka bisa jadi Komandan Komando Rayon Militer (Danramil). Kalau di kepolisian, bisa menjabat Kapolsek.
“O, Kapten Soedjono. Ini rumahnya dekat lampu merah Palimanan,” kata warga lain.
“Iya, ini bapaknya bapak saya,” kata Luna Maya.
Ayah Luna Maya adalah Uut Bambang Sugeng. Menurut penjelasan Luna Maya, neneknya berasal dari Bojonegoro. Namun, neneknya dan ayahnya dikubur di Jakarta.
Kakeknya saja yang pulang kampung setelah pensiun dari tentara, kemudian meninggal dan dikubur di Makam Kroya, Desa Pegagan, Palimanan, Cirebon.
“Benar kan aku orang Cirebon. Kita doakan, semoga leluhur di tempat terbaik. Dan kita dijagain dari atas sama leluhur kita,” ucap Luna di kuburan kakeknya, kemudian berdoa dan menyiramkan air dari botol air mineral.
Ia pun menitipkan makam tersebut kepada penjaga dan minta dibersihkan.
“Nitip dibersihin, makasih, ya, Pak. Mari, permisi,” kata Luna meninggalkan makam.
Dari percakapan penjaga makam dengan tantenya tadi, juga antara penjaga makam dengan warga lain, terdengar cengkok atau dialek khas Jawa ngapak.
Bahasa Cirebon ada kemiripan dengan ‘Bahasa Ngapak’ dari wilayah Jawa Tengah bagian barat di jalur pantai utara (Pantura), seperti Brebes, Tegal, Pemalang, Banyumas, Purwokerto.
Cirebon memang berada di Jawa Barat. Namun, berada di perbatasan dengan Jawa Tengah. Sehingga ada sebagian yang berbahasa Sunda, dan sebagian lagi Jawa.
Selain berdarah Cirebon, Jawa Barat; dan Bojonegoro, Jawa Timur, Luna Maya juga memiliki darah Austria dari sang ibu, Desa Maya Waltaurd Maiyer.
Kakek dari Ibu Luna Maya juga seorang tentara Austria bernama Hans Maiyer.
Ayah dan ibu Luna Maya bertemu di Bali dan lahirlah Luna Maya di Pulau Dewata.