Pasangan selebriti Tasya Kamila dan Randi Bachtiar menyambut kelahiran anak keduanya, Shafanina Wardhana Bactiar pada Minggu (1/1) di Rumah Sakit Brawijaya Antasari.
Sang buah hati yang lahir dengan metode ERACS ini harus ditangani terlebih dahulu di NICU. Padahal secara berat badan sudah normal, yaitu 3,5 kg.
Tasya menceritakan mengapa sang buah hati harus ditangani di NICU.
"Iya jadi ada beberapa hal yang harus diobservasi sih kebetulan, aku juga nggak terlalu paham nama secara medisnya," ungkap Tasya.
"Intinya sih ada dari sisi pernapasannya sama level glukosanya yang harus diperhatikan dulu, sehingga harus ditangani di NICU," Tambahnya.
Tasya juga menceritakan perbedaan saat melahirkan anak pertama dengan anak keduanya. Salah satu perbedaan tersebut terletak pada metode persalinan ERACS yang ia gunakan saat proses melahirkan.
Tasya mengaku harus menjalani masa recovery yang cukup lama, karena ia baru bisa berjalan 15 jam kemudian setelah operasi.
"Walaupun memang setiap orang punya masa recovery yang berbeda-beda. Dokternya sempat bilang ke aku, ada orang yang 2 jam saja sudah bisa duduk, dalam 6 jam sudah bisa jalan dan mandi,” ujarnya.
"Sementara kalau aku mungkin karena ada side effect yang aku rasakan, ketika 6 jam pasca operasi, aku masih keliyengan, masih belum bisa duduk. Terus akhirnya baru bisa jalan itu 15 jam kemudian pasca operasi,” sambungnya.
Baca Juga: Trending! Kronologi Perseteruan Ridwan Kamil vs Warganet Soal Hukum Bangun Masjid Pakai Dana APBD
Tasya mengaku efek dari kandungan obat anastesi juga membuatnya punya pengalaman berbeda saat melahirkan buah hatinya yang kedua ini.
"Yang berbeda sih kalau dari segi pasien, cuma dipuasanya doang. Puasanya lebih singkat, dengan metode ERACS ini. Terus kalau prosedurnya aku rasa sama-sama saja, cuma memang di aku efeknya agak berbeda, reaksi aku terhadap anastesinya, atau apapun itu, agak berbeda,” ujarnya.