Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, penembak mantan Anggota DPRD Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, bernama Dedi.
Pelaku mengaku nekat menembak korban dikarenakan mendapatkan imbalan sebesar Rp10 juta.
"Iya, D diberikan oleh TG Rp 10 juta," kata Tatan Dirsan Atmaja, Selasa (14/2/2023) petang.
Diakui Tatan, senjata api itu didapatkan oleh D dari TG yang merupakan otak pelaku. Akan tetapi, senjata itu jenis rakitan.
"Senjata rakitan dengan peluru kaliber 9 mm," ungkapnya.
Menurut Tatan, pelaku melakukan aksi itu dari jarak dekat dan mengenai dada korban. Awalnya, kawanan pelaku yang berjumlah lima orang itu memantau pergerakan korbannya. Selanjutnya, mereka mengatur strategi dan ada yang membuntuti korban.
"Tiba di tempat yang sepi dan strategis, pelaku atau eksekutor menembak korban dan meninggalkan korban di tengah perkebunan," jelasnya.
Terpisah, Kapolres Langkat, AKBP Faisal Rahmat Simatupang menambahkan, pelaku menghentikan laju sepeda motor korban secara paksa.
"Pelaku mengendarai sepeda motor menghentikan laju sepeda motor korban. Setelah itu, pelaku turun dan mendekati korban. Di situlah pelaku langsung menembak korban," ungkapnya.
Pengakuan Faisal Rahmat Simatupang, terungkapnya kasus ini berdasarkan kendaraan yang dikemudikan oleh kawanan pelaku. Terutama satu unit mobil yang dikemudikan oleh TG.
"Jadi, mobil milik pelaku mondar mandir di perkebunan. Mobil itu rupanya menggambar pergerakan korban. Dari mobil itulah kasus ini terungkap," ucapnya.
Perwira polisi yang pernah menjabat sebagai Kapolres Pelabuhan Belawan ini mengaku, tim Satreskrim Polres Langkat dan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Utara awalnya mencari keberadaan kendaraan roda empat itu.
"Mobil itu yang kami cari, karena mobil itu mencurigakan. Sampai akhirnya, kasus ini bisa terungkap," terangnya.
Kapolres Langkat menegaskan, kasus itu masih terus dikembangkan. Apakah ada tersangka lainnya atau hanya berhenti di lima orang itu saja.
"Jadi, kami berharap agar pelaku ini mau membuka suara, apakah TG ini memang disuruh oleh orang tuanya atau inisiatifnya sendiri memerintahkan eksekutor ini untuk menembak korban," tuturnya.