Penabrak anak SMA hingga tewas melibatkan anak petinggi polisi masih dalam proses investigasi.
Pengemudi bernama Muhammad Malik Ibrahim menabrak pengemudi motor Muhammad Syamil Akbar. Pelaku dan korban masih berusia 18 tahun.
Muhammad Malik Ibrahim adalah anak dari Kepala Biro Operasional Polda NTB yaitu Kombes Abu Bakar Tertusi dan artis Ira Riswana.
Olop Turip selaku pengacara Muhammad Malik Ibrahim mengatakan, pemberitaan yang beredar mengenai kliennya tidak benar.
Awalnya, Muhammad Malik Ibrahim sedang mengendarai mobil sedan merek Mercedes Benz alias Mercy.
Muhammad Malik Ibrahim berniat mengantar temannya ke daerah Mampang, Jakarta Selatan.
Kemudian kecelakaan terjadi ketika mobil yang dikendarai Malik sudah dalam posisi harus kembali jalan akibat lampu lalu lintas sudah berubah menjadi warna hijau.
Namun tidak disangka, tiba-tiba pemotor yaitu Muhammad Syamil Akbar muncul secara tiba-tiba dari arah Cilandak.
Sadar bahwa dirinya telah menabrak orang, Muhammad Malik Ibrahim langsung mencoba untuk meminggirkan mobilnya, tetapi niatnya ini dianggap sebagai upaya mencoba melarikan diri.
“Klien (Muhammad Malik Ibrahim) saya itu, dia tidak ada kabur, airbag meledak, dia berusaha mengempeskan airbag-nya dulu, baru dia meminggirkan mobilnya itu dibelokan ke kanan, karena takut menyebabkan kemacetan. Terus dikejar motor, karena disangka kabur,” ujar Olip Turip kepada wartawan, Selasa 4 April 2023.
“Tapi tidak (kabur). Klien kami menyetop taksi baru ke RSUD Pasar Minggu,” lanjutnya.
Keterangan dari pihak penabrak ini sekaligus menjawab tudingan dari keluarga korban.
Adapun pihak keluarga Muhammad Syamil Akbar sebelumnya menyatakan tidak ada itikad baik dari pelaku.
“Adik ku meninggal dunia di tempat dan sampai detik ini tidak ada niat baik dari keluarga orang tua si penabrak. Tolong bantu kami berikan keadilan, untuk adik ku yg harus masih menjadi anak bangsa yang membanggakan negara menjadi tulang punggung laki laki” tulis keluarga korban, dilansir dari Instagram @infojaksel.id.
Disisi lain, Komisaris Bayu Marfiando selaku Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Selatan mengungkapkan dugaan awal kecelakaan ini diakibatkan oleh korban yang menerobos lampu merah.