Dipelihara dengan Baik Sampai Sekarang, Ini Sejarah Bahasa Bali

Suara Bestie | Suara.com

Selasa, 08 Agustus 2023 | 14:29 WIB
Dipelihara dengan Baik Sampai Sekarang, Ini Sejarah Bahasa Bali
Ilustrasi orang-orang di Bali. [Ist] ([Tangkapan Layar])

Bahasa Bali, dipelihara dengan baik serta digunakan sebagai bahasa sehari-hari oleh sebagian besar masyarakat Bali.

Secara Regional, Bahasa Bali ini dibagi menjadi dua dialek. Dialek Bahasa Bali Aga, atau dialek pegunungan dan Dialek Bahasa Bali Dataran, atau dialek umum atau lumrah.

Dialek Bali Aga ini dituturkan oleh penduduk Bali di daerah dataran tinggi, sementara dialek Bali dataran dituturkan oleh penduduk yang pada umumnya berdiam di daerah dataran rendah di Bali.

Dari sudut kesejarahan, bahasa Bali terdiri atas bahasa Bali Kuno dan Bali Modern, yakni sebagai berikut:

1.      Bahasa Bali Kuno

Bahasa Bali kuno masih terbagi lagi menjadi Bali Tengahan (Kawi Bali) yang adalah pencampuran leksikal kata-kata bahasa Bali dengan bahasa Jawa (Tengahan) pada masanya. Hal ini karena pengaruh dari Kerajaan Majapahit yang pernah menguasai Pulau Bali.

Bahasa Bali Tengahan ini sendiri hidup dengan subur di Pulau Bali. Banyak digunakan oleh pengarang sastra dan berbagai seni pertunjukan. Ini terlihat dari beragam karya sastra seperti kidung, kalpa sastra, kanda, tatwa dan juga babad.

Sementara itu, dalam seni pertunjukan, bahasa Bali Tengahan digunakan dalam seni pertunjukan topeng, prembon, wayang, arja dan lainnya.

2.      Bahasa Bali Modern

Bahasa Bali modern disebut juga sebagai Bahasa Bali Kepara adalah bahasa Bali yang digunakan baik dalam bentuk tulisan maupun lisan hingga sekarang.

Istilah “kepara” sendiri berarti “umum” atau “lumrah”. Bahasa Bali modern sendiri mengalami perkembangan berdasarkan kehidupan agama, budaya dan adat-istiadat serta mengalami perkembangan dari zaman kerajaan, masa penjajahan, jaman kemerdekaan dan hingga setelah kemedekaan.

Bahasa Bali pada masa penjajahan Bali digunakan dalam pendidikan formal. Jadi, bahasa Bali tidak hanya secara informal tetapi digunakan dalam proses belajar-mengajar.

Namun, pada masa penjajahan Jepang, bahasa Bali mengalami kesuramannya karena ditiadakan pelajaran bahasa Bali di sekolah serta banyak buku berbahasa Bali dibakar.

Barulah setelah penjajahan Jepang berakhir dan situasi mulai kondusif pada tahun 1968, bahasa Bali kembali dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah di Bali. Hal ini pulalah yang menjadikan bahasa Bali tetap lestari dan diketahui oleh para generasi muda di Bali.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Datangi Homebase Bali United, Pengelola JIS Perhatikan Hal-Hal Ini

Datangi Homebase Bali United, Pengelola JIS Perhatikan Hal-Hal Ini

| Selasa, 08 Agustus 2023 | 09:58 WIB

Warisan Majapahit, Ini Asal Usul Ayam Betutu Khas Bali

Warisan Majapahit, Ini Asal Usul Ayam Betutu Khas Bali

| Senin, 07 Agustus 2023 | 18:20 WIB

Jadi Tradisi Penting, Ini Sejarah Luhur Babi Guling Bali

Jadi Tradisi Penting, Ini Sejarah Luhur Babi Guling Bali

| Senin, 07 Agustus 2023 | 18:15 WIB

Terkini

Wamendagri Wiyagus: Kendari Punya Peluang Besar Jadi Pusat Ekonomi dan Industri MICE Indonesia Timur

Wamendagri Wiyagus: Kendari Punya Peluang Besar Jadi Pusat Ekonomi dan Industri MICE Indonesia Timur

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:52 WIB

Cloud Makin Rawan Diretas, ESET Hadirkan Proteksi AI untuk AWS, Azure, dan Google Cloud Gratis

Cloud Makin Rawan Diretas, ESET Hadirkan Proteksi AI untuk AWS, Azure, dan Google Cloud Gratis

Tekno | Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:46 WIB

Balita di Langkat Dianiaya Ayah Tiri, Pelaku Ditangkap

Balita di Langkat Dianiaya Ayah Tiri, Pelaku Ditangkap

Sumut | Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:44 WIB

Link Download Dokumen UFO dari Pemerintah AS: Trump dan Alien Trending Global

Link Download Dokumen UFO dari Pemerintah AS: Trump dan Alien Trending Global

Tekno | Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:40 WIB

Review Film The Bell: Sajikan Elemen Horor Psikologis yang Begitu Mendalam!

Review Film The Bell: Sajikan Elemen Horor Psikologis yang Begitu Mendalam!

Your Say | Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:40 WIB

Tembus Rute Neraka 1.034 KM, Juney Hanafi Jadi Orang Indonesia Pertama Juara Lintang Flores

Tembus Rute Neraka 1.034 KM, Juney Hanafi Jadi Orang Indonesia Pertama Juara Lintang Flores

Sport | Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:40 WIB

Productivity Hack: 80 Inspirasi untuk Mendongkrak Produktivitas Pribadi

Productivity Hack: 80 Inspirasi untuk Mendongkrak Produktivitas Pribadi

Your Say | Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:35 WIB

Dunia Maya: Labirin Evolusi dan Teka-Teki Keabadian Jostein Gaarder

Dunia Maya: Labirin Evolusi dan Teka-Teki Keabadian Jostein Gaarder

Your Say | Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:35 WIB

Mata Ditutup dan Tangan Kaki Diikat, Ammar Zoni Resmi Dipindahkan ke Lapas Nusakambangan

Mata Ditutup dan Tangan Kaki Diikat, Ammar Zoni Resmi Dipindahkan ke Lapas Nusakambangan

Entertainment | Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:34 WIB

Sempat Duel dengan Pelaku, Detik-detik Brigadir Arya Ditembak Bandit Curanmor di Bandar Lampung

Sempat Duel dengan Pelaku, Detik-detik Brigadir Arya Ditembak Bandit Curanmor di Bandar Lampung

Lampung | Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:32 WIB