Nyaris Punah, Ini Penyebab Jalak Bali Langka

Suara Bestie | Suara.com

Jum'at, 18 Agustus 2023 | 14:35 WIB
Nyaris Punah, Ini Penyebab Jalak Bali Langka
Jalak Bali ([Tangkapan Layar])

Ancaman kepunahan terhadap burung Jalak Bali dimasukkan dalam CITES (Convention on International Trade in Endangered Spesies of Wild Fauna and Flora) atau konvensi perdagangan internasional flora dan fauna.

Menurut CITES burung Jalak Bali masuk kategori Appendix I. Hal itu menyatakan bahwa satwa ini tidak boleh diperdagangkan dan ada larangan untuk mengambil dan menjualbelikannya karena terancam punah.

Sedangkan menurut IUCN (International Union for Conservation of Nature and Natural Resources) masuk ke dalam kelompok “kritis” (Critically Endangered). Status tersebut memiliki arti bahwa ada risiko besar yang dialami Jalak Bali terhadap kepunahan dalam waktu dekat di alam liar.

Penyebab Langka

Ancaman kepunahan yang dihadapi Jalak Bali dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu alami dan non alami.

Faktor non alami merupakan penyebab yang paling dominan akibat perilaku manusia yang semakin mendesak habitat burung dan menurunkan jumlah individu di alam liar.

Kegiatan perburuan liar terhadap burung endemic ini memperparah keadaan. Jalak Bali banyak diburu untuk menjadi koleksi burung kicauan.

Kegiatan tersebut akan mengubah tatanan dan struktur ekosistem di alam. Perburuan dapat menyebabkan jumpah burung jantan dan betina tidak seimbang sehingga menggagalkan proses reproduksi.

Kegiatan deforestasi yang tidak memperhatikan habitat flora dan fauna juga menyebabkan tempat hidup burung ini semakin sempit dan terdesak sehingga menyulitkannya untuk mencari makanan.

Salah satu alasan deforestasi adalah alih fungsi lahan untuk tempat mukim penduduk yang kian bertambah.

Data BKSDA Bali Barat menyatakan jika ruang hunian atau home ring Jalak Bali saat ini hanya tersisa kurang dari 1.000 hektar.

Faktor Alam

Faktor alam yang menyebabkan kelangkaan dan ancaman kepunahan dapat dibagi menjadi beberapa kriteria, yaitu peningkatan predator alami (ular dan burung elang), penyakit, hewan pesaing tempat hidup dan makanan, bencana alam serta mortalitas atau laju kematian yang tinggi.

Selain itu, kondisi lingkungan seperti musim kemarau yang panjang menjadikan habitat di Taman Nasional Bali Barat menjadi tidak toleran dan menurunkan kualitas serta harapan hidup Jalak Bali.

Musim kemarau yang berlangsung terlalu lama akan mengurangi sumber air yang menjadi sumber utama kehidupan flora dan fauna.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Viral Oknum Suporter Arema FC Rusak Kursi Stadion Dipta, Panpel Langsung Minta Maaf

Viral Oknum Suporter Arema FC Rusak Kursi Stadion Dipta, Panpel Langsung Minta Maaf

| Jum'at, 18 Agustus 2023 | 07:01 WIB

Bali United Dikalahkan Lee Man FC, Teco : Tuan Rumah Tampil Lebih Baik dari Kami

Bali United Dikalahkan Lee Man FC, Teco : Tuan Rumah Tampil Lebih Baik dari Kami

| Kamis, 17 Agustus 2023 | 12:43 WIB

Dipecundangi Lee Man FC 5-1, Bali United Akhiri Perjalanan di Liga Champion Asia

Dipecundangi Lee Man FC 5-1, Bali United Akhiri Perjalanan di Liga Champion Asia

| Kamis, 17 Agustus 2023 | 12:32 WIB

Terkini

Turnamen Tenis PTBA Bikin Sawahlunto Ramai, Wisata dan UMKM Ikut Bergeliat

Turnamen Tenis PTBA Bikin Sawahlunto Ramai, Wisata dan UMKM Ikut Bergeliat

Sumsel | Kamis, 21 Mei 2026 | 23:51 WIB

5 Sepatu Lari untuk Traveling yang Ringan, Empuk, dan Tidak Bikin Koper Cepat Penuh

5 Sepatu Lari untuk Traveling yang Ringan, Empuk, dan Tidak Bikin Koper Cepat Penuh

Jakarta | Kamis, 21 Mei 2026 | 23:38 WIB

Operasi CANTVR Dihentikan, Diduga Tawarkan Investasi Ilegal

Operasi CANTVR Dihentikan, Diduga Tawarkan Investasi Ilegal

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 23:33 WIB

Produk Ekspor Indonesia Bisa Laku di Karena Rupiah Melemah, Tapi Ada Syaratnya

Produk Ekspor Indonesia Bisa Laku di Karena Rupiah Melemah, Tapi Ada Syaratnya

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 23:22 WIB

7 Sepatu Lari Lokal yang Tetap Keren Dipakai Pakai Jeans, Cocok Buat Ngantor WFO

7 Sepatu Lari Lokal yang Tetap Keren Dipakai Pakai Jeans, Cocok Buat Ngantor WFO

Jakarta | Kamis, 21 Mei 2026 | 23:14 WIB

Rupiah yang Memble Jadi Tantangan Industri Logistik, Ini Strategi SiCepat Ekspres

Rupiah yang Memble Jadi Tantangan Industri Logistik, Ini Strategi SiCepat Ekspres

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 23:14 WIB

Adukan Dugaan Intimidasi Ormas GRIB Jaya ke Komnas HAM, Putri Ahmad Bahar Trauma Berat

Adukan Dugaan Intimidasi Ormas GRIB Jaya ke Komnas HAM, Putri Ahmad Bahar Trauma Berat

Video | Kamis, 21 Mei 2026 | 23:05 WIB

5 Sepatu Lari Terbaik untuk Lari Santai di Waterfront Kapuas Pontianak saat Sore Hari

5 Sepatu Lari Terbaik untuk Lari Santai di Waterfront Kapuas Pontianak saat Sore Hari

Kalbar | Kamis, 21 Mei 2026 | 23:02 WIB

Kasus KUR BSI Rp9,5 Miliar Disidang, Petani Tambak Udang Disebut Teken Dokumen Kosong

Kasus KUR BSI Rp9,5 Miliar Disidang, Petani Tambak Udang Disebut Teken Dokumen Kosong

Sumsel | Kamis, 21 Mei 2026 | 22:29 WIB

Pesona Elegan Anggun C Sasmi Bikin Wanda House of Jewels Jadikan 'D Color Lady'

Pesona Elegan Anggun C Sasmi Bikin Wanda House of Jewels Jadikan 'D Color Lady'

Entertainment | Kamis, 21 Mei 2026 | 22:19 WIB