Aroma Kopi Terkesan Manis, Ini Karakteristik Kintamani

Suara Bestie

Jum'at, 25 Agustus 2023 | 20:30 WIB
Aroma Kopi Terkesan Manis, Ini Karakteristik Kintamani
kopi kintamani bali ([Tangkapan Layar])

Kopi Kintamani Bali, biji kopi yang dihasilkan dari tanaman kopi arabika. Kopi ini ditanam di dataran tinggi di Desa Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali.

Tanaman kopi arabika terbentuk dari beberapa varietas yang terseleksi, ditanam di bawah pohon Penaung dan dikombinasikan dengan tanaman lain, dikelola dengan baik dan diberi pupuk organik.

Kopi Kintamani memiliki keunggulan yang diakui konsumen mancanegara, di antaranya citarasa yang khas, tahan hama penyakit, berbuah lebat serta produktivitas tinggi.

Karakter rasa kopi Kintamani jauh lebih kompleks dan dapat berubah-ubah, salah satu faktor penyebabnya adalah cuaca.

Karakteristik Kopi Kintamani

Karakteristik Kopi Kintamani Bali telah diteliti secara mendalam sejak 2003. Penelitian tersebut mencakup biji kopi serta cita rasa dari kopi Kintamani.

Tahun 2003-2004 dan 2006 telah diambil ratusan sample yang dianalisis oleh para ahli kopi di-PPKKI (Jember) dan cirad (Montpelllier, Prancis).

Penelitian ini menghasilkan data-data yang konsisten berkenaan dengan ukuran biji kopi dan cita rasanya.

Pengambilan sampel kopi telah dilakukan pada tahun 2003 (100 sample), tahun 2004 (66 sample), dan tahun 2006 (38 sample).

Pada derajat sangrai sedang (medium roast) Kopi Kintamani menunjukkan hasil sangrai yang homogen, serta aroma kopi yang terkesan manis dan ada sedikit aroma rempah-rempah.

Hasil analisis sensorial menunjukkan bahwa selama bertahun-tahun rasa kopi Kintamani memiliki tingkat keasaman reguler yang mencukupi, mutu dan intensitas aroma yang kuat, dengan aroma buah jeruk (rasa jeruk dan jeruk nipis), serta kekentalan sedang.

Hal ini menunjukkan bahwa kopi Kintamani memiliki potensi cita rasa yang tinggi. Kopi ini bisa dikatakan tidak terlalu pahit (bitter) dan tidak sepat (astringent).

Hal ini disebabkan karena para petani Bali Kintamani memiliki kepedulian yang tinggi tentang tata cara petik pilih (gelondong merah saja) selama panen.

Pada umumnya, tidak terdapat cacat rasa yang signifikan dari rasa kopi Kintamani ini. Salah satu alasannya bahwa para petani Kintamani telah mempraktekkan prinsip-prinsip “praktek pengolahan yang baik” atau Good Manufacturing Practices (GMP).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kopi Kintamani: Misteri Dibalik Aromanya yang Segar

Kopi Kintamani: Misteri Dibalik Aromanya yang Segar

Bestie | Jum'at, 25 Agustus 2023 | 19:15 WIB

Kesal Bule Australia Bikin Onar Hingga Kencingi Kaki, Pria Ini Pukul Hingga Tewas

Kesal Bule Australia Bikin Onar Hingga Kencingi Kaki, Pria Ini Pukul Hingga Tewas

Bestie | Jum'at, 25 Agustus 2023 | 12:24 WIB

Putuskan Kembali Rujuk, Rendy Kjaernett Dan Lady Nayoan Honeymoon ke Bali

Putuskan Kembali Rujuk, Rendy Kjaernett Dan Lady Nayoan Honeymoon ke Bali

Bestie | Jum'at, 25 Agustus 2023 | 11:44 WIB

Terkini

Jutaan Ikan Mati Mendadak di Mempawah, Kerugian Pembudidaya Diperkirakan Miliaran Rupiah

Jutaan Ikan Mati Mendadak di Mempawah, Kerugian Pembudidaya Diperkirakan Miliaran Rupiah

Kalbar | Kamis, 11 Juni 2026 | 22:53 WIB

Kejagung Buka Peluang Tambah Tersangka Korupsi MBG, Nama-Nama Baru Masih Didalami

Kejagung Buka Peluang Tambah Tersangka Korupsi MBG, Nama-Nama Baru Masih Didalami

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 22:48 WIB

Piala Dunia 2026 Dimulai! Jadwal Pembukaan dan Link Streaming Pertandingan

Piala Dunia 2026 Dimulai! Jadwal Pembukaan dan Link Streaming Pertandingan

Bola | Kamis, 11 Juni 2026 | 22:20 WIB

Korupsi Makan Bergizi Gratis Memanas! Kejagung Isyaratkan Jumlah Tersangka Bakal Bertambah

Korupsi Makan Bergizi Gratis Memanas! Kejagung Isyaratkan Jumlah Tersangka Bakal Bertambah

Jabar | Kamis, 11 Juni 2026 | 22:10 WIB

Iwan Fals, Dewa 19, dan NDX AKA Bakal Ramaikan +62 Coffee R-I Fest 2026

Iwan Fals, Dewa 19, dan NDX AKA Bakal Ramaikan +62 Coffee R-I Fest 2026

Entertainment | Kamis, 11 Juni 2026 | 22:00 WIB

Pemuda Bayar Motor Rp12 Juta dengan Uang Palsu, Modusnya Terbongkar dalam Hitungan Menit

Pemuda Bayar Motor Rp12 Juta dengan Uang Palsu, Modusnya Terbongkar dalam Hitungan Menit

Jakarta | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:58 WIB

Listrik Jabodetabek Padam Bergilir

Listrik Jabodetabek Padam Bergilir

Bogor | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:56 WIB

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Health | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:51 WIB

Pemkot Tangsel Terjunkan Satgas Percepatan MBG untuk Berantas SPPG Bandel

Pemkot Tangsel Terjunkan Satgas Percepatan MBG untuk Berantas SPPG Bandel

Banten | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:49 WIB

Kronologi Pria Ngamuk Bawa Parang di Sekayu Muba, Lukai Warga hingga Tewas Dilumpuhkan

Kronologi Pria Ngamuk Bawa Parang di Sekayu Muba, Lukai Warga hingga Tewas Dilumpuhkan

Sumsel | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:45 WIB