Danau Semayang menjadi salah satu ikon wisata alam favorit bagi masyarakat Kutai Kartanegara dan para wisatawan.
Danau ini terletak di Desa Semayang, Kecamatan Kenohan, Kota Tenggarong, Kutai Kartanegara dan bisa ditempuh sekitar 2,5 jam ke arah barat Kota Tenggarong.
Danau Semayang ini memiliki keunikan akan menyatu dengan Danau Melintang saat air Sungai Mahakam surut.
Sebaliknya, saat malam hari ketika air Sungai Mahakam pasang, kedua danau ini akan terpisah.
Kedua danau ini sering disebut secra bersamaan karena berada sangat dekat, yakni Danau Semayang berada di sebelah kiri dan Danau Melintang di sebelah kanan.
Keunikan lain dari Danau ini adalah, jika beruntung, maka wisatawan dapat melihat spesies ikan langka khas perairan estuaria, yaitu ikan pesut, satu-satunya jenis mamalia air yang hidup di sungai tersebut.
Seperti diketahui, menurut cerita, saat ini ikan pesut hanya dapat dijumpai di tiga sungai di dunia, yaitu Sungai Mahakam, Sungai Mekong, dan Sungai Irawady.
Di Sungai Mahakam pun, hanya di Danau Semayang dan Melintang para wisatawan dapat melihat ikan pesut.
Sayangnya, saat ini keberadaan ikan pesut sudah jarang terlihat karena arus lalu lintas sungai yang semakin sibuk.
Baca Juga: Viral Sup Buah Pir untuk Redakan Batuk, Begini Cara Membuatnya
Terlebih, dibukanya hutan di daerah aliran sungai di sebelah hulu kedua danau ini membuat keberadaan ikan pesut sulit ditemui.
Tetapi, ada objek lain yang bisa dilihat dalam Danau Semayang, yakni suasana danaunya yang tenang dan damai.
Menurut masyarakat, suasana liburan di Danau Semayang seperti liburan ke pantai.
Hal itu lantaran adanya beragam wahana, melihat panorama sunset, dan deburan ombak kecil yang datang ke tepian.