Rumah Betang Toyoi adalah salah satu rumah adat Suku Dayak yang dibangun pada tahun 1869 yang menyimpan banyak nilai sejarah.
Rumah Betang Toyoi ini menjadi salah satu simbol pembelajaran terkait toleransi beragama.
Bangunan bersejarah ini terletak di Desa Tumbang Malahoi, Rungan, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah.
Asal usul dari nama Toyoi ini berasal dari nama seseorang yang membangun rumah adat ini, yaitu Toyoi Panji.
Di depan betang, terdapat tiang berpucuk ukiran harimau dan sandung atau rumah panggung kecil tempat menyimpan kerangka leluhur.
Pembelajaran toleransi beragama terlihat dari penghuni rumah adat ini yang diisi beberapa kepala keluarga yang memeluk agama berbeda-beda.
30 kepala keluarga di Betang Toyoi ini dihuni oleh warga yang beragama Hindu Kaharingan, Islam, dan Kristen Protestan.
Selain sebagai tempat tinggal, Betang Toyoi ini juga menjadi muara pluralisme keyakinan para penghuninya.
Berbagai pertemuan keimanan dalam satu kekerabatan mereka luar biasa karena mereka tetap makan dengan makanan yang berbeda,
Baca Juga: Netizen Tak Percaya soal Lolly Kerja Jadi Barista di Inggris: Harus Ada Sertifikat
Contohnya yang muslim makan ayam dan non muslim makan babi dan untuk yang muslim memiliki peralatan makan sendiri.
Sebagian besar penghuni dari Betong Toyoi pergi merantau, tetapi kalau sedang berkumpul semua, ada enam keluarga.
Betang Toyoi sudah berdiri sejak tahun 1869 dan hingga tahun 1950-an, betang ini masih ramai dan bisa ditempati hingga 30 keluarga.
Tetapi, jumlah keluarga lambat laun bekurang karena satu demi satu keluarga membangun rumah.
Betang memiliki panjang 36 m, lebar 9,5 m dan tinggi 4 m yang disangga 28 tiang dengan tinggi 2,5 m dari permukaan tanah.
Pemprov Kalteng telah melakukan renovasi sebanyak tiga kali takni tahun 1990, 1995, dan 1997.