Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.351,139
LQ45 633,989
Srikehati 307,930
JII 383,125
USD/IDR 17.932

Dana Cadangan Rp 2 Triliun untuk Antisipasi Kemarau Panjang

Esti Utami

Selasa, 29 April 2014 | 14:14 WIB
Dana Cadangan Rp 2 Triliun  untuk Antisipasi Kemarau Panjang
Padi di sawah (freedigitalphotos/criminalatt)

Suara.com - Pemerintah menyiapkan dana cadangan beras sebesar Rp2 triliun untuk tahun ini, sebagai antisipasi kemungkinan terjadinya kemarau panjang yang dapat mengancam produksi pangan. "Benih dan pupuk tidak ada gangguan berarti, dan kita sudah punya dana sampai Rp2 triliun kalau ada gangguan stabilitas pangan, baik sebagai antisipasi terhadap iklim ekstrem maupun gangguan lainnya," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa seusai rapat koordinasi membahas pangan di Jakarta, Selasa (29/4/2014).

Hadir dalam rapat tersebut Menteri Pertanian Suswono, Menteri Perdagangan M. Lutfi, Menteri BUMN Dahlan Iskan, Menteri Kelautan dan Perikanan Cicip Sutarjo, Kepala BPS Suryamin dan Kepala BMKG Andi Eka Sakya..

Hatta menjelaskan hingga akhir April ketersediaan pasokan pangan relatif terjaga dan distribusi tidak mengalami hambatan, sehingga diperkirakan laju inflasi pada April akan rendah seperti bulan-bulan sebelumnya.

"Harga-harga pada April sudah cenderung menurun, misalnya beras mengalami penurunan 2,16 persen dibandingkan Maret. Distribusi baik tidak ada gangguan, sehingga tidak ada inflasi berarti dari 'volatile food'," katanya.

Ia menambahkan meskipun musim tanam sedikit bergeser karena gangguan cuaca, namun pemerintah tetap menargetkan stok beras di gudang Bulog sebanyak 1,7 juta ton untuk cadangan persediaan pangan, apabila dibutuhkan.  "Kita akan 'stand by', dan sudah antisipasi apa yang harus dilakukan untuk menjaga produksi beras tepat sasaran," ujar Hatta.

Sementara Kepala BMKG Andi Eka Sakya meminta pemerintah waspada dalam menghadapi musim pancaroba. BMKG memperkirakan akan terjadi el nino lemah hingga September 2014 yang dapat menyebabkan kemarau panjang. Curah hujan yang berkurang dapat mempengaruhi produksi pangan, untuk itu pemerintah diminta melakukan antisipasi sejak dini, untuk menghindarkan kelangkaan pangan yang dapat menganggu kestabilan harga dan inflasi.

"Ini dilaporkan dalam rapat koordinasi agar kita waspada dan melakukan langkah antisipasi. Kalau petani sudah mengetahui sejak awal, sebaiknya mereka berpikir untuk menanam palawija dibandingkan padi," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BI: Harga Pangan Terkendali, Tren Inflasi Menurun

BI: Harga Pangan Terkendali, Tren Inflasi Menurun

Bisnis | Jum'at, 28 Maret 2014 | 15:08 WIB

Terkini

Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang

Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang

Foto | Kamis, 06 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

×