Sri Mulyani: Keputusan Saya Membuat Indonesia Lolos dari Krisis

Doddy Rosadi

Jum'at, 02 Mei 2014 | 13:57 WIB
Sri Mulyani: Keputusan Saya Membuat Indonesia Lolos dari Krisis
Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani. (suara.com/Adrian Mahakam)

Suara.com - Mantan Ketua Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) Sri Mulyani mengatakan, keputusan yang diambilnya dalam menetapkan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik dilakukan atas penilaiannya sendiri. Menurut dia, tidak pernah ada simulasi yang dilakukan dalam rapat KSSK dalam menetapkan Bank Century sebagai bank berdampak sistemik.

Sebagai Menteri Keuangan yang juga Ketua KSSK, Sri Mulyani menambahkan, dia mempunyai kewenangan untuk mencegah risiko krisis keuangan menimpa Indonesia. Karena itu, melihat kondisi likuiditas Bank Century serta kondisi perekonomian global saat itu, maka KSSK memutuskan bahwa Bank Century ditetapkan sebagai bank gagal dan berdampak sistemik.

“Pemegang saham Bank Century sama sekali tidak pernah meminta untuk tidak menutup bank itu. Saya sebagai Ketua KSSK yang membuat keputusan dan bertanggung jawab untuk mencegah krisis keuangan. Saya membua keputusan dan saya yakin saya bisa mencegah krisis keuangan seperti yang pernah terjadi pada 1998. Terbukti, perekonomian Indonesia tidak terkena dampak krisis global pada 2009 dan kinerja perekonomian Indonesia merupakan salah satu yang terbaik di dunia,” kata Sri Mulyani, saat menjadi saksi dalam kasus korupsi pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik di Pengadilan Tipikor, Jumat (2/5/2014).

Sri Mulyani menambahkan, ketika itu KSSK juga menerima laporan dari Bank Indonesia bahwa ada 18 bank yang tengah mengalami kesulitan likuiditas serta lima bank lagi yang mempunyai nasib hampir sama seperti Bank Century.

Karena itu, Sri Mulyani menilai, krisis yang mengancam Indonesia jauh lebih besar dari yang dia bayangkan. Karena, ada 23 bank yang kesulitan likuiditas, termasuk Bank Century. Namun, dalam rapat KSSK pada November 2008, yang jadi pembahasan hanya nasib Bank Century.

Menurut dia, keputusan untuk menetapkan Bank Century sebagai bank berdampak sistemik didasarkan kepada jumlah dana nasabah yang dijamin pemerintah dan yang tidak dijamin serta hubungan transaksi interbank.

Pada rapat 21 November 2008, KSSK menetapkan Bank Century sebagai bank gagal dengan dampak sistemik. Pemerintah kemudian memberikan dana talangan sebesar Rp6,7 triliun untuk menyelamatkan Bank Century.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Alasan Penyertaan Modal Century, Sri Mulyani Tidak Mau Krisis Moneter Terulang

Alasan Penyertaan Modal Century, Sri Mulyani Tidak Mau Krisis Moneter Terulang

News | Jum'at, 02 Mei 2014 | 13:46 WIB

Sri Mulyani Jadi Saksi di Tipikor, 300 Polisi Dikerahkan

Sri Mulyani Jadi Saksi di Tipikor, 300 Polisi Dikerahkan

News | Jum'at, 02 Mei 2014 | 13:44 WIB

Sri Mulyani: Ada Lima Bank yang Nasibnya Sama Seperti Bank Century

Sri Mulyani: Ada Lima Bank yang Nasibnya Sama Seperti Bank Century

Bisnis | Jum'at, 02 Mei 2014 | 11:16 WIB

Dukung Penegakan Hukum, Boediono Siap Jadi Saksi di Sidang Tipikor

Dukung Penegakan Hukum, Boediono Siap Jadi Saksi di Sidang Tipikor

News | Jum'at, 25 April 2014 | 13:47 WIB

Terkini

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:36 WIB

×