Sri Mulyani Jadi Saksi di Tipikor, 300 Polisi Dikerahkan

Laban Laisila | Suara.com

Jum'at, 02 Mei 2014 | 13:44 WIB
Sri Mulyani Jadi Saksi di Tipikor, 300 Polisi Dikerahkan
Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani dikawal puluhan petugas polisi saat memberi kesaksian di Pengadilan Tipikor, JUmat (2/5/2014). [Suara.com/Adrian Mahakam]

Suara.com - Sekitar 300 personil polisi sengaja dikerahkan untuk mengamankan proses persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (2/5/2014).

Mantan Menteri Keuangan yang kini menjabat sebagai Managing Director World Bank itu mendapat pengamanan istimewa saat dimintai keterangan sebagai saksi untuk kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

Dia selalu dikawal sekitar 10 personil kepolisian sejak datang tadi pagi ke Tipikor, di ruangan saksi dan di luar ruang persidangan. Sejumlah personil lainnya berjaga-jaga di ruang lobby Tipikor.

Saat tiba tadi pagi, Sri Mulyani masuk melalui pintu samping yang terhubung dengan tangga darurat dan tidak menggunakan lift.

Dalam persidangan sesi pertama sebelum diskors rehat, Sri Mulyani mengungkapkan terdapat 18 bank yang kondisinya mengkhawatirkan pada 2008 lalu dan lima bank di antaranya mirip dengan kondisi yang dialami Bank Century.

Sebagai mantan Ketua Komite Stabilitas Sektor Keuangan, Sri Mulyani menerima laporan dari Bank Indonesia tentang kondisi lima bank yang punya masalah dengan rasio kecukupan modal (CAR).

Laporan itu diberikan terkait rapat KSSK yang akan memberikan FPJP untuk Bank Century. Ketika itu, rapat KSSK sudah sepakat untuk memberikan FPJP sebesar Rp632 miliar. Namun, jumlah itu kemudian membengkak menjadi Rp1,6 triliun.

“Saya waktu itu juga bertanya, kenapa dana yang dibutuhkan menjadi lebih besar. Informasi yang terima, ada penerimaan yang ternyata tidak jadi masuk ke sektor penerimaan. Selain itu, surat berharga Bank Century dimatikan oleh Bank Indonesia karena bank ini dianggap sebagai bank gagal. Akibatnya, CAR (rasio kecukupan modal-red) nya turun dari 3,2 persen menjadi -35 persen,” ujar Sri Mulyani saat ditanya oleh Jaksa Penuntut Umum.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sri Mulyani: Ada Lima Bank yang Nasibnya Sama Seperti Bank Century

Sri Mulyani: Ada Lima Bank yang Nasibnya Sama Seperti Bank Century

Bisnis | Jum'at, 02 Mei 2014 | 11:16 WIB

KPK Bakal Gunakan Youtube Untuk Siarkan Video Sidang Korupsi

KPK Bakal Gunakan Youtube Untuk Siarkan Video Sidang Korupsi

News | Selasa, 29 April 2014 | 15:02 WIB

Dukung Penegakan Hukum, Boediono Siap Jadi Saksi di Sidang Tipikor

Dukung Penegakan Hukum, Boediono Siap Jadi Saksi di Sidang Tipikor

News | Jum'at, 25 April 2014 | 13:47 WIB

Hapus Kewenangan DPR Memilih Pejabat Tinggi Negara

Hapus Kewenangan DPR Memilih Pejabat Tinggi Negara

News | Selasa, 22 April 2014 | 11:47 WIB

Terkini

Sinyal Damai di Selat Hormuz: PBB Sambut Langkah Iran, Trump Masih 'Kunci' Pelabuhan

Sinyal Damai di Selat Hormuz: PBB Sambut Langkah Iran, Trump Masih 'Kunci' Pelabuhan

News | Sabtu, 18 April 2026 | 10:06 WIB

Gerak Cepat, BPJS Ketenagakerjaan Penuhi Hak Beno Prasetio yang Wafat Dalam Kecelakaan Kerja

Gerak Cepat, BPJS Ketenagakerjaan Penuhi Hak Beno Prasetio yang Wafat Dalam Kecelakaan Kerja

News | Sabtu, 18 April 2026 | 09:00 WIB

Satgas PKH Buka Suara Soal Pertemuan Letjen Richard Tampubolon dengan Gubernur Sherly

Satgas PKH Buka Suara Soal Pertemuan Letjen Richard Tampubolon dengan Gubernur Sherly

News | Sabtu, 18 April 2026 | 08:10 WIB

Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS

Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS

News | Sabtu, 18 April 2026 | 00:03 WIB

BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya

BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya

News | Jum'at, 17 April 2026 | 23:21 WIB

Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global

Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:55 WIB

Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas

Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:38 WIB

LPSK Lindungi 20 Korban Pelecehan FH UI dari Potensi Intimidasi hingga Pelaporan Balik

LPSK Lindungi 20 Korban Pelecehan FH UI dari Potensi Intimidasi hingga Pelaporan Balik

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:30 WIB

Kasus Hery Susanto Jadi Alarm, Pakar Dorong Pembentukan Dewan Pengawas Ombudsman

Kasus Hery Susanto Jadi Alarm, Pakar Dorong Pembentukan Dewan Pengawas Ombudsman

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:27 WIB

wondr Kemala Run 2026 Dorong Aksi Donasi, Peserta Diajak Berlari Sambil Berbagi

wondr Kemala Run 2026 Dorong Aksi Donasi, Peserta Diajak Berlari Sambil Berbagi

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:13 WIB