Pengamat: Kebijakan Restriktif jadi Sorotan Investor Asing

Arsito Hidayatullah

Rabu, 25 Juni 2014 | 04:54 WIB
Pengamat: Kebijakan Restriktif jadi Sorotan Investor Asing
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Kepala Departemen Ekonomi CSIS, Djisman Simanjuntak mengatakan, kebijakan-kebijakan yang terkesan restriktif atau membatasi di Indonesia, saat ini menjadi sorotan bagi investor-investor asing. Hal itu menurutnya, membuat mereka masih menunggu atau mengajukan perubahan rencana investasi.

"Kita melihat restrictive policy, seperti law (UU) di mineral dan energi, UU Perdagangan, DNI (Daftar Negatif Investasi), apa kita akan terus?" kata Djisman, dalam diskusi terkait "2014 World Investment Report", di Jakarta, Selasa (24/6/2014).

Menurut Djisman, pada 2013, aliran investasi asing ke kawasan Asia bagian timur cukup menjanjikan, namun Indonesia tidak mendapat porsi yang signifikan. Pada 2013, investasi sendiri menurutnya cukup terkonsentrasi di sektor jasa.

Sementara itu ke depannya, menurut Djisman lagi, sektor industri manufaktur perlu menjadi sektor yang diarahkan untuk mendapatkan banyak investasi asing, agar mencapai sektor manufaktur yang padat karya, serta pertumbuhannya mencapai dua digit.

"Kebutuhan kita adalah konsumsi domestik dan penyediaan lapangan kerja. Manufaktur merupakan kesempatan besar kita untuk eksplor, dan sektor itu akan menjadi hal yang selalu penting buat kita," ujarnya.

Selain manufaktur, Djisman mengatakan bahwa sektor industri komunikasi dan teknologi (ICT) serta otomotif, juga perlu diarahkan untuk menjadi sasaran investasi asing.

Di bagian lain, menyinggung optimalisasi investasi asing untuk tujuan pengembangan berkelanjutan (SDGs), Djisman meminta agar pemerintah lebih mempersiapkan paket dan fasilitas, untuk menarik dan mengarahkan investasi ke sektor tersebut. Namun begitu, menurut Djisman, penyediaan lapangan kerja bagi masyarakat, terutama di daerah, tetap harus menjadi prioritas. Selebihnya, dia menyarankan pemerintah mempersiapkan paket insentif untuk SDGs.

Sementara itu, Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal BKPM, Himawan Hariyoga mengatakan, kebijakan terhadap investasi asing disesuaikan dengan kondisi perekonomian Indonesia sebagai negara berkembang, yang mengalami kemajuan ekonomi cukup signifikan sejak beberapa tahun terakhir. Dengan begitu menurutnya, jika terdapat pandangan bahwa kebijakan pemerintah bergerak menjadi lebih ketat, harus dipandang dari sisi kepentingan nasional.

Himawan mencontohkan perundang-undangan bidang ekonomi yang baru saja ditetapkan pemerintah Indonesia, seperti UU Mineral dan Batu Bara tentang larangan ekspor mineral dalam bentuk mentah, ataupun UU Perdagangan yang mengatur lebih ketat perdagangan internasional. Regulasi tersebut menurutnya memiliki landasan untuk menarik investasi yang berkualitas bagi Indonesia.

"Ini yang kita ingin dorong, untuk (investasi) yang menciptakan nilai tambah dan produktivitas dari apa yang sudah banyak kita miliki, seperti untuk pengolahan dan pemurnian mineral," ujarnya. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Elektabilitas Jokowi Turun, Investor Mulai Cemas

Elektabilitas Jokowi Turun, Investor Mulai Cemas

Bisnis | Kamis, 19 Juni 2014 | 14:50 WIB

Indonesia Masih Menarik di Mata Investor Global

Indonesia Masih Menarik di Mata Investor Global

Bisnis | Senin, 16 Juni 2014 | 12:21 WIB

BKPM: Investor Masih Percaya kepada Indonesia

BKPM: Investor Masih Percaya kepada Indonesia

Bisnis | Jum'at, 13 Juni 2014 | 10:22 WIB

 SBY Undang Investor untuk Investasi di Indonesia

SBY Undang Investor untuk Investasi di Indonesia

Bisnis | Jum'at, 23 Mei 2014 | 06:42 WIB

Terkini

Dalam Persaudaraan, 21.868 Pemotor Rayakan Honda Bikers Day 2026 di Ambarawa

Dalam Persaudaraan, 21.868 Pemotor Rayakan Honda Bikers Day 2026 di Ambarawa

Otomotif | Minggu, 25 Oktober 2026 | 07:47 WIB

Urutan Skincare Sariayu Putih Langsat yang Benar untuk Kulit Cerah Maksimal

Urutan Skincare Sariayu Putih Langsat yang Benar untuk Kulit Cerah Maksimal

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 07:43 WIB

Prabowo Bakal Bangun Pacuan Kuda Berstandar Internasional di Sulawesi

Prabowo Bakal Bangun Pacuan Kuda Berstandar Internasional di Sulawesi

Sulsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 07:40 WIB

Ini Strategi Awal Appi Sebagai Ketua Partai Demokrat Sulawesi Selatan

Ini Strategi Awal Appi Sebagai Ketua Partai Demokrat Sulawesi Selatan

Sulsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 07:27 WIB

Hari Pertama IBL All Indonesian 2026 Langsung Panas! Dewa United Tekuk Pelita Jaya

Hari Pertama IBL All Indonesian 2026 Langsung Panas! Dewa United Tekuk Pelita Jaya

Sport | Minggu, 25 Oktober 2026 | 07:19 WIB

Dedi Mulyadi Kunci Gerbang SMA-SMK Negeri di Jabar saat KBM, Ini Alasannya

Dedi Mulyadi Kunci Gerbang SMA-SMK Negeri di Jabar saat KBM, Ini Alasannya

Jabar | Minggu, 25 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Desas-desus Hubungan Terlarang Pejabat di Sulsel Viral, Mengapa Warganet Mudah Percaya Isu Medsos

Desas-desus Hubungan Terlarang Pejabat di Sulsel Viral, Mengapa Warganet Mudah Percaya Isu Medsos

Sulsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 06:45 WIB

Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi untuk Korban PHK 20242026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi untuk Korban PHK 20242026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA

Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA

Bali | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Persis Solo Tertahan di Manahan, Bermain Imbang Kontra RANS Nusantara FC

Persis Solo Tertahan di Manahan, Bermain Imbang Kontra RANS Nusantara FC

Surakarta | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44 WIB

×