Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.231,780
LQ45 627,750
Srikehati 307,753
JII 374,159
USD/IDR 17.971

Nyaris Bangkrut, Magic Spray Membuat Lelaki Ini Kaya Raya

Doddy Rosadi

Sabtu, 19 Juli 2014 | 17:15 WIB
Nyaris Bangkrut, Magic Spray Membuat Lelaki Ini Kaya Raya
Heine Allemagne dan magic spray ciptaannya. (article.wn.com)

Suara.com - Heine Allemagne bukan siapa-siapa dan seperti sebagian besar warga Brasil lainnya hidup di bawah garis kemiskinan. Dia nyaris mengalami kebangkrutan. Namun, sebuah semprotan ajaib berhasil menyelamatkan kehidupannya dari kebangkrutan dan juga kemiskinan.

Semprotan yang diciptakan oleh Heine digunakan oleh wasit yang memimpin pertandingan di Piala Dunia 2014. Ketika sebuah tim mendapatkan hadiah tendangan bebas, maka wasit menyemprotkan busa putih yang keluar dari semprotan itu untuk menjaga jarak 10 yard antara pemain lawan dengan bola.

Kenapa disebut semprotan ajaib karena hanya dalam waktu 10 detik, busa putih itu bisa hilang dengan sendirinya. Penggunaan semprotan ajaib itu bisa disebut sukses selama perhelatan Piala Dunia. Kini, sejumlah negara berencana untuk menggunakan semprotan ajaib buatan Heine tersebut. Liga Premir Inggris menjadi salah satu liga Eropa yang tertarik dengan magic spray itu.

Heine mengaku sangat senang ketika magic spray buatannya itu pertama kali digunakan dalam pertandingan antara Brasil melawan Krosia, partai pembuka Piala Dunia 2014.

“Saya menghabiskan waktu 14 tahun untuk membuat magic spray itu. Setelah wasit menggunakannya, saya mulai menerima pesan pendek dari keluarga dan juga teman. Itu merupakan kali pertama saya menjadi sangat emosional, mata saya memerah. Saya sempat berpikir, saya tidak gila dan ini semuanya ada artinya,” kata Heine.

Heine (43 tahun) tumbuh dari keluarga miskin sehingga dia tidak bisa sekolah hanya demi menjual es di jalanan untuk membantu perekonomian keluarganya.  Heine tinggal di sebuah rumah kumuh di Ituiutaba, Minas Gerais bersama empat saudara kandungnya.

“Kami tidur bersama di sebuah kamar kecil. Saya tidak pernah punya mainan dan hanya beberapa baju. Ayah saya menyuruh bekerja ketika saya berusia 8 tahun,” jelasnya.

Heine bermimpi menjadi pemain sepak bola. Tetapi, dia harus bekerja keras untuk terhindar dari kebangkrutan. Dia sempat melakoni lima pekerjaan sekaligus. Hingga suatu ketika, 14 tahun lalu, dia berkunjung ke rumah orang tuanya.

Ketika itu, mereka tengah menyaksikan pertandingan sepak bola lewat sebuah tv yang sudah tua. Saat itulah, Heine menemukan momen “eureka.”

“Saya tertarik dengan pertandingan itu. Saya sedang melewati TV ketika tendangan bebas akan diambil. Saya dengar komentator bilang, apakah akan ada orang yang bisa mencari jalan agar dinding yang dibuat pemain lawan bisa berjalan? Saya lalu kemudian berhenti dan berpikir, saya akan mencari cara agar hal itu bisa terlaksana,” ujarnya.

Heine tidak pernah menciptakan sesuatu, namun satu minggu kemudian dia mulai bekerja untuk membuat busa yang bisa menghilang, yang merupakan campuran dari minyak nabati dan juga gas butan serta propane.

“Saya sempat berpikir tentang garsis sementara lalu saya berpikir tentang busa karena volumenya. Saya lalu pergi ke kamar mandi dan mengambil busa dari pencukur janggut. Saya memejamkan mata dan berpikir, apabila saya bisa membuat garis dengan busa maka saya bisa melakukan sesuatu. Sejak itulah saya mulai bekerja,” jelasnya.

Heine menemukan pabrik kosmetik kecil yang bersedia membantunya dengan sebuah formula lalu kemudian mempatenkan produknya itu.

“Kami harus mencari sesuatu yang tidak mempengaruhi kesehatan pemain atau juga merusak lapangan. Jadi kami membuat busa dari minyak nabati. Tetapi, busa itu juga harus bisa hilang dengan cepat. Setelah melakukan sejumlah eksperimen, kami berhasil menemukan kombinasi yang tepat sehingga busa itu bisa tetap bertajan selama satu menit,” kata Heine.

Heine kemudian meyakinkan Federasi Sepak Bola Brasil untuk menggunakannya dalam turnamen kecil yaitu Belo Horizonte Cup pada 2000. Mulai 2012, produk buatan Heine itu telah diuji coba pada 18 ribu pertandingan profesional.

Statistik mengungkapkan, semprotan busa yang disebut 9.15 Fair Play itu berhasil mengurangi waktu yang diperlukan untuk melakukan tendangan bebas dari 48 detik menjadi 20 detik. Heine juga tengah menanti produknya itu bisa digunakan di seluruh dunia. Apabila magic spraynya itu sudah dipakai di seluruh dunia, uang akan mengalir dengan sendirinya.

“Saya hanya berharap berapa pun keuntungan finansial yang saya raih sepantar dengan perjuangan selama 14 tahun. Saya membayar semuanya dengan harga yang mahal. Saya tidak bisa melihat anak-anak saya tumbuh karena fokus dengan pekerjaan ini. Yang paling penting, saya bisa memberikan kontribusi bagi sepak bola karena wasit sudah mempunyai alat untuk melakukan tendangan bebas dengan cepat,” tandasnya. (Mirror)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dianggap Beban Negara! Stadion Legendaris Final Piala Dunia Terlilit Utang Rp34 Triliun

Dianggap Beban Negara! Stadion Legendaris Final Piala Dunia Terlilit Utang Rp34 Triliun

Bola | Selasa, 28 Oktober 2025 | 21:43 WIB

Profil Timnas Jerman di Piala Dunia 2022 Qatar: Prestasi, Pelatih dan Pemain Kunci

Profil Timnas Jerman di Piala Dunia 2022 Qatar: Prestasi, Pelatih dan Pemain Kunci

Bola | Sabtu, 03 September 2022 | 14:00 WIB

Pegawainya Diancam UU ITE Oleh Pengutil, Ini Sumbangsih Alfamart untuk Sepak Bola

Pegawainya Diancam UU ITE Oleh Pengutil, Ini Sumbangsih Alfamart untuk Sepak Bola

Bola | Selasa, 16 Agustus 2022 | 16:30 WIB

Terkini

Industri Otomotif China Terjebak Persaingan Brutal yang Mengancam Loyalitas Konsumen

Industri Otomotif China Terjebak Persaingan Brutal yang Mengancam Loyalitas Konsumen

Otomotif | Selasa, 21 Juli 2026 | 17:10 WIB

LDA Keraton Solo Ancam Buka Paksa Akses yang Dikunci, Penghalang Revitalisasi Bakal Dipidanakan

LDA Keraton Solo Ancam Buka Paksa Akses yang Dikunci, Penghalang Revitalisasi Bakal Dipidanakan

Surakarta | Selasa, 21 Juli 2026 | 17:10 WIB

Iran Terancam Balasan Fatal karena Bunuh Tentara Donald Trump

Iran Terancam Balasan Fatal karena Bunuh Tentara Donald Trump

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 17:08 WIB

Argentina Kalah di Final, Kata-kata Messi di Ruang Ganti Munculkan Spekulasi Liar

Argentina Kalah di Final, Kata-kata Messi di Ruang Ganti Munculkan Spekulasi Liar

Bola | Selasa, 21 Juli 2026 | 17:06 WIB

Bagi-Bagi Google Gemini Plus Gratis 6 Bulan, Bebaskan Fitur AI Canggih untuk Jutaan Pengguna XLSmart

Bagi-Bagi Google Gemini Plus Gratis 6 Bulan, Bebaskan Fitur AI Canggih untuk Jutaan Pengguna XLSmart

Tekno | Selasa, 21 Juli 2026 | 17:04 WIB

Pernikahan Mewah Berujung Utang: Saat Gengsi Mengalahkan Kondisi Keuangan

Pernikahan Mewah Berujung Utang: Saat Gengsi Mengalahkan Kondisi Keuangan

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 17:00 WIB

Saham Konglomerat Kompak Naik, IHSG Betah di Level 6.300

Saham Konglomerat Kompak Naik, IHSG Betah di Level 6.300

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:59 WIB

Dompet Dhuafa Hadirkan Ruang Mimpi,  Dampingi Anak Yatim Berani Wujudkan Cita-cita

Dompet Dhuafa Hadirkan Ruang Mimpi, Dampingi Anak Yatim Berani Wujudkan Cita-cita

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:57 WIB

Jadi Tokoh Antagonis Argentina di Final Piala Dunia 2026, Enzo Fernandez Buka Suara

Jadi Tokoh Antagonis Argentina di Final Piala Dunia 2026, Enzo Fernandez Buka Suara

Bola | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:57 WIB

KPK Bongkar Modus 'Pinjam Bendera' yang Jerat Bupati Lombok Barat

KPK Bongkar Modus 'Pinjam Bendera' yang Jerat Bupati Lombok Barat

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:57 WIB

×