- SARGA.CO menyelenggarakan delapan kejuaraan Indonesia's Horse Racing 2026 di berbagai daerah untuk memodernisasi pacuan kuda nasional.
- Penyelenggaraan IHR 2026 bertujuan menggabungkan unsur olahraga, hiburan, pariwisata, ekonomi kreatif, serta potensi lokal daerah penyelenggara.
- SARGA.CO memproduksi siaran berbahasa Inggris berstandar internasional guna memperkenalkan pacuan kuda Indonesia ke kancah global.
Suara.com - Pacuan kuda Indonesia mulai memasuki babak baru. Olahraga yang selama ini identik dengan persaingan di lintasan tersebut kini dikembangkan menjadi bagian dari ekosistem yang lebih luas, mulai dari olahraga, hiburan, pariwisata hingga ekonomi kreatif.
Langkah tersebut salah satunya dilakukan SARGA.CO melalui Indonesia’s Horse Racing (IHR). Platform ini dikembangkan untuk membawa pacuan kuda Indonesia ke arah yang lebih profesional dan modern sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat yang lebih luas.
SARGA.CO merupakan perusahaan ekosistem premium 360° di bidang olahraga dan hiburan yang mengembangkan berbagai aspek dalam sebuah event, mulai dari intellectual property (IP), media rights, venue operator, hingga pengalaman acara langsung.
Didirikan pada 2023, SARGA.CO hadir sebagai promotor pacuan kuda profesional pertama dan satu-satunya di Indonesia melalui IP Indonesia’s Horse Racing.

Pengembangan IHR menjadi bagian dari upaya untuk mengubah cara pacuan kuda dikelola dan dikemas. Olahraga yang memiliki sejarah panjang di Indonesia itu kini mendapat pendekatan baru agar semakin dekat dengan generasi masa kini dan memiliki daya tarik yang lebih luas.
Jika pada 2025 IHR menggelar sembilan event dengan tema “The Race of Rising Stars”, pada 2026 SARGA.CO membawa visi yang lebih jauh melalui tema “Race to the World Stage”.
IHR 2026 dirancang tidak hanya sebagai kompetisi untuk menentukan kuda tercepat. Setiap event menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem yang mempertemukan olahraga, hiburan, pariwisata, ekonomi kreatif, serta potensi lokal di daerah penyelenggara.
Bersama PP PORDASI, SARGA.CO menghadirkan delapan kejuaraan dalam kalender IHR 2026 yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia.
Rangkaian tersebut telah dimulai melalui IHR Jateng Derby 2026 di Gelanggang Pacuan Kuda Tegalwaton, Kabupaten Semarang, pada 15 Februari. Agenda kemudian berlanjut dengan IHR Triple Crown Serie 1 & Pertiwi Cup di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada 4 April.
Pada 10 Mei, kompetisi kembali digelar melalui IHR Triple Crown Serie 2 & Piala Raja Mangkunegaran di Gelanggang Pacuan Kuda Tegalwaton. Perjalanan IHR berlanjut pada Juni melalui IHR Piala Paku Alam di Stadion Sultan Agung, Bantul.
Salah satu agenda utama hadir melalui IHR Indonesia Derby 2026 yang berlangsung di Gelanggang Pacuan Kuda Legokjawa, Pangandaran, Jawa Barat, pada 26 Juli.
Memasuki Agustus, IHR berlanjut melalui IHR Merdeka Cup 2026 di Sumatera Barat. Setelah itu, rangkaian kompetisi dijadwalkan menuju Kejurnas Seri II di Sulawesi Utara pada Oktober, sebelum ditutup dengan Piala Hamengku Buwono X di DI Yogyakarta pada November 2026.
Sebaran lokasi tersebut menjadi bagian penting dari konsep IHR. Setiap daerah memiliki karakter, sejarah, dan tradisi berkuda yang berbeda sehingga kompetisi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan lokal kepada audiens yang lebih luas.
Tema “Race to the World Stage” mulai diterjemahkan IHR melalui peningkatan kualitas produksi dan distribusi siaran. Sejumlah event IHR untuk pertama kalinya diproduksi dengan siaran berbahasa Inggris.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi untuk memperkenalkan pacuan kuda Indonesia kepada penonton dan komunitas internasional. Dengan produksi yang lebih berstandar internasional, IHR ingin membuka akses agar kompetisi dari Indonesia dapat dinikmati audiens di luar negeri.