Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Konsultasi: Bagaimana Cara Cicilan Tidak Ganggu Gaji Bulanan?

Doddy Rosadi

Kamis, 14 Agustus 2014 | 16:22 WIB
Konsultasi: Bagaimana Cara Cicilan Tidak Ganggu Gaji Bulanan?
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Tanya: Saya adalah karyawan swasta biasa yang sedang menyicil kendaraan. Nah yang saya mau tanya adalah, bagaimana cicilan bulanan itu tidak mengganggu gaji saya? Adakah usaha sampingan yang cocok untuk saya yang sampai rumah larut malam? Terima kasih. Eriana Rahayu ([email protected])

Jawaban:

Dear Ibu Eriana

Agar Anda dapat tepat waktu membayar cicilan kendaraan anda gunakanlah fasilitas sistem autodebet pada cicilan kendaraan. Sehingga gaji yang anda dapatkan langsung dipotong dengan biaya cicilan. Setelah itu anda sisihkan sisa gaji sebesar 10% untuk tabungan. Setelah gaji dipotong cicilan mobil dan tabungan maka Anda dapat menggunakan sisanya untuk kebutuhan hidup seperti uang transportasi, belanja bulanan, listrik, telepon, air dan lain-lain.

Walaupun gaji Anda terpakai untuk membayar cicilan mobil, sebenarnya ada kesempatan bagi Anda untuk mendapatkan penghasilan tambahan seperti menggunakan mobil untuk sewa rental sehingga menambah penghasilan Anda.

Selalu ingat bahwa biaya cicilan yang anda miliki tidak boleh lebih dari 30% dari total pendapatan penghasilan sehingga tidak mengganggu pengalokasian biaya untuk yang lain. Jangan mudah terjebak pada cicilan yang membuat Anda lebih konsumtif seperti cicilan kartu kredit untuk beli baju, cicilan barang-barang elektronik. Selain bunganya sangat tinggi denda keterlambatannya juga sangat besar.

Biaya cicilan yang semakin banyak akan membuat anda harus lebih mengencangkan ikat pinggang. Jadi selalu catat pemasukan dan pengeluaran setiap bulan sehingga anda mengetahui seberapa besar penggunaan uang untuk konsumsi, tabungan, investasi,cicilan hutan dan hindari pembelanjaan yang tidak perlu.

Dedikasi dalam pekerjaan sangat penting tak heran jika banyak orang yang Anda memiliki waktu yang terbatas hingga larut malam, bisa mulai mencoba bisnis online yang tidak terbatas oleh waktu dan bisa anda lakukan dimanapun. Selain itu anda bisa mulai menyisihkan uang untuk mendapatkan modal usaha toko yang bisa anda serahkan pengelolaannya kepada orang lain.

Terimakasih atas pertanyannya. Selamat mencoba !

Tanya: Saya seorang karyawan swasta dan belum menikah. Beberapa teman di kantor lagi keranjingan investasi di sektor properti. Biasanya mereka berburu proprerti yang baru akan dibangun dan langsung membeli dua tiga unit. Ketika pengembang akan melakukan launching, biasanya mereka langsung menjual unit tersebut dan ada juga yang menunggu hingga 2-3 tahun baru menjual. Apakah investasi di sektor properti saat ini bisa dibilang aman dan memberikan keuntungan yang besar? Terima Kasih, Vitry ([email protected])

Jawaban:

Dear Ibu Vitry

Berinvestasi di sektor properti merupakan salah satu alternatif yang tepat untuk saat ini. Dalam 5 tahun terakhir pertumbuhan kenaikan properti rata-rata  mencapai 18%. Inilah yang dinilai masyarakat Indonesia untuk menjadi salah satu pilihan dalam portofolio investasi. Permintaan yang tinggi menyebabkan harga properti semakin naik. Selain harganya selalu naik, properti juga memberikan kemudahan dalam berinvestasi real.

High Risk High Return. Low Risk Low Return. Prinsip yang harus selalu di ingat dalam berinvestasi di properti. Walaupun memiliki return yang besar setiap tahun, risiko yang besar juga selalu ada. Salah satu risiko pada properti adalah termasuk investasi non liquid dan biaya perawatan yang harus dilakukan berulang agar properti tidak cepat rusak, biaya PBB, asuransi rumah. Sehingga untuk mendapatkan hasil dari investasi properti tidak bisa cepat dan mudah jika dibandingkan dengan instrumen investasi yang lain.

Anda juga perlu mencermati faktor-faktor apa saja yang dapat menaikkan atau menurunkan harga jual properti. Salah satunya adalah masala pemilihan lokasi. Sangat dianjurkan Anda memiih daerah yang sedang berkembangnya. Cirinya adalah terjadi pertambahan jumlah penduduk di daerah tersebut ditambah pembangunan fasiltas umum yang lebih baik. Misalnya perumahan, jalan raya, rumah sakit, pasar, sekolah, perkantoran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cara Cerdas Mengatur Keuangan Pribadi agar Terhindar Jeratan Utang Sebelum Usia 35

Cara Cerdas Mengatur Keuangan Pribadi agar Terhindar Jeratan Utang Sebelum Usia 35

Bisnis | Jum'at, 23 Mei 2025 | 06:51 WIB

Terkini

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:10 WIB

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:33 WIB

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:00 WIB

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:15 WIB

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:13 WIB

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:55 WIB

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:45 WIB

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:56 WIB

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB