Ada Dugaan Praktik Curang di Sektor Pangan, Bikin Rugi Rp100 Triliun

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 07 Agustus 2026 | 20:24 WIB
Ada Dugaan Praktik Curang di Sektor Pangan, Bikin Rugi Rp100 Triliun
Kepala Badan Pangan Amran Sulaiman menyebut adanya praktik curang di sektor pangan . [Suara.com]
baca 10 detik
  • Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman mengungkap dugaan kecurangan perdagangan pangan yang merugikan rakyat hingga Rp100 triliun.
  • Praktik curang tersebut melibatkan penjualan pangan berkualitas rendah dengan harga sangat tinggi menggunakan label premium.
  • Pemerintah bersama aparat penegak hukum akan memperketat pengawasan mutu pangan untuk melindungi hak konsumen.

Suara.com - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman mengungkap dugaan praktik curang dalam perdagangan pangan yang dinilai telah merugikan masyarakat dalam skala besar. Ia menyebut total kerugian rakyat akibat praktik tersebut diperkirakan mencapai Rp100 triliun.

Amran menyebut persoalan utamanya bukan sekadar perbedaan harga ataupun penggunaan label premium pada produk pangan, melainkan hilangnya hak masyarakat untuk mendapatkan pangan berkualitas dengan harga yang layak.

"Seharusnya harganya Rp8.000 tapi dijual Rp17 ribu, dan itu ditulis di situ premium. Menurut kamu benar apa salah? Ini jangan pengalihan isu. Substansinya adalah total kerugian bukan itu Rp2 triliun. Semuanya adalah Rp100 triliun kerugian rakyat, mengambil hak rakyat," ujar Amran kepada wartawan, Jumat (7/8/2026).

Bulog mewaspadai risiko gangguan ekspor beras Indonesia ke Arab Saudi gara-gara konflik di Teluk antara Israel & Amerika Serikat vs Iran. [Antara]
Kepala Badan Pangan Amran Sulaiman menyebut adanya praktik curang di sektor pangan . [Antara]

Menurut dia, negara berkewajiban memastikan seluruh produk pangan yang beredar memenuhi standar keamanan, mutu, serta memberikan informasi yang benar kepada masyarakat. Karena itu, praktik yang memanfaatkan label atau klaim tertentu demi meraup keuntungan berlebihan tidak bisa dibiarkan.

Amran mencontohkan program beras fortifikasi yang sejatinya dirancang pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat melalui penambahan vitamin dan mineral. Namun, menurutnya, nilai tambah tersebut harus dibarengi dengan mutu produk yang sesuai standar dan harga yang masuk akal.

"Substansi persoalannya adalah perlindungan masyarakat. Jangan sampai ada produk yang dipasarkan tidak sesuai dengan kualitas sebenarnya, tetapi dijual dengan harga yang jauh lebih tinggi. Itu merugikan konsumen dan menghilangkan hak rakyat untuk memperoleh pangan yang berkualitas dengan harga yang wajar," kata Amran.

Ia menyebut pemerintah akan memperketat pengawasan mutu pangan bersama kementerian, lembaga terkait, dan aparat penegak hukum. Langkah itu dilakukan agar seluruh produk pangan yang beredar memenuhi standar keamanan, mutu, serta tidak menyesatkan konsumen.

Amran juga mengingatkan pelaku usaha untuk menjalankan bisnis secara jujur dan mematuhi aturan yang berlaku. Menurutnya, persaingan usaha yang sehat hanya dapat tercipta apabila kepentingan masyarakat ditempatkan di atas keuntungan sesaat.

"Tidak boleh ada pihak yang mengambil keuntungan dengan cara mengorbankan masyarakat. Negara harus hadir memastikan setiap pangan yang dikonsumsi masyarakat memiliki mutu yang sesuai dan dipasarkan secara jujur," pungkas Amran.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Modernisasi Pertanian Tak Cukup dengan Alat, Pengetahuan Petani Harus Ditingkatkan

Modernisasi Pertanian Tak Cukup dengan Alat, Pengetahuan Petani Harus Ditingkatkan

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 20:13 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Makin Pedas, Beras Mulai Merangkak Naik

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Makin Pedas, Beras Mulai Merangkak Naik

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 08:33 WIB

Pondok Pesantren Kini Boleh Kelola Dapur MBG Sendiri

Pondok Pesantren Kini Boleh Kelola Dapur MBG Sendiri

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 16:29 WIB

Terkini

BRI Dorong Generasi Muda Kelola Penghasilan untuk Bangun Aset Masa Depan

BRI Dorong Generasi Muda Kelola Penghasilan untuk Bangun Aset Masa Depan

Malang | Minggu, 06 September 2026 | 22:24 WIB

BRI Dorong Financial Growth Mindset Bagi Masa Depan Generasi Muda

BRI Dorong Financial Growth Mindset Bagi Masa Depan Generasi Muda

Kaltim | Minggu, 06 September 2026 | 22:21 WIB

BRI: Semakin Awal Menabung dan Investasi, Semakin Panjang Waktu Bangun Aset

BRI: Semakin Awal Menabung dan Investasi, Semakin Panjang Waktu Bangun Aset

Kalbar | Minggu, 06 September 2026 | 22:18 WIB

Imbas Hujan Abu Anak Krakatau, Sekolah di Kota Serang Banten Besok Diliburkan

Imbas Hujan Abu Anak Krakatau, Sekolah di Kota Serang Banten Besok Diliburkan

Banten | Minggu, 06 September 2026 | 22:16 WIB

BRI Ingatkan Generasi Muda Waspadai Financial Scam Dengan 3 Prinsip Ini

BRI Ingatkan Generasi Muda Waspadai Financial Scam Dengan 3 Prinsip Ini

Riau | Minggu, 06 September 2026 | 22:15 WIB

Saat Kabut Asap Selimuti Sumsel, 455 Hotspot Terpantau di Area Izin Perusahaan Hutan

Saat Kabut Asap Selimuti Sumsel, 455 Hotspot Terpantau di Area Izin Perusahaan Hutan

Sumsel | Minggu, 06 September 2026 | 22:12 WIB

BRI Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda Lewat Lampung Financial Festival 2026

BRI Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda Lewat Lampung Financial Festival 2026

Sumut | Minggu, 06 September 2026 | 22:12 WIB

BRI Dorong Anak Muda Gunakan Teknologi untuk Disiplin Mengatur Keuangan

BRI Dorong Anak Muda Gunakan Teknologi untuk Disiplin Mengatur Keuangan

Sumbar | Minggu, 06 September 2026 | 22:08 WIB

Paparan Abu Vulkanik, 2 Warga Serang Dirujuk ke Rumah Sakit

Paparan Abu Vulkanik, 2 Warga Serang Dirujuk ke Rumah Sakit

News | Minggu, 06 September 2026 | 22:08 WIB

BRI Bagikan Strategi Kelola Keuangan untuk Generasi Muda di Era Digital

BRI Bagikan Strategi Kelola Keuangan untuk Generasi Muda di Era Digital

Sulsel | Minggu, 06 September 2026 | 22:06 WIB

×