Bisnis Karet BUMN Berubah Total, Kini Andalkan Riset dan Nilai Tambah

Achmad Fauzi

Jum'at, 07 Agustus 2026 | 20:20 WIB
Bisnis Karet BUMN Berubah Total, Kini Andalkan Riset dan Nilai Tambah
Ilustrasi bisnis karet. [ist].
baca 10 detik
  • PTPN Group mengubah strategi bisnis komoditas karet di Jakarta pada Jumat, 7 Agustus 2026.
  • Rizal H Damanik menyatakan perusahaan mengalihkan fokus dari kuantitas produksi ke pengelolaan berkelanjutan dan berbasis data.
  • Transformasi ini menargetkan peningkatan produk bernilai tambah serta klasterisasi kebun karet seluas 87 ribu hektare.

Suara.com - Holding BUMN Perkebunan Nusantara, PT Perkebunan Nusantara III (Persero) atau PTPN Group mengubah strategi bisnis komoditas karet. Perusahaan tidak lagi berfokus mengejar peningkatan volume produksi, tetapi mengedepankan pengelolaan yang berkelanjutan, peningkatan nilai tambah, serta pengambilan keputusan berbasis data dan riset.

Direktur Produksi dan Pengembangan PTPN III (Persero), Rizal H Damanik, mengatakan, daya saing perusahaan ke depan akan ditentukan oleh kemampuan mengelola aset biologis secara berkelanjutan, menghasilkan produk bernilai tambah, serta menerapkan keputusan operasional yang didukung hasil riset.

"Dinamika industri komoditas global menuntut kita untuk terus beradaptasi. Melalui semangat Rethinking Rubber Exploitation, kita mengubah paradigma dari sekadar mengejar kuantitas produksi harian menjadi pengelolaan biological asset yang sehat sehingga mampu memberikan produktivitas optimal, keuntungan yang berkelanjutan, serta memperkuat daya saing PTPN Group di pasar global," ujar Rizal di Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Ekspor karet Sumsel terancam tarif ekspor baru Amerika Serikat
Ilustrasi bisnis Karet BUMN

Sebagai bagian dari transformasi, PTPN menerapkan prinsip "diagnosis before decision". Melalui pendekatan ini, setiap keputusan teknis, mulai dari pengaturan sistem sadap hingga penggunaan stimulan, harus didasarkan pada analisis kesehatan tanaman, kondisi kebun, serta efisiensi biaya.

Strategi tersebut diharapkan mampu menjaga kesehatan aset biologis, memperpanjang umur produktif tanaman, sekaligus meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan.

Selain mengubah pola pengelolaan kebun, PTPN juga mulai menggeser orientasi produksi ke produk-produk karet bernilai tambah tinggi. Perusahaan menargetkan peningkatan komposisi produksi bahan baku cair premium, seperti lateks pekat dan lembaran karet berkualitas tinggi, hingga mencapai rasio ideal 70 persen.

Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai jual produk, memperkuat posisi PTPN di pasar internasional, sekaligus menciptakan profitabilitas yang lebih berkelanjutan.

Transformasi bisnis juga diperkuat melalui penataan dan klasterisasi lebih dari 87 ribu hektare kebun karet produktif berdasarkan karakteristik dan potensinya.

Kebun dengan produktivitas tinggi akan dijadikan acuan praktik terbaik, sementara kebun yang memasuki fase akhir produktivitas akan dioptimalkan nilai ekonominya sebelum menjalani program peremajaan.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BUMN Hanya Tersisa 250 Perusahaan, Nasib Karyawan Gimana

BUMN Hanya Tersisa 250 Perusahaan, Nasib Karyawan Gimana

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 20:08 WIB

Telkom Pangkas 34 Entitas Bisnis Demi Efisiensi

Telkom Pangkas 34 Entitas Bisnis Demi Efisiensi

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 18:29 WIB

BUMN Nggak Bebas Lagi, Tak Bisa Asal Garap Proyek Hilirisasi

BUMN Nggak Bebas Lagi, Tak Bisa Asal Garap Proyek Hilirisasi

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 17:15 WIB

Terkini

Spesifikasi Kapal China First Margaux yang Tabrak Perahu Nelayan di Selat Singapura

Spesifikasi Kapal China First Margaux yang Tabrak Perahu Nelayan di Selat Singapura

News | Selasa, 22 September 2026 | 11:33 WIB

APBD Perubahan Rp8 Triliun Lebih, Riau Fokus Lunasi Tunda Bayar

APBD Perubahan Rp8 Triliun Lebih, Riau Fokus Lunasi Tunda Bayar

Riau | Selasa, 22 September 2026 | 11:30 WIB

Belajar Memahami Diri dan Menemukan Ketenangan dalam Buku Seni Menyikapi Hidup

Belajar Memahami Diri dan Menemukan Ketenangan dalam Buku Seni Menyikapi Hidup

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 11:30 WIB

Esensi The End of Oak Street: Teror Dinosaurus yang Memburu Satu Keluarga

Esensi The End of Oak Street: Teror Dinosaurus yang Memburu Satu Keluarga

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 11:30 WIB

Geledah Rumjab Bupati Gowa, Polri Sita Dokumen dan Bukti Elektronik Terkait Kasus Korupsi Izin PBG

Geledah Rumjab Bupati Gowa, Polri Sita Dokumen dan Bukti Elektronik Terkait Kasus Korupsi Izin PBG

News | Selasa, 22 September 2026 | 11:29 WIB

Efek Domino Kenaikan Avtur: Ancaman Nyata Mahalnya Tiket Pesawat bagi Pariwisata

Efek Domino Kenaikan Avtur: Ancaman Nyata Mahalnya Tiket Pesawat bagi Pariwisata

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 11:28 WIB

Harga BBM Diesel Dunia Meroket ke Level Tertinggi Sepanjang Masa!

Harga BBM Diesel Dunia Meroket ke Level Tertinggi Sepanjang Masa!

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 11:21 WIB

Soroti Rantai Kekerasan Aparatur, Komnas HAM Tuntut Pertanggungjawaban Secara Hukum dan Politik

Soroti Rantai Kekerasan Aparatur, Komnas HAM Tuntut Pertanggungjawaban Secara Hukum dan Politik

News | Selasa, 22 September 2026 | 11:19 WIB

Jangan Sepelekan! Ini Arti Mata Kanan Kedutan Menurut Medis dan Primbon Jawa

Jangan Sepelekan! Ini Arti Mata Kanan Kedutan Menurut Medis dan Primbon Jawa

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 11:16 WIB

KBRI Singapura Belum Kasih Kepastian Dugaan WNI Jadi Korban Tabrakan Kapal di Selat Singapura

KBRI Singapura Belum Kasih Kepastian Dugaan WNI Jadi Korban Tabrakan Kapal di Selat Singapura

News | Selasa, 22 September 2026 | 11:16 WIB

×