Pertumbuhan Ekonomi Indonesia dan Negara Asia Timur Melambat

Doddy Rosadi

Senin, 06 Oktober 2014 | 14:17 WIB
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia dan Negara Asia Timur Melambat
Wakil Presiden Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik Axel van Trotsenburg. (www.un.org)

Suara.com - Laporan ekonomi terbaru Bank Dunia untuk kawasan Asia Timur dan Pasifik menyatakan pertumbuhan ekonomi di negara berkembang Asia Timur dan Pasifik akan mengalami perlambatan pada tahun ini meskipun diperkirakan kembali pulih tahun depan.

Pertumbuhan ekonomi Asia Timur dan Pasifik akan kembali pulih pada tahun 2015 setelah turun pada tahun 2014 apabila pembuat kebijakan menerapkan sejumlah agenda reformasi dalam bidang ekonomi.

"Asia Timur dan Pasifik memiliki potensi pertumbuhan yang lebih tinggi dan lebih cepat daripada kawasan berkembang lainnya bila pembuat kebijakan menerapkan agenda reformasi yang ambisius, termasuk menghilangkan hambatan untuk investasi domestik, meningkatkan daya saing ekspor, dan mengatur belanja publik secara rasional," kata Wakil Presiden Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik Axel van Trotsenburg.

Laporan tersebut menyebutkan perekonomian negara berkembang di Asia Timur akan tumbuh 6,9 persen pada tahun 2014 dan 2015. Angka itu turun dari 7,2 persen pada tahun 2013. Sementara itu, di Cina, pertumbuhan akan melambat menjadi 7,4 persen pada tahun 2014 dan 7,2 persen di tahun 2015.

Pertumbuhan Cina menunjukkan adanya tanda-tanda pemulihan karena pemerintah mengusahakan perekonomian yang lebih berkelanjutan dengan kebijakan yang mengatasi kerentanan keuangan dan kendala struktural.

Adapun pertumbuhan negara berkembang di kawasan ini, tanpa Cina, diperkirakan hanya mencapai 4,8 persen pada tahun 2014, kemudian naik menjadi 5,3 persen pada tahun 2015. Kenaikan ini diperkirakan berkat dampak peningkatan ekspor dan kemajuan reformasi ekonomi di berbagai negara besar Asia Tenggara.

Secara keseluruhan, kawasan Asia Timur akan mendapatkan manfaat lebih baik dibandingkan kawasan lain akibat pemulihan ekonomi global. Namun, dampak manfaat ini akan berbeda-beda terhadap berbagai negara, tergantung pada iklim investasi dan kondisi ekspor negara tersebut.

Cina, Malaysia, Vietnam, dan Kamboja berada dalam posisi baik untuk meningkatkan ekspor mereka karena telah mencerminkan integrasi kuat dalam perekonomian global dan rantai ekonomi regional, yang selama ini menggerakkan perdagangan dunia dalam 20 tahun terakhir.

Laporan menambahkan di Indonesia, yang masih mengandalkan ekspor komoditas, pertumbuhan akan turun menjadi 5,2 persen pada tahun 2014 jika dibandingkan pada tahun 2013 sebesar 5,8 persen. Hal ini disebabkan turunnya harga komoditas, belanja pemerintah yang lebih rendah daripada perkiraan, dan ekspansi kredit yang lambat. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bank Dunia: Dunia di Ambang Krisis Pekerjaan

Bank Dunia: Dunia di Ambang Krisis Pekerjaan

Bisnis | Selasa, 09 September 2014 | 14:22 WIB

Jokowi-JK Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen

Jokowi-JK Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen

Bisnis | Jum'at, 22 Agustus 2014 | 12:05 WIB

Pemerintahan Baru Dinilai Sulit Mempercepat Pertumbuhan Ekonomi

Pemerintahan Baru Dinilai Sulit Mempercepat Pertumbuhan Ekonomi

Bisnis | Jum'at, 15 Agustus 2014 | 14:52 WIB

Terkini

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:30 WIB

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:23 WIB

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 23:16 WIB

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:04 WIB

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:01 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:57 WIB

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Bola | Senin, 28 September 2026 | 22:46 WIB

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:44 WIB

×