Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia dan Negara Asia Timur Melambat

Doddy Rosadi | Suara.com

Senin, 06 Oktober 2014 | 14:17 WIB
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia dan Negara Asia Timur Melambat
Wakil Presiden Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik Axel van Trotsenburg. (www.un.org)

Suara.com - Laporan ekonomi terbaru Bank Dunia untuk kawasan Asia Timur dan Pasifik menyatakan pertumbuhan ekonomi di negara berkembang Asia Timur dan Pasifik akan mengalami perlambatan pada tahun ini meskipun diperkirakan kembali pulih tahun depan.

Pertumbuhan ekonomi Asia Timur dan Pasifik akan kembali pulih pada tahun 2015 setelah turun pada tahun 2014 apabila pembuat kebijakan menerapkan sejumlah agenda reformasi dalam bidang ekonomi.

"Asia Timur dan Pasifik memiliki potensi pertumbuhan yang lebih tinggi dan lebih cepat daripada kawasan berkembang lainnya bila pembuat kebijakan menerapkan agenda reformasi yang ambisius, termasuk menghilangkan hambatan untuk investasi domestik, meningkatkan daya saing ekspor, dan mengatur belanja publik secara rasional," kata Wakil Presiden Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik Axel van Trotsenburg.

Laporan tersebut menyebutkan perekonomian negara berkembang di Asia Timur akan tumbuh 6,9 persen pada tahun 2014 dan 2015. Angka itu turun dari 7,2 persen pada tahun 2013. Sementara itu, di Cina, pertumbuhan akan melambat menjadi 7,4 persen pada tahun 2014 dan 7,2 persen di tahun 2015.

Pertumbuhan Cina menunjukkan adanya tanda-tanda pemulihan karena pemerintah mengusahakan perekonomian yang lebih berkelanjutan dengan kebijakan yang mengatasi kerentanan keuangan dan kendala struktural.

Adapun pertumbuhan negara berkembang di kawasan ini, tanpa Cina, diperkirakan hanya mencapai 4,8 persen pada tahun 2014, kemudian naik menjadi 5,3 persen pada tahun 2015. Kenaikan ini diperkirakan berkat dampak peningkatan ekspor dan kemajuan reformasi ekonomi di berbagai negara besar Asia Tenggara.

Secara keseluruhan, kawasan Asia Timur akan mendapatkan manfaat lebih baik dibandingkan kawasan lain akibat pemulihan ekonomi global. Namun, dampak manfaat ini akan berbeda-beda terhadap berbagai negara, tergantung pada iklim investasi dan kondisi ekspor negara tersebut.

Cina, Malaysia, Vietnam, dan Kamboja berada dalam posisi baik untuk meningkatkan ekspor mereka karena telah mencerminkan integrasi kuat dalam perekonomian global dan rantai ekonomi regional, yang selama ini menggerakkan perdagangan dunia dalam 20 tahun terakhir.

Laporan menambahkan di Indonesia, yang masih mengandalkan ekspor komoditas, pertumbuhan akan turun menjadi 5,2 persen pada tahun 2014 jika dibandingkan pada tahun 2013 sebesar 5,8 persen. Hal ini disebabkan turunnya harga komoditas, belanja pemerintah yang lebih rendah daripada perkiraan, dan ekspansi kredit yang lambat. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bank Dunia: Dunia di Ambang Krisis Pekerjaan

Bank Dunia: Dunia di Ambang Krisis Pekerjaan

Bisnis | Selasa, 09 September 2014 | 14:22 WIB

Jokowi-JK Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen

Jokowi-JK Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen

Bisnis | Jum'at, 22 Agustus 2014 | 12:05 WIB

Pemerintahan Baru Dinilai Sulit Mempercepat Pertumbuhan Ekonomi

Pemerintahan Baru Dinilai Sulit Mempercepat Pertumbuhan Ekonomi

Bisnis | Jum'at, 15 Agustus 2014 | 14:52 WIB

Terkini

Ada Nama Baru di Jajaran Direksi Garuda Indonesia, Dua WNA Masih Menjabat

Ada Nama Baru di Jajaran Direksi Garuda Indonesia, Dua WNA Masih Menjabat

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:33 WIB

Industri Rokok Dinilai Jadi Penopang Lapangan Kerja dan Penerimaan Negara

Industri Rokok Dinilai Jadi Penopang Lapangan Kerja dan Penerimaan Negara

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:23 WIB

Purbaya Rombak Pejabat DJP usai Heboh Kasus Restitusi Pajak

Purbaya Rombak Pejabat DJP usai Heboh Kasus Restitusi Pajak

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:15 WIB

Saham-saham Milik Prajogo Pangestu Rontok Setelah Terlempar dari MSCI Indeks

Saham-saham Milik Prajogo Pangestu Rontok Setelah Terlempar dari MSCI Indeks

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:02 WIB

Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Dinilai Butuh Regulasi Ramah Investasi

Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Dinilai Butuh Regulasi Ramah Investasi

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 11:51 WIB

Meski Susut 45,2%, Garuda Indonesia Masih Rugi Rp 728,3 Miliar di Kuartal I-2026

Meski Susut 45,2%, Garuda Indonesia Masih Rugi Rp 728,3 Miliar di Kuartal I-2026

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 11:39 WIB

Prudential Syariah Bayar Klaim Rp2,2 Triliun Sepanjang 2025

Prudential Syariah Bayar Klaim Rp2,2 Triliun Sepanjang 2025

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 11:24 WIB

Harga Emas Antam Stagnan pada Libur Panjang, Dibanderol Rp 2.839.000/Gram

Harga Emas Antam Stagnan pada Libur Panjang, Dibanderol Rp 2.839.000/Gram

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 10:21 WIB

Evaluasi Risiko Investasi Kripto di RI, Ini Alasan pentingnya Pakai Platform Resmi

Evaluasi Risiko Investasi Kripto di RI, Ini Alasan pentingnya Pakai Platform Resmi

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 10:15 WIB

Pemerintah Justru Pusing Harga Telur Terlalu Murah

Pemerintah Justru Pusing Harga Telur Terlalu Murah

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 10:04 WIB