BPS: Inflasi November Tinggi karena Kenaikan BBM

Doddy Rosadi

Senin, 01 Desember 2014 | 13:09 WIB
BPS: Inflasi November Tinggi karena Kenaikan BBM
Antrean kendaraan mengisi BBM di SPBU. [Suara.com/Bagus Santosa]

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi telah menyumbang kontribusi pada tingkat inflasi November 2014 yang tercatat mencapai 1,5 persen.

"Inflasi terjadi karena pengaruh kenaikan harga BBM yang naik sejak tanggal 18 November," kata Kepala BPS Suryamin di Jakarta, Senin, (1/12/2014).

Dengan inflasi tersebut, maka laju inflasi tahun kalender Januari-November 2014 telah mencapai 5,75 persen dan inflasi secara tahunan (yoy) tercatat sebesar 6,23 persen. Inflasi komponen inti November tercatat 0,4 persen dan secara tahunan (yoy) 4,21 persen.

Suryamin menjelaskan, inflasi November 2014 relatif tinggi dibandingkan November tahun sebelumnya, namun masih lebih rendah dibandingkan inflasi Juli 2013 setelah pemerintah menyesuaikan harga BBM pada Juni tahun lalu.

"Inflasi ini ada pengaruh kenaikan harga BBM, tapi belum kena dampak seluruhnya karena baru 12 hari harga barunya. Berbeda ketika inflasi Juli 2013 tercatat 3,2 persen, ini karena 'timing' kenaikan harga, soalnya November biasanya inflasi rendah," katanya.

Kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan menjadi salah satu komponen pengeluaran yang menyumbang inflasi tinggi pada November yaitu sebesar 4,29 persen, diikuti kelompok bahan makanan 2,5 persen.

"Kelompok transportasi terkena dampak BBM, yang berakibat ke 'cost production', ini harus bisa dikontrol pemerintah. Sedangkan, komoditas makanan juga harus berhati- hati karena dikonsumsi semua penduduk dan bisa berdampak kemiskinan bila tidak terkendali," ujar Suryamin.

Selain itu, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau ikut menyumbang inflasi 0,71 persen diikuti kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar yang terkena inflasi 0,49 persen serta kelompok kesehatan 0,43 persen.

Kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga hanya menyumbang inflasi kecil pada November yaitu sebesar 0,08 persen, sedangkan kelompok sandang justru tercatat deflasi 0,08 persen karena turunnya harga emas internasional.

Secara keseluruhan, komoditas yang mengalami kenaikan harga pada November 2014 adalah bensin, cabai merah, tarif angkutan dalam kota, cabai rawit, beras, tarif listrik, tarif angkutan antar kota, biaya administrasi transfer uang dan biaya administrasi kartu ATM.

"Sementara, komoditas yang mengalami penurunan harga adalah daging ayam ras, ikan segar, emas perhiasan dan tarif angkutan udara," kata Suryamin.

Dari 82 kota Indeks Harga Konsumen, seluruhnya mengalami inflasi pada November 2014, dengan inflasi tertinggi terjadi di Padang 3,44 persen dan terendah di Manokwari yaitu sebesar 0,07 persen. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Lebih dari Modal Usaha, PNM Bantu Mimpi Anak Nasabah Lewat Bantuan Pendidikan

Lebih dari Modal Usaha, PNM Bantu Mimpi Anak Nasabah Lewat Bantuan Pendidikan

Riau | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:57 WIB

IM3 Tak Lagi Jual Koneksi Saja, Airena Kreatif Bawa AI dan Adobe ke Bisnis Kreator hingga UMKM

IM3 Tak Lagi Jual Koneksi Saja, Airena Kreatif Bawa AI dan Adobe ke Bisnis Kreator hingga UMKM

Tekno | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:52 WIB

Dor! Akhir Pelarian Begal Sadis Lampung Utara yang Tembak Perut Pelajar

Dor! Akhir Pelarian Begal Sadis Lampung Utara yang Tembak Perut Pelajar

Lampung | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:50 WIB

18 Kode Redeem FC Mobile Aktif 29 Agustus 2026, Kesempatan Dapat Pemain OVR 118 dan Koin Gratis

18 Kode Redeem FC Mobile Aktif 29 Agustus 2026, Kesempatan Dapat Pemain OVR 118 dan Koin Gratis

Tekno | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:45 WIB

Nenek Suhaena Ditemukan Hangus Terbakar di Ladang Sunyi Sumenep

Nenek Suhaena Ditemukan Hangus Terbakar di Ladang Sunyi Sumenep

Jatim | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:36 WIB

7 Cara Membersihkan Inner Pot Keramik Rice Cooker agar Awet, Jangan Asal Cuci

7 Cara Membersihkan Inner Pot Keramik Rice Cooker agar Awet, Jangan Asal Cuci

Lifestyle | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:34 WIB

Sabtu Pagi Berselimut Polusi, Jakarta Kembali Masuk Daftar Kota dengan Udara Terburuk Dunia

Sabtu Pagi Berselimut Polusi, Jakarta Kembali Masuk Daftar Kota dengan Udara Terburuk Dunia

News | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:30 WIB

Saatnya Ganti Provider agar Dunia dalam Genggaman

Saatnya Ganti Provider agar Dunia dalam Genggaman

Your Say | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:26 WIB

20 Kode Redeem FF Terbaru 29 Agustus 2026: Klaim Skin Langka dan Diamond Gratis

20 Kode Redeem FF Terbaru 29 Agustus 2026: Klaim Skin Langka dan Diamond Gratis

Tekno | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:17 WIB

Pasca-Penggerudukan, Pihak Yayasan SDI Pembangunan Pamulang Laporkan Rektor UIN Jakarta ke Polisi

Pasca-Penggerudukan, Pihak Yayasan SDI Pembangunan Pamulang Laporkan Rektor UIN Jakarta ke Polisi

News | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:10 WIB

×