Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.640.000
Beli Rp2.500.000
IHSG 5.883,881
LQ45 578,169
Srikehati 285,186
JII 345,557
USD/IDR 17.950

Janet Yellen, Komentarnya Bisa Mengguncang Ekonomi Dunia

Doddy Rosadi

Jum'at, 19 Desember 2014 | 12:00 WIB
Janet Yellen, Komentarnya Bisa Mengguncang Ekonomi Dunia
Janet Yellen. (Reuters/Kevin Lamarque)

Suara.com - Pada Selasa dan Rabu (16-17/12/2014) lalu, Bank Sentral Amerika alias The Fed menggelar rapat rutin. Seperti biasa, setelah rapat tersebut berakhir, Gubernur Bank Sentral Janet Yellen akan memberikan keterangan resmi tentang hasil dari rapat tersebut. Menguatnya dolar Amerika dalam beberapa minggu terakhir telah membuat mata uang sebagian besar negara di dunia melemah, termasuk Indonesia.

Apabila Bank Sentral menaikkan suku bunga, bukan tidak mungkin dolar Amerika akan tersedot dari pasar finansial dan kembali ke Negara Paman Sam itu. Ini akan membuat mata uang negara-negara di dunia bisa semakin anjlok. Dalam keterangan persnya, Rabu (17/12/2014) waktu setempat atau Kamis (18/12/2014), Yellen mengungkapkan bahwa The Fed belum akan menaikka suku bunga.

“Kami masih akan mempertahankan suku bunga rendah. Sabar adalah kata kuncinya,” kata Yellen.

Komentarnya itu langsung ‘mengguncang’ ekonomi dunia. Tidak lama setelah Yellen melontarkan pernyataan itu, indeks saham di Amerika langsung naik 292 poin yang merupakan lonjakan terbesar di sepanjang tahun ini. Bukan itu saja, mata uang sejumlah negara di dunia juga menguat, termasuk rupiah yang kembali ke posisi Rp12.500 per dolar Amerika.

Itulah Janet Yellen, perempuan yang mungkin punya ‘kekuasaan’ lebih besar dibandingkan Presiden Amerika Serikat Barack Obama atau Presiden Rusia, Vladimir Putin. Obama atau Putin mungkin menduduki posisi nomor satu di negara masing-masing, tetapi di tangan Yellen-lah perekonomian dunia ditentukan.

Presiden Amerika Serikat Barack Obama membuat langkah yang ‘tidak normal’ ketika mengajukan nama Janet Yellen sebagai calon Gubernur Bank Sentral alias The Fed. Di sepanjang sejarah, belum ada perempuan yang memimpin Bank Sentral Amerika yang mempunyai aset 4,5 triliun dolar Amerika.
 
Pada 1 Februari 2014, Yellen resmi diangkat menjadi orang nomor satu di The Fed menggantikan Ben Bernanke. Obama mengatakan, Yellen adalah orang yang mempunyai penilaian bagus dan tahu bagaimana membangun consensus. Obama juga optimistis Yellen bisa memjalankan tugasnya dengan baik.

“Dia adalah pemimpin yang sudah teruji dan juga keras, bukan karena dia berasal dari Brooklyn (salah satu kawasan dengan angka kekerasan tertinggi di Amerika-red),” tegas Obama.

Setelah diangkat, Yellen berjanji akan menstabilkan sistem finansial Amerika yang masih belum pilih dari krisis global pada 2008. Yellen berhasil mendobrak ‘hambatan’ gender yang di Bank Sentral Amerika. Dia langsung menginstruksikan kepada seluruh anak buahnya untuk menulis jabatan barunya sebagai Chair dan bukan Chairwoman.

Ini bukan kali pertama Janet menembus barikade gender dalam perjalanan hidupnya. Di Universitas Yale, Yellen adalah satu-satunya perempuan di kelas PhD. Di tahun-tahun awal sebagai mahasiswa dan juga ekonom, Yellen juga harus berhadapan dengan rasa skeptic atas kemampuannya dan juga di bawah baying-bayang suaminya.

Yellen memang jauh dari feminism. Dia adalah perempuan yang tidak masalah untuk menggunakan busana yang sama untuk hadir di beberapa acara resmi. Dia mempunyai filosofi, biar pekerjaannya yang berbicara sendiri.

“Apa yang paling saya suka dari ekonomi adalah ekonomi memberikan cara berpikir yang analitis tentang isu yang berdampak terhadap kehidupan orang banyak. Ekonomi adalah subyek yang berhubungan dengan aspek inti dari kehidupan manusia dan ada metodologi berpikir tentang hal ini,” katanya.

Amerika belum pulih total dari dampak krisis finansial pada 2008 lalu. Karena itu, Yellen bertekad untuk mengakhiri periode gelap ekonomi Amerika yang dimulai jauh sebelum terjadinya krisis finansial. Komentar Yellen pada Rabu lalu yang mengatakan Bank Sentral masih akan bersabar dan belum akan menaikkan suku bunga adalah salah satu jalan yang ditempuh untuk menari jalan keluar dari periode gelap tersebut. (BussinessInsider/Forbes)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gubernur The Fed: Suku Bunga Dipertahankan Tetap Rendah

Gubernur The Fed: Suku Bunga Dipertahankan Tetap Rendah

Bisnis | Rabu, 16 Juli 2014 | 14:16 WIB

Respon "The Fed", Indeks Regional Melonjak kecuali Bursa Indonesia

Respon "The Fed", Indeks Regional Melonjak kecuali Bursa Indonesia

Bisnis | Kamis, 08 Mei 2014 | 16:38 WIB

 Pelaku Pasar Menanti Keterangan The Fed, Indeks Saham Melonjak

Pelaku Pasar Menanti Keterangan The Fed, Indeks Saham Melonjak

Bisnis | Selasa, 06 Mei 2014 | 17:36 WIB

Pemerintah Siap Antisipasi Kenaikan Suku Bunga FED

Pemerintah Siap Antisipasi Kenaikan Suku Bunga FED

Bisnis | Sabtu, 22 Maret 2014 | 03:00 WIB

Menkeu:The Fed Harus Diskusikan Program Tapering

Menkeu:The Fed Harus Diskusikan Program Tapering

Bisnis | Jum'at, 21 Februari 2014 | 11:13 WIB

Terkini

BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri

BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 21:10 WIB

Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026

Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:41 WIB

Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi

Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:39 WIB

Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok

Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:35 WIB

DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi

DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:40 WIB

Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!

Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:35 WIB

Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float

Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:29 WIB

PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum

PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:20 WIB

Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya

Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:13 WIB

Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun

Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:33 WIB