Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.185,783
LQ45 612,558
Srikehati 299,552
JII 369,759
USD/IDR 17.990

Kenapa Pemerintah Diam Saja soal "Down Grade" Premium?

Doddy Rosadi

Minggu, 21 Desember 2014 | 22:43 WIB
Kenapa Pemerintah Diam Saja soal "Down Grade" Premium?
Ilustrasi: Pengisian premium di SPBU. (Antara)

Suara.com - irektur Pusat Studi Kebijakan Publik Sofyano Zakaria menyatakan pemerintah harus mengungkap pengadaan RON 88 (BBM jenis premium) saat ini, tidak merugikan negara.

"Penjelasan oleh pemerintah itu, terkait rekomendasi Tim Reformasi Tata Kelola Migas (TRTKM) agar menggunakan premium RON 92 dari saat ini RON 88," kata Sofyano Zakaria saat dihubungi di Jakarta, Minggu malam.

Sofyano menjelaskan BBM premium atau RON 88 sudah ada sejak tahun 98-an.

"Apakah selama ini, penurunan RON (Down grade dari RON 92 menjadi 88) tersebut tidak diketahui oleh pemerintah yang selama itu berkuasa dan apa juga tidak diketahui DPR RI (Komisi VII DPR RI) ?. Jika sudah diketahui oleh pihak-pihak tersebut, pertanyaannya mengapa mereka tidak "mempermasalahkan" hal tersebut, kata Sofyano.

Yang menjadi pertanyaan mendasar dan perlu dijelaskan oleh TRTKM, apakah penurunan RON dari RON 92 menjadi RON 88, tidak bertentangan dengan ketentuan Perundang-undangan dan apakah tidak ada muatan 'permainan' anggaran atas produksi RON 88 tersebut, katanya.

Menurut dia, apa yang menjadi dasar pertimbangan utama perlunya proses RON 88 ini diungkapkan atau "dipermasalahkan" setelah belasan tahun hal ini berlaku.

"Publik sudah mengetahui bahwa premium RON 88 sudah dipergunakan sejak tahun 98-an. Apakah sejak tahun 98-an tersebut proses produksi RON 88, juga merupakan down grade dari RON 92. Seharusnya itu juga dijelaskan oleh TRTKM," ujarnya.

Jika proses "down grade" saat ini dipermasalahkan oleh TRTKM atau oleh pemerintahan Jokowi, harusnya diselidiki dan dinyatakan ke publik apakah selama adanya RON 88 ada kerugian negara yang timbul akibat proses down grade tersebut. Jika tidak ada kerugian negara yang timbul atas hal tersebut, maka temuan tersebut, di mata publik tidak akan "bermakna" serius dan bisa dinilai sebagai "temuan" yang biasa-biasa saja, kata Sofyano.

"Kalau penurunan RON tersebut (dari 92 menjadi 88) bukan merupakan pelanggaran hukum atau bukan merupakan hal yang merugikan bagi negara, lalu apakah perlu pemerintah harus memperhatikan dan melaksanakan rekomendasi TRTKM itu," ungkap Direktur Puskepi tersebut. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Komite Migas Rekomendasikan Stop Impor Premium

Komite Migas Rekomendasikan Stop Impor Premium

Bisnis | Minggu, 21 Desember 2014 | 18:48 WIB

Pemanggilan Petral

Pemanggilan Petral

Foto | Rabu, 17 Desember 2014 | 18:21 WIB

Sejak Harga Premium Naik, Konsumsi Pertamax Terus Meningkat

Sejak Harga Premium Naik, Konsumsi Pertamax Terus Meningkat

Bisnis | Jum'at, 05 Desember 2014 | 07:05 WIB

Faisal Basri: Anggota Tim Sudah Lengkap

Faisal Basri: Anggota Tim Sudah Lengkap

Bisnis | Senin, 24 November 2014 | 14:13 WIB

Mafia Migas ‘Makan’ Uang Negara Rp42 M per Hari

Mafia Migas ‘Makan’ Uang Negara Rp42 M per Hari

wawancara | Senin, 24 November 2014 | 10:00 WIB

Terkini

Lahan Belukar di Kabupaten Bandung Terbakar Berjam-jam

Lahan Belukar di Kabupaten Bandung Terbakar Berjam-jam

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 11:38 WIB

Cuma Seharga Ponsel, Pria India Ini Bikin Mobil Listrik Seukuran Motor Matic

Cuma Seharga Ponsel, Pria India Ini Bikin Mobil Listrik Seukuran Motor Matic

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 11:38 WIB

6 HP Harga Rp5 Jutaan Spesifikasi Dewa: Memori Luas, Baterai Badak, Kamera Jernih

6 HP Harga Rp5 Jutaan Spesifikasi Dewa: Memori Luas, Baterai Badak, Kamera Jernih

Tekno | Selasa, 28 Juli 2026 | 11:35 WIB

Pemerintah Adalah Pelayan Publik, Bukan Penguasa yang Kebal Kritik

Pemerintah Adalah Pelayan Publik, Bukan Penguasa yang Kebal Kritik

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 11:35 WIB

Rentetan Aksi Main Hakim Sendiri Berujung Maut, DPR Soroti Krisis Kepercayaan pada Hukum

Rentetan Aksi Main Hakim Sendiri Berujung Maut, DPR Soroti Krisis Kepercayaan pada Hukum

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 11:33 WIB

BRI Life Rilis Asuransi Savara untuk Jawab Kebutuhan Lengkap

BRI Life Rilis Asuransi Savara untuk Jawab Kebutuhan Lengkap

Bri | Selasa, 28 Juli 2026 | 11:33 WIB

Libas Kamboja 5-1, Erick Thohir Tegaskan Level Sebenarnya Timnas Ada di Laga Versus Vietnam

Libas Kamboja 5-1, Erick Thohir Tegaskan Level Sebenarnya Timnas Ada di Laga Versus Vietnam

Bogor | Selasa, 28 Juli 2026 | 11:32 WIB

Asing Banyak Lepas, BBNI Mau Buyback Saham Rp627 Miliar

Asing Banyak Lepas, BBNI Mau Buyback Saham Rp627 Miliar

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 11:27 WIB

Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans

Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans

Bola | Selasa, 28 Juli 2026 | 11:27 WIB

Donald Trump 'Bodo Amat' Israel Protes Penjualan Jet Tempur F-35 Turki

Donald Trump 'Bodo Amat' Israel Protes Penjualan Jet Tempur F-35 Turki

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 11:26 WIB

×