Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.315,311
LQ45 627,116
Srikehati 305,365
JII 382,284
USD/IDR 17.910

Di Daerah Ini, Harga Cabai Tembus Rp110 Ribu per Kilogram

Doddy Rosadi

Jum'at, 26 Desember 2014 | 14:48 WIB
Di Daerah Ini, Harga Cabai Tembus Rp110 Ribu per Kilogram
Ilustrasi: Pedagang cabai keriting menunggu pembeli kebutuhan pokok. (Antara)

Suara.com - Menjelang pergantian tahun dan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, harga cabai kecil di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara melonjak tajam menjadi Rp110.000 per kilogram.

Nurjannah, seorang pedagang bumbu masak di Pasar Inhutani Kabupaten Nunukan menerangkan, lonjakan harga cabai kecil hasil panen petani setempat mengalami kenaikan sejak sepekan terakhir akibat tingginya permintaan menjelang pergantian tahun.

Ia juga mengutarakan, kenaikan harga cabai ini di daerah itu mencapai Rp110.000 per kilo gram lebih dipicu oleh perayaan tiga hari besar yang bertepatan pada Desember 2014 yakni Hari Natal (25/12/2014), malam pergantian tahun dan peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW.

Sebelumnya harga cabai kecil lokal hanya Rp75.000 per kilo gram, ujar dia.

"Harga naik sudah satu minggu (pekan) ini karena tingginya permintaan dari masyarakat menjelang malam pergantian tahun dan peringatan Maulid (Nabi MIuhammad SAW) yang waktunya berdekatan," ujar Nurjannah.

Selain itu, cabai kecil lokal stoknya sangat terbatas ditambah pasokan dari Sulawesi Selatan sejak beberapa bulan lalu tidak ada akibat harga pada tingkat petani di daerah itu sangat tinggi mencapai Rp60.000 per kilo gram.

Meskipun harga cabai kecil lokal melonjak naik, namun antusiasme masyarakat untuk membeli tetap tinggi disebabkan tidak adanya cabai kecil lain yang diperjualbelikan di Kabupaten Nunukan.

"Kalau ada cabai dari Sulsel pasti harganya tidak akan sebesar itu. Harga mahal dan tetap disuka pembeli karena tidak ada yang lain," ujar Lina, pedagang bumbu masak lainnya di Pasar Inhutani tersebut.

Menurut dia, walaupun harga cabai kecil produksi petani setempat dianggap sangat mahal tetap laris dan diserbu pembeli saat tiba di pasar itu pada dini hari sebelum diborong oleh pedagang lain. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cabai Tembus Rp120 Ribu, Warga Beralih ke Merica

Cabai Tembus Rp120 Ribu, Warga Beralih ke Merica

Bisnis | Rabu, 26 November 2014 | 00:37 WIB

Harga Cabai Melonjak Hampir 200 Persen

Harga Cabai Melonjak Hampir 200 Persen

Bisnis | Senin, 29 September 2014 | 13:33 WIB

Stok Kurang, Harga Cabai di Manado Naik 250 Persen

Stok Kurang, Harga Cabai di Manado Naik 250 Persen

Bisnis | Rabu, 02 April 2014 | 11:07 WIB

Terkini

Jumlah Uang Beredar Masih Bertambah, Apa Dampaknya bagi Ekonomi Indonesia?

Jumlah Uang Beredar Masih Bertambah, Apa Dampaknya bagi Ekonomi Indonesia?

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 07:36 WIB

Drama Blokade Pantura di Alastlogo Berakhir Usai Janji Mediasi Peluru Nyasar

Drama Blokade Pantura di Alastlogo Berakhir Usai Janji Mediasi Peluru Nyasar

Jatim | Jum'at, 24 Juli 2026 | 07:34 WIB

5 Weton yang Berbakat Jadi Orang Kaya Menurut Primbon Jawa, Punya Garis Tangan Emas

5 Weton yang Berbakat Jadi Orang Kaya Menurut Primbon Jawa, Punya Garis Tangan Emas

Lifestyle | Jum'at, 24 Juli 2026 | 07:30 WIB

Pemkot Bandar Lampung Sulap Pedestrian Jadi Solusi Banjir

Pemkot Bandar Lampung Sulap Pedestrian Jadi Solusi Banjir

Lampung | Jum'at, 24 Juli 2026 | 07:23 WIB

Sebut Dasco Dulu Provokator Sekarang Profesor, Prabowo: Co, Hati-hati Co!

Sebut Dasco Dulu Provokator Sekarang Profesor, Prabowo: Co, Hati-hati Co!

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 07:08 WIB

Review Film WIND UP: The Movie, Perjuangan Manis Mengejar Mimpi Masa Remaja

Review Film WIND UP: The Movie, Perjuangan Manis Mengejar Mimpi Masa Remaja

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 07:00 WIB

Prabowo Singgung Londo Ireng 'Nyamar' jadi Pengamat dan Wartawan, Kok Bisa?

Prabowo Singgung Londo Ireng 'Nyamar' jadi Pengamat dan Wartawan, Kok Bisa?

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 06:49 WIB

25 Ton Ikan Nila Mati Massal Akibat Letupan Belerang di Danau Batur

25 Ton Ikan Nila Mati Massal Akibat Letupan Belerang di Danau Batur

Bali | Jum'at, 24 Juli 2026 | 06:14 WIB

Harga Minyak Naik Jadi USD 100 per Barel, Perang Merembet ke Selat Bab el-Mandeb

Harga Minyak Naik Jadi USD 100 per Barel, Perang Merembet ke Selat Bab el-Mandeb

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 06:00 WIB

Delapan Bulan Pasca Bencana, Ratusan Siswa SD di Aceh Masih Belajar Darurat

Delapan Bulan Pasca Bencana, Ratusan Siswa SD di Aceh Masih Belajar Darurat

Foto | Jum'at, 24 Juli 2026 | 06:00 WIB

×