Waspada! Ini Dampak Serius Menghirup Abu Vulkanik Bagi Pernapasan

Chyntia Sami Bhayangkara

Senin, 07 September 2026 | 11:26 WIB
Waspada! Ini Dampak Serius Menghirup Abu Vulkanik Bagi Pernapasan
Erupsi Gunung Anak Krakatau (Dok PVMBG)
baca 10 detik
  • Material erupsi Gunung Anak Krakatau mencemari udara dan mengandung partikel silika yang berbahaya bagi organ pernapasan manusia.
  • Paparan abu vulkanik berukuran sangat halus tersebut dapat memicu iritasi saluran pernapasan hingga risiko penyakit silikosis parah.
  • BMKG Wilayah II memantau sebaran abu vulkanik pada 7 September 2026 yang bergerak menuju wilayah Jakarta, Banten, dan Lampung.

Suara.com - Material hasil erupsi Gunung Anak Krakatau terbawa angin dan mencemari udara di wilayah sekitar gunung api. Banyak orang mencari tahu apa dampak menghirup abu vulkanik

Berbeda dari debu rumah tangga, abu vulkanik terdiri atas partikel batuan dan mineral yang dapat berukuran sangat halus sehingga mudah masuk ke saluran pernapasan.

Paparan abu vulkanik dalam jumlah tertentu dapat menimbulkan gangguan pernapasan, terutama ketika seseorang berada di lingkungan dengan konsentrasi abu yang tinggi atau terpapar dalam waktu lama.

Kondisi tersebut membuat masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak perlu mengetahui karakteristik abu vulkanik, risiko menghirupnya, serta perkembangan arah sebaran berdasarkan informasi resmi.

Kandungan Abu Vulkanik

Aktivitas Vulkanik (Unsplash/garysaldana)
Aktivitas Vulkanik (Unsplash/garysaldana)


Abu vulkanik merupakan material padat hasil aktivitas gunung api yang berbeda dari debu biasa karena memiliki karakteristik fisik dan komposisi tertentu.

Material ini tersusun atas fragmen batuan berukuran kecil, mineral, serta kaca vulkanik yang memiliki sifat keras, kasar, agak korosif, dan tidak larut dalam air.

Salah satu komponen yang perlu diperhatikan adalah silika, termasuk bentuk silika kristalin seperti kuarsa, kristobalit, dan tridimit.

Menurut United States Geological Survey (USGS), abu vulkanik dapat mengandung silika kristalin, meskipun risiko kesehatan dari paparan tidak selalu sama pada setiap kejadian erupsi.

Dampaknya dipengaruhi oleh jenis abu, konsentrasi partikel yang berada di udara, serta tingkat dan durasi seseorang terpapar material tersebut.

baca juga

Paparan silika kristalin dalam konsentrasi tinggi dan dalam jangka panjang dapat menyebabkan silikosis, yaitu kondisi yang ditandai dengan peradangan dan pembentukan jaringan parut pada paru-paru.

Selain partikel padat, aktivitas erupsi gunung api juga dapat menghasilkan gas seperti sulfur dioksida (SO), hidrogen sulfida (HS), nitrogen dioksida (NO), karbon monoksida (CO), dan amonia (NH).

Dampak Menghirup Abu Vulkanik

Partikel abu vulkanik yang berukuran sangat kecil dapat masuk melalui hidung dan mulut ketika seseorang menghirup udara yang telah tercemar.

Paparan tersebut dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan dengan gejala seperti batuk, hidung tidak nyaman, tenggorokan terasa mengganjal atau perih, serta kesulitan bernapas.

World Health Organization (WHO) menjelaskan bahwa paparan abu vulkanik dapat berkaitan dengan gangguan pernapasan akut maupun kronis, bergantung pada karakteristik abu serta tingkat dan lamanya paparan.

Risiko gangguan kesehatan juga dapat meningkat ketika konsentrasi abu di udara tinggi sehingga masyarakat sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara tercemar abu vulkanik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peringatan Belanda: Tutup Jendela dan Pintu Balkon Jika Terjadi Hujan Abu Gunung Anak Krakatau

Peringatan Belanda: Tutup Jendela dan Pintu Balkon Jika Terjadi Hujan Abu Gunung Anak Krakatau

News | Senin, 07 September 2026 | 11:05 WIB

Jakarta Terimbas Abu Anak Krakatau, Warga Mulai Batuk dan Keluhkan Rumah Cepat Kotor!

Jakarta Terimbas Abu Anak Krakatau, Warga Mulai Batuk dan Keluhkan Rumah Cepat Kotor!

News | Senin, 07 September 2026 | 11:01 WIB

Cara Cek Status Gunung Api di Indonesia Aktif atau Tidak, Ini Link Resminya

Cara Cek Status Gunung Api di Indonesia Aktif atau Tidak, Ini Link Resminya

Tekno | Senin, 07 September 2026 | 10:54 WIB

Terkini

3 Rekomendasi Moisturizer Tekstur Gel Dingin untuk Kulit Berminyak, Anti Gerah dan Lengket

3 Rekomendasi Moisturizer Tekstur Gel Dingin untuk Kulit Berminyak, Anti Gerah dan Lengket

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 11:25 WIB

Gaji Eva Stevany Rataba, Anggota DPR RI yang Viral karena Masuk Desil 4

Gaji Eva Stevany Rataba, Anggota DPR RI yang Viral karena Masuk Desil 4

Entertainment | Selasa, 08 September 2026 | 11:24 WIB

60 Ribu Tiket Persija vs Persib Disiapkan, Jakmania Wajib Tahu Aturan Khusus dari Panitia

60 Ribu Tiket Persija vs Persib Disiapkan, Jakmania Wajib Tahu Aturan Khusus dari Panitia

Bola | Selasa, 08 September 2026 | 11:24 WIB

Jadi Juragan Tanah Berharta Rp16 Miliar, Kok Bisa Eva Stevany Rataba Masuk Desil 4?

Jadi Juragan Tanah Berharta Rp16 Miliar, Kok Bisa Eva Stevany Rataba Masuk Desil 4?

News | Selasa, 08 September 2026 | 11:20 WIB

Strategi 'Loyalitas Berjarak' AHY: Cara Cerdik Demokrat Amankan 2029 Tanpa Kehilangan Pemilih Kritis

Strategi 'Loyalitas Berjarak' AHY: Cara Cerdik Demokrat Amankan 2029 Tanpa Kehilangan Pemilih Kritis

News | Selasa, 08 September 2026 | 11:16 WIB

Review Film Mayday: Ketika Musuh Jadi Orang yang Paling Bisa Dipercaya

Review Film Mayday: Ketika Musuh Jadi Orang yang Paling Bisa Dipercaya

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 11:15 WIB

Media Asing Sambut Bandara Soetta Kembali Dibuka Setelah Lumpuh karena Abu Anak Krakatau

Media Asing Sambut Bandara Soetta Kembali Dibuka Setelah Lumpuh karena Abu Anak Krakatau

News | Selasa, 08 September 2026 | 11:12 WIB

Kolaborasi Microchip dan Marelli, Hadirkan Solusi Layar Otomotif Berstandar Terbuka

Kolaborasi Microchip dan Marelli, Hadirkan Solusi Layar Otomotif Berstandar Terbuka

Otomotif | Selasa, 08 September 2026 | 11:09 WIB

Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, 6 Kali Erupsi Strombolian Terekam

Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, 6 Kali Erupsi Strombolian Terekam

News | Selasa, 08 September 2026 | 11:06 WIB

Abu Vulkanik di Sekitar Kita, Seberapa Bahaya bagi Tubuh?

Abu Vulkanik di Sekitar Kita, Seberapa Bahaya bagi Tubuh?

News | Selasa, 08 September 2026 | 11:05 WIB

×