Haesanmul Gansig, "Seafood Snack" ala Korea dengan Rasa Lokal

Doddy Rosadi Suara.Com
Senin, 12 Januari 2015 | 12:15 WIB
Haesanmul Gansig, "Seafood Snack" ala Korea dengan Rasa Lokal
Goenarjoadi Goenawan. (Dok; Probadi)

Suara.com - Goenarjoadi Goenawan adalah Wakil Presiden Direktur dari rumah makan cepat saji Lotteria sebelum memulai usaha makanan cepat saji Haesanmul Gasig yang berarti seafood snack. Dia memutuskan untuk mengembangkan brand baru kelas menengah.

“Waktu itu kerja sama dengan Giant dan diminta untuk mengembangkan brand menengah. Food Court yang ada di Giant Palm Seni bukan lagi untuk ukuran kecil,” jelasnya.

Goenawan memutuskan untuk membuat makanan cepat saji seafood. Alasannya sederhana, karena makanan seafood sudah mempunyai pangsa pasar tersendiri. Selain itu, selisih bahan makanan seafood dengan harga jual juga lebih besar.

“Kalau misalnya anda melihat ke supermarket harga ayam yang dijual di sana lalu bandingkan dengan harga yang dijual di rumah makan cepat saja yang menjual ayam, selisihnya itu hanya sekitar 15 persen. Sedangkan untuk seafood jauh lebih besar. Misalnya baso ikan, apabila membeli di supermarket lalu dijual maka selisihnya bisa mencapai 85 persen,” katanya.


Goenawan sudah mempunyai pengalaman dalam urusan menyiapkan makanan cepat saji sehingga kita memulai usaha seafood snack-nya ini tidak memerlukan waktu lama hanya sekitar satu bulan. Mudahnya mencari bahan untuk seafood snack membuat Goenawan bisa menjual produknya itu dengan harga murah.

“Untuk catering biasanya saya menjual Rp15 ribu per box. Isinya nasi dengan teriyaki asam manis atau karage. Untuk Kimchi noodles juga dijual dengan harga yang sama,” jelasnya.

Haesanmul Gansig memang disajikan ala Korea tetapi semua bahannya berasal dari Indonesia. Pada November 2013, Goenawan mengeluarkan modal Rp150 juta untuk memulai usaha seafood snacknya ini.

“Ciri khas dari Haesanmul Gansig asalah sambal Korea. Yang membedakan sambal ini dengan sambal lainnya adalah terlambat pedas. Jadi, setelah beberapa menit baru terasa pedasnya sambal korea ini,” ungkapnya.

Goenawan mengatakan, murahnya harga ikan merupakan imbas dari kebijakan yang diterapkan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. Kebijakan yang pro nelayan membuat harga ikan menjadi murah sehingga industri kuliner seafood sedikit banyak ikut tertolong.

“Saat ini nelayan memerlukan cold storage untuk menyimpan ikan. Apabila semua nelayan sudah punya cold storage maka harga ikan dijamin akan murah,” jelasnya.

Goenawan juga berbagi cerita tentang cara untuk meraih sukses di industri luliner. Kata dia, usaha kuliner harus bisa meraih sebanyak-bayaknya menu catering dan tidak mengandalkan hanya kepada jualan secara langsung.



“Kalau catering itu, pesanannya pasti dan jumlahnya banyak. Merek-merek makanan yang besar itu bisa dapat pesanan catering dalam jumlah besar makanya mereka bosa tetap survive. Strategi ini juga diterapkan oleh Haesanmul Gasig dengan mengejar catering dalam jumlah besar,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, omzet Haesanmul Gasig per minggu dari catering mencapai Rp5 juta. Angka itu 10 kali lipat lebih besar dibandingkan penjualan harian. Kata dia, Haesanmul Gasig bisa menerima pesanan catering 200-300 box per hari.

Goenawan juga mengungkapkan, pengusaha yang ingin terjun ke industri kuliner harus melek duit.

“Kalau anda ingin terjun ke industri kuliner harus melek duit. Duit itu ada yang punya dan kenapa tidak mampir ke tempat anda,” kata  Goenardjoadi Goenawan, pendiri makanan cepat saji Haesanmul Gasig.

Dengan prinsip itulah, Goenawan membawa Haesanmul Gasig semakin berkembang dari tahun ke tahun. Kini, seafood snack itu sudah mempunyai sejumlah cabang dan juga mulai di-franchise-kan. Apabila anda tertarik untuk menjadi franchisee, bisa langsung menghubungi Goenawan melalui surat elektronik di [email protected].

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

REKOMENDASI

TERKINI