Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.765.000
Beli Rp2.635.000
IHSG 6.162,045
LQ45 620,444
Srikehati 309,367
JII 386,908
USD/IDR 17.712

Kisah Bocah 13 Tahun yang Menjadi Pengusaha di Silicon Valley

Doddy Rosadi | Suara.com

Jum'at, 23 Januari 2015 | 12:00 WIB
Kisah Bocah 13 Tahun yang Menjadi Pengusaha di Silicon Valley
Shubham Banerjee. (Wikipedia.org)

Suara.com - Tidak ada istilah terlalu muda untuk menjadi seorang pengusaha di Silicon Valley. Itulah yang dialami Shubham Banerjee.

Di usianya yang baru 13 tahun, siswa kelas 8 asal California itu telah meluncurkan perusahaan yang mengembangkan mesin berbiaya murah untuk mencetak Braille. Perusahaan teknologi raksasa Inter Corp belum lama ini menanamkan investasi di Braigo Labs, perusahaan milik Shubham.

Shubham membuat printer Braille dengan menggunakan robot Lego yang merupakan proyek untuk pameran ilmu pengetahuan di sekolahnya. Dia memutuskan untuk membuat proyek tersebut setelah bertanya kepada kedua orangtuanya” Bagaimana cara orang buta membaca?” Orangtuanya hanya meminta Shubham untuk mencari tahu jawabannya di Google.

Dia kemudian melakukan penelitian kecil-kecilan dan terkejut ketika mengetahui bahwa printer Braille dijual dengan harga yang mahal yaitu 2 ribu dolar Amerika atau sekitar Rp25 juta. Harga itu terlalu mahal untuk sebagian besar pembaca tuna netra, terutama yang berada di negara berkembang.

“Saya merasa harga itu tidak cocok. Saya tahu cara yang lebih mudah untuk melakukannya,” ujarnya.

Shubham kemudian mendemonstrasikan bagaimana printer buatannya itu bekerja di meja makan. Dia menghabiskan waktu hingga tengah malam untuk membuat printer dengan Lego Mindstorms EV3. Tujuannya adalah membuat printer Braille dengan harga 350 dolar Amerika dengan berat beberapa kilogram. Printer Braille yang ada saat ini mempunyai berat 9 kilogram.

“Tujuan akhir saya adalah membuat sebagian besar orang tua netra menggunakan printer Braille buatan saya,” kata Shubham yang tinggal hanya beberapa menit dari kantor pusat Inter Corp di Sillicon Valley.

Shubham menamakan printer Braille itu Braigo yang merupakan gabungan dari Braille dan Lego. Produknya itu mendapat dukungan dari komunitas tuna netra. Dia pun langsung memulai Braigo Labs pada musim panas lalu dengan modal awal 35.000 dolar Amerika yang merupakan investasi dari ayahnya.

“Kami sebagai orangtua mulai terlibat lebih banyak, karena kami berpikir produk inovasi ini harus terus berjalan,” kata Niloy Banerjee, ayah Shubham.

Shubham menggunakan uang itu untuk membuat versi yang lebih kompleks dari printer Braigo. Produk terbarunya itu menggunakan chip komputer Intel dan diberi nama Braigo 2.0 yang bisa menerjemahkan teks elektronik menjadi huruf Braille.

Pejabat tinggi di Intel terpesona dengan printer buatan Shubham hingga akhirnya mereka memutuskan untuk berinvestasi di Braigo Labs dengan jumlah yang dirahasiakan. Pejabat Intel yakin bahwa Shubham adalah pengusaha termuda yang pernah menerima dana investasi dari perusahaan itu.

“Dia berhasil memecahkan masalah dan ingin membuatnya menjadi sebuah industri. Seperti itulah,” kata Edward Ross, Direktur Inventor Platform di Intel.

Braigo Labs menggunakan uang yang diterima dari Inte untuk mempekerjakan insinyur profesional dan juga penasihat untuk membantu merancang dan membuat printer Braille berdasarkan ide Shubham. Dia yakin prototipe dari printer Braille terbarunya akan siap diuji coba pada pertengahan tahun ini serta langsung dijual ke pasar pada akhir tahun.

“Printer Braille ini merupakan cara terbaik bagi mereka yang tidak punya sumber daya untuk belajar Braille dan menggunakannya secara praktis,” kata Henry Wedler, tua netra yang bekerja di University of California. Wedler ditunjuk menjadi penasihat di Braigo Labs.

Shubham masih terlalu muda untuk menjadi CEO di perusahaan yang didirikannya. Karena itu, posisi CEO dipegang oleh ibunya yang awalnya tidak terlalu mendukung proyek Shubham.

“Saya sangat bangga kepada Shubham, apa yang telah dipikirkannya, saya rasa seharusnya juga dipikirkan oleh orang dewasa. Ketika pikiran itu datang dari anak berusia 13 tahun, saya merasa sangat bangga,” kata Malini Banerjee. (TimesofIndia)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Qita by BRI Diluncurkan, Permudah Pengelolaan Finansial dan Gaya Hidup Digital

Qita by BRI Diluncurkan, Permudah Pengelolaan Finansial dan Gaya Hidup Digital

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 18:34 WIB

Pegadaian dan ANTAM Perkuat Sinergi Strategis untuk Kembangkan Ekosistem Emas Nasional

Pegadaian dan ANTAM Perkuat Sinergi Strategis untuk Kembangkan Ekosistem Emas Nasional

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 18:28 WIB

Industri Keramik Mulai Bangkit, Utilisasi Industri Naik ke 75 Persen Tahun Ini

Industri Keramik Mulai Bangkit, Utilisasi Industri Naik ke 75 Persen Tahun Ini

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 18:19 WIB

Prabowo Siapkan Pelatihan Industri Semikonduktor untuk 15 Ribu Anak Muda

Prabowo Siapkan Pelatihan Industri Semikonduktor untuk 15 Ribu Anak Muda

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 18:18 WIB

PLTS Berkapasitas 71,9 MW Resmi Dibangun, Terbesar di Sektor Semen RI

PLTS Berkapasitas 71,9 MW Resmi Dibangun, Terbesar di Sektor Semen RI

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 18:15 WIB

Harga Sawit Anjlok Usai Skema Ekspor Lewat Pintu PT SDI

Harga Sawit Anjlok Usai Skema Ekspor Lewat Pintu PT SDI

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 18:15 WIB

Pengamat Sebut Blackout Sumatra Masih Wajar, Desak PLN Benahi Maintenance

Pengamat Sebut Blackout Sumatra Masih Wajar, Desak PLN Benahi Maintenance

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 18:06 WIB

IHSG Terbang ke Level 6.206, Ini Daftar Saham yang Cuan

IHSG Terbang ke Level 6.206, Ini Daftar Saham yang Cuan

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 17:29 WIB

Menko Airlangga Sebut Rupiah Lemah Saat Ini Cuma 5 Persen

Menko Airlangga Sebut Rupiah Lemah Saat Ini Cuma 5 Persen

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 16:57 WIB

Rupiah Konsisten Melemah saat Mata Uang Negara Lain Menguat Karena Harga Minyak Turun

Rupiah Konsisten Melemah saat Mata Uang Negara Lain Menguat Karena Harga Minyak Turun

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 16:53 WIB