Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.765.000
Beli Rp2.635.000
IHSG 6.162,045
LQ45 620,444
Srikehati 309,367
JII 386,908
USD/IDR 17.712

Pengamat Sebut Blackout Sumatra Masih Wajar, Desak PLN Benahi Maintenance

Liberty Jemadu | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Senin, 25 Mei 2026 | 18:06 WIB
Pengamat Sebut Blackout Sumatra Masih Wajar, Desak PLN Benahi Maintenance
Pengamat Ekonomi Energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi menilai pemadaman listrik atau blackout di Sumatra masih dalam batas toleransi teknis karena kompleksitas jaringan listrik yang sulit dihindari. [Antara]
  • Pemadaman listrik massal melanda wilayah Sumatera pada Jumat, 22 Mei 2026, yang berdampak bagi para pelaku usaha kecil.
  • Pengamat UGM menilai kejadian tersebut masih dalam batas toleransi teknis karena kompleksitas jaringan listrik yang sulit dihindari.
  • PLN didesak meningkatkan kualitas pemeliharaan jaringan guna mencapai target zero blackout dan mencegah terjadinya gangguan serupa di masa depan.

Suara.com - Pemadaman listrik massal atau blackout di Pulau Sumatera pada Jumat (22/5/2026) dinilai masih dalam batas toleransi. Namun demikian, PT PLN (Persero) didesak untuk berani menetapkan standar pelayanan tertinggi dengan berkomitmen zero blackout, bahwa kejadian serupa tidak terulang kembali.

Pengamat Ekonomi Energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi, menjelaskan bahwa gangguan pada jaringan listrik yang kompleks merupakan hal yang jamak terjadi di berbagai negara. Hal itu karena jaringan yang rumit membuat gangguan di satu titik akan mudah berdampak ke wilayah lain.

Peristiwa yang terjadi di Sumatera, sebelumnya juga pernah terjadi di Jawa-Bali pada 4 Agustus 2019 silam.

"Nah, kalau saya mencatat frekuensinya, itu masih pada batas-batas toleransi. Jadi misalnya kalau standar error-nya itu 1 persen ya itulah yang terjadi. Artinya itu secara teknis tidak bisa dihindari karena memang jaringannya itu kan sangat kompleks sekali," kata Fahmy saat dihubungi Suara.com, Senin (25/5/2026).

Menurutnya, pemadaman massal baru bisa dianggap di luar batas toleransi jika terjadi berulang setiap tahun di wilayah yang sama.

"Kalau misalnya di suatu tempat, Sumatera misalnya terjadi berulang kali setiap tahun, nah itu something wrong dengan maintenance yang ada di PLN. Tapi kalau misalnya 5 tahun sekali, itu masih wajar," kata Fahmy.

Warga Padang Pariaman, Sumatra Barat menggunakan lilin saat membungkus dagangannya pada Sabtu (23/5/2026). [Antara]
Warga Padang Pariaman, Sumatra Barat menggunakan lilin saat membungkus dagangannya pada Sabtu (23/5/2026). [Antara]

Meski dinilai masih dalam batas toleransi, pemadaman tersebut tetap berdampak signifikan bagi pelaku usaha, khususnya sektor UMKM. Sebagai pelaku usaha kecil, mereka tidak memiliki sistem daya cadangan (backup), berbeda dengan pengusaha besar yang mampu mengalokasikan anggaran untuk membeli genset.

Untuk itu, Fahmy mendorong agar PLN berkomitmen untuk menjamin hal serupa tidak terulang di kemudian hari.

"PLN itu wajib untuk meningkatkan kualitas dari pembangkitnya. Dan menetapkan standarnya itu harus zero blackout, zero accident," katanya.

Di sisi lain, Fahmy memberikan apresiasi terhadap sikap manajemen PLN dalam menangani krisis kelistrikan di Sumatera. Sikap Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, yang langsung menyampaikan permohonan maaf secara terbuka dinilai sebagai bentuk komitmen perbaikan ke depannya.

Ia juga memaklumi bahwa proses pemulihan jaringan pasca-blackout memang membutuhkan waktu dan tidak bisa menyala seketika.

"Memang, secara teknis, kalau terjadi blackout itu tidak bisa langsung dihidupkan. Perlu ada proses pendinginan (cooling down) dan tahapan teknis lainnya, sehingga itu membutuhkan waktu," jelas Fahmy.

Sebagaimana dilaporkan blackout terjadi di sejumlah wilayah Sumatera pada Jumat (22/5/2026). Listrik mulai padam sejak pukul 18.44 WIB. Provinsi yang terdampak meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, hingga sebagian wilayah Sumatera Selatan.

Namun, pasca-upaya pemulihan oleh petugas di lapangan, kini aliran listrik di seluruh wilayah terdampak disebut telah kembali normal 100 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wamen ESDM Buka Suara soal Ganti Rugi Blackout Listrik Sumatra

Wamen ESDM Buka Suara soal Ganti Rugi Blackout Listrik Sumatra

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 16:14 WIB

Bukan Sabotase, Ini Alasan PLN Butuh Waktu Lama untuk Pulihkan Listrik Sumatra

Bukan Sabotase, Ini Alasan PLN Butuh Waktu Lama untuk Pulihkan Listrik Sumatra

News | Senin, 25 Mei 2026 | 16:02 WIB

Gangguan Listrik Sumatra Jadi Momentum Perkuat Infrastruktur PLN

Gangguan Listrik Sumatra Jadi Momentum Perkuat Infrastruktur PLN

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 14:37 WIB

Listrik Sumatra Kembali Normal, Penyelidikan Polri dan PLN Ungkap Temuan Baru

Listrik Sumatra Kembali Normal, Penyelidikan Polri dan PLN Ungkap Temuan Baru

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 12:27 WIB

Polri Pastikan Blackout di Sumatera Bukan Sabotase, Ini Penyebab Aslinya

Polri Pastikan Blackout di Sumatera Bukan Sabotase, Ini Penyebab Aslinya

News | Senin, 25 Mei 2026 | 12:02 WIB

Listrik Sumatera Pulih Usai Blackout, PLN Pastikan Sistem Kini Stabil

Listrik Sumatera Pulih Usai Blackout, PLN Pastikan Sistem Kini Stabil

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 11:23 WIB

Terkini

Industri Keramik Mulai Bangkit, Utilisasi Industri Naik ke 75 Persen Tahun Ini

Industri Keramik Mulai Bangkit, Utilisasi Industri Naik ke 75 Persen Tahun Ini

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 18:19 WIB

Prabowo Siapkan Pelatihan Industri Semikonduktor untuk 15 Ribu Anak Muda

Prabowo Siapkan Pelatihan Industri Semikonduktor untuk 15 Ribu Anak Muda

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 18:18 WIB

PLTS Berkapasitas 71,9 MW Resmi Dibangun, Terbesar di Sektor Semen RI

PLTS Berkapasitas 71,9 MW Resmi Dibangun, Terbesar di Sektor Semen RI

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 18:15 WIB

Harga Sawit Anjlok Usai Skema Ekspor Lewat Pintu PT SDI

Harga Sawit Anjlok Usai Skema Ekspor Lewat Pintu PT SDI

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 18:15 WIB

IHSG Terbang ke Level 6.206, Ini Daftar Saham yang Cuan

IHSG Terbang ke Level 6.206, Ini Daftar Saham yang Cuan

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 17:29 WIB

Menko Airlangga Sebut Rupiah Lemah Saat Ini Cuma 5 Persen

Menko Airlangga Sebut Rupiah Lemah Saat Ini Cuma 5 Persen

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 16:57 WIB

Rupiah Konsisten Melemah saat Mata Uang Negara Lain Menguat Karena Harga Minyak Turun

Rupiah Konsisten Melemah saat Mata Uang Negara Lain Menguat Karena Harga Minyak Turun

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 16:53 WIB

Belajar dari Sejarah! Anggota DPR Misbakhun Klaim Rupiah Lemah Saat Ini Beda dari Krisis 1998

Belajar dari Sejarah! Anggota DPR Misbakhun Klaim Rupiah Lemah Saat Ini Beda dari Krisis 1998

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 16:44 WIB

BGN Bantah Anggaran MBG Dipangkas Rp67 T Seperti Klaim Purbaya

BGN Bantah Anggaran MBG Dipangkas Rp67 T Seperti Klaim Purbaya

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 16:33 WIB

OJK Tekankan Pentingnya Pasar Modal demi Pertumbuhan 7,5 Persen, Tapi Modal Asing Terus Kabur

OJK Tekankan Pentingnya Pasar Modal demi Pertumbuhan 7,5 Persen, Tapi Modal Asing Terus Kabur

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 16:20 WIB