Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.625.000
Beli Rp2.490.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.905

Presiden Jokowi Undang Investor Malaysia

Doddy Rosadi

Jum'at, 06 Februari 2015 | 13:31 WIB
Presiden Jokowi Undang Investor Malaysia
Presiden Joko Widodo (kiri) dan Ibu Negara Ny. Iriana Joko Widodo (kanan). (Antara)

Suara.com - Presiden Joko Widodo menawarkan kesempatan seluas-luasnya kepada para investor dari Malaysia dalam berbagai bidang usaha seperti pembangunan jalan tol, infrastruktur kereta api, pelabuhan, bandar udara hingga pembangkit listrik untuk berinvestasi di Indonesia.

Ajakan itu ditegaskan Presiden Jokowi seusai pertemuan dengan Perdana Menteri Malaysia, Najib Tun Razak di kantor Perdana Menteri, Putrajaya, Malaysia, Jumat, (6/1/2015).

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi menjelaskan turut pula dibicarakan mengenai isu-isu bilateral yang menjadi prioritas seperti kerja sama perbatasan maritim, peningkatan perdagangan dan investasi, penanganan nelayan, pengiriman tenaga kerja serta membahas terkait pendidikan anak-anak untuk pekerja Indonesia di Sabah dan Serawak.

Untuk kerja sama perbatasan maritim kedua belah pihak sepakat untuk membentuk komite teknis dan ketua juru runding agar permasalahannya cepat diselesaikan.

"Soal perbatasan maritim sudah terlalu lama sehingga dengan adanya tim tersebut diharapkan bisa cepat diselesaikan," ungkap Presiden Jokowi.

Sedangkan mengenai penanganan nelayan yang masuk di wilayah yang masih abu-abu (belum disepakati) maka mereka tidak ditangkap tapi diusir untuk keluar dari wilayah tersebut.

Namun, lanjut Presiden, jika nelayan masuk di kawasan yang sudah jelas (teritorial) maka akan ditangkap serta diproses sesuai hukum dan kedaulatan masing-masing negara.

Sementara itu, dalam pertemuan bilateral tersebut, kedua kepala negara membahas masalah pengiriman tenaga kerja yang nantinya diupayakan melalui satu saluran (chanel) sehingga perlindungan dan penanganannya bisa dilakukan bersama-sama.

Mengenai pengiriman tenaga kerja ini, Perdana Menteri Najib menyatakan bahwa pihaknya masih mengikuti perjanjian yang telah ditandatangan di Bali pada saat pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Dalam hal ini, pihak Malaysia setuju untuk terus melakukan perbincangan dan diharapkan bisa melalui satu saluran saja.

"Jika dapat dibuat seperti itu, maka diharapkan pelatihan kepada calon tenaga kerja dapat diberikan lebih baik," ucap Najib.

Dalam pertemuan itu, juga dibahas mengenai pendidikan anak-anak pekerja Indonesia di Malaysia yang jumlahnya cukup banyak. Presiden Jokowi menjelaskan bahwa keberadaan sekolah untuk anak pekerja tersebut sudah disetujui dan akan ditindaklanjuti proses pelaksanaannya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pengusaha: Kisruh KPK-Polri Membuat Optimisme Investor Rusak

Pengusaha: Kisruh KPK-Polri Membuat Optimisme Investor Rusak

Bisnis | Minggu, 25 Januari 2015 | 15:05 WIB

Investor Asing Masih Tergiur dengan Sektor Properti

Investor Asing Masih Tergiur dengan Sektor Properti

Bisnis | Senin, 19 Januari 2015 | 10:41 WIB

BKPM: Urus Izin Investasi Tak Perlu Lagi ke Kementerian

BKPM: Urus Izin Investasi Tak Perlu Lagi ke Kementerian

Bisnis | Kamis, 15 Januari 2015 | 15:40 WIB

Investor Akan Dipermudah Mendapatkan NPWP

Investor Akan Dipermudah Mendapatkan NPWP

Bisnis | Kamis, 15 Januari 2015 | 13:00 WIB

Izin untuk Investasi Pembangkit Tenaga Listrik Dipermudah

Izin untuk Investasi Pembangkit Tenaga Listrik Dipermudah

Bisnis | Kamis, 15 Januari 2015 | 11:56 WIB

Terkini

Prediksi Harga Emas Pekan Ini, Perang AS-Iran Bisa Picu Penguatan?

Prediksi Harga Emas Pekan Ini, Perang AS-Iran Bisa Picu Penguatan?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:02 WIB

Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong

Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 19:34 WIB

Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI

Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:57 WIB

Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus

Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 16:36 WIB

Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco

Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 15:51 WIB

Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris

Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 15:25 WIB

Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?

Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:55 WIB

Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?

Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:07 WIB

Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris

Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 13:51 WIB

Harga Emas Antam Terus Melemah dalam Sepekan, Buyback Anjlok Lebih Dalam

Harga Emas Antam Terus Melemah dalam Sepekan, Buyback Anjlok Lebih Dalam

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 13:39 WIB

×